Jumat, 21 Oktober 2011

Sumarlan Guru Teladan dikirim untuk Studi Banding ke Australia oleh Kemendikbud

Segera bergabung di www.indi-smart.com , dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.


Sumarlan (42) guru teladan dari Kabupaten Waykanan, Lampung dipercaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk studi banding ke Australia. "Kabar baik bagi pendidikan di Waykanan baru saja kami terima, Bapak Sumarlan guru teladan kita, mau dikirim studi banding ke Australia oleh Kemendikbud. Kita berharap mampu memotivasi tenaga didik di sini untuk meningkatkan kualitas. " terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan Gino Vanollie di Blambanganumpu, Waykanan yang berada sekitar 200 km utara Kota Bandarlampung, Jumat.
Rencana Kemendikbud yang akan mengirim Sumarlan studi banding ke luar negeri, ujar Gino saat dihubungi dari Liwa, Lampung Barat, diharapkan tidak saja berdampak positif bagi individu, namun juga bagi seluruh tenaga didik di daerah yang masih termasuk tertinggal di Provinsi Lampung itu.
"Hal tersebut harus diapresiasi semua pihak yang berkompeten dengan pendidikan termasuk pengambil kebijakan, semoga bisa memacu semangat dan menjadi inspirasi bagi guru dan kepala sekolah yang lain di Waykanan," tegasnya seraya menegaskan kemajuan ditentukan oleh kemauan.
Sumarlan, pria kelahiran Pacitan, Jawa timur 14 Oktober 1969 ialah guru SDN Tiuhbalak Pasar, Kabupaten Waykanan.
Pada Rabu (6/7), ia ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung sebagai guru teladan bersama tiga guru lain serta empat kepala sekolah dari 14 kabupaten/kota di daerah itu yang mewakili Provinsi Lampung ke tingkat nasional pada kompetisi "Guru Teladan Nasional, 12-18 Juli 2011 lalu.

Ayah Puput Anjar Pratiwi (13) dan Lisnuria Nabila (6) tersebut berkeyakinan pendidikan bukan proses instan.
Kepada ANTARA, Sumarlan menyatakan menjadi guru harus rajin membaca, menambah wawasan, tekun, sabar dan senantiasa mengikuti perkembangan.

"Proses tersebut tidak lelah saya tekuni, terlepas saya tidak menjadi guru teladan. Saya menyadari itu," ujar suami Dian Haning Suprapti (38) itu

sumber : republika

Kamis, 20 Oktober 2011

Profil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

Segera bergabung di  www.indi-smart.com , dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.
Mohammad Nuh

Mulai menjabat 
22 Oktober
 2009
Presiden
Pendahulu

Masa jabatan
1 Oktober
 200822 Oktober 2009
Presiden
Pendahulu
Pengganti

Masa jabatan
9 Mei
 200722 Oktober 2009
Presiden
Pendahulu
Pengganti

Lahir
17 Juni 1959 (umur 52)
Bendera Indonesia Surabaya, Jawa Timur
Suami/Istri
drg. Layly Rahmawati
Anak
Rachma Rizqina Mardhotillah
Almamater
Agama
Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 17 Juni 1959; umur 52 tahun) adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (20072009) dan rektorInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode tahun 20032006.
Biografi
Mohammad Nuh adalah anak ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya H. Muchammad Nabhani, adalah pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya. Ia melanjutkan studi di Jurusan Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan lulus tahun 1983.
Mohammad Nuh mengawali kariernya sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada tahun 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Perancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Nuh menikah dengan drg. Layly Rahmawati, dan ia dikaruniai seorang puteri bernama Rachma Rizqina Mardhotillah, yang lahir diPerancis.
Pada tahun 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak tahun 1990.
Pada tanggal 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai rektor ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika. Ia adalah rektor termuda dalam sejarah ITS, yakni berusia 42 tahun saat menjabat. Semasa menjabat sebagai rektor, ia menulis buku berjudul Startegi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (disingkat Indonesia-SAKTI).
Selain sebagai rektor, Mohammad Nuh juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Pengurus PCNU Surabaya, Sekretaris Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, Anggota Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, serta Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya. Muhammad Nuh juga dikenal sebagai seorang Kiayi, sering memberi ceramah dan khutbah jumat di berbagai masjid di Surabaya dan dikenal sebagai Ulama.
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu
Pada perombakan kedua Kabinet Indonesia Bersatu, Mohammad Nuh diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagaiMenteri Komunikasi dan Informatika, menggantikan Sofyan Djalil.
Keputusan kontroversi
Pada tanggal 2 April 2008 Muhammad Nuh selaku Menkominfo mengeluarkan surat bernomor 84/M.KOMINFO/04/08 yang isinya memerintahkan ISP di Indonesia menutup akses situs-situs yang memuat film "Fitna", antara lain Youtube, MySpace, Metacafe,Rapidshare, Multiply. Liveleak. Tindakan ini adalah sebuah susulan setelah dirampungkan UU ITE atas dasar rekomendasi dari Depkominfo juga, yang memberikan hak pada pemerintah untuk mengontrol isi komunikasi di internet. Pihak-pihak yang menentang UU dan keputusan ini mengkhawatirkan bahwa ini adalah bukti perubahan Depkominfo dari departemen pengayom I.T. menjadi departemen sensor ala Departemen Penerangan di era Orde Baru. Namun demikian, pada tanggal 11 April 2008, penutupan akses tersebut telah dibuka kembali, setelah mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan yang menilai keputusan tersebut tidak berdasar hukum, karena UU ITE belum disahkan presiden dan kurang tepat, sebab seperti berburu rusa seluruh hutan dibakar. Selain itu, pembukaan kembali situs yang ditutup juga disebabkan Google, pada tanggal 9 April 2008, telah mengirimkan surat menawarkan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membatasi akses IP dari Indonesia dalam mengakses Youtube yang bertentangan dengan Hukum di Indonesia.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Bambang Sudibyo
Petahana
Didahului oleh:
Jero Wacik
Digantikan oleh:
Jero Wacik
Digantikan oleh:
Tifatul Sembiring


Sumber : wikipedia

Selasa, 23 Agustus 2011

Zuraidah Hanifah & Sayyidathu Thifalatqiyya: Siswa Pembuat Eco-Bot, Robot Pemelihara Ekosistem

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




http://indonesiapro ud.wordpress.com/2010/05/26/zuraidah-hanifah-sayyidathu-thifalatqiyya-siswa-pembuat-eco-bot-robot-pemelihara-ekosistem/

Karena mereka sering lupa mengurus akuarium di rumah dan memberi makan sehingga membuat ikannya mati rupanya memantik gagasan penelitian Zuraidah Hanifah dan Sayyidathu Thifalatqiyya. Dua siswa Madrasah Techno Natura, Depok, Jawa Barat, itu pun menggagas robot pemelihara akuarium. Akhirnya mereka menciptakan Eco-Bot.

Eco-Bot mengatur suhu udara, tingkat kelembapan, volume air, hingga beragam kebutuhan ikan. Alat buatan Zuraidah (15 tahun) dan Sayyidathu (17 tahun) ini bekerja secara otomatis. Sensor-sensor yang dipasang di terrarium, semacam ekosistem buatan, membaca setiap perubahan yang terjadi dan mengirimkan informasinya ke ruang pengendali yang disebut Lab Quest lewat kabel.

Ekosistem seluas 1 x 1 meter ini ditata serupa dengan alam. Ada bagian danau, daratan kering, lapisan pasir, tanah kerikil, pepohonan kecil, hingga penghuni bergerak, seperti ikan, hamster, kura-kura, dan katak. Lalu ada 14 sensor berbentuk batangan tersebar, yang berfungsi merekam beragam informasi.

 Semua informasi lalu dikirim serta diolah di komputer dan ditampilkan di layar di Lab Quest. Jika suhu udara terekam di atas standar yang ditetapkan, komputer akan mengirimkan perintah lewat kabel ke kipas angin di terrarium. Sssrrr, kipas pun berputar mendinginkan udara.

Mesin kecil pemberi makanan juga bekerja sesuai dengan perintah berkala yang diberikan komputer. Kedua siswa memanfaatkan peranti lunak bernama program Lab View, yang mengirimkan perintah-perintah kehidupan sesuai dengan skenario yang dibuat. Rangkaian inilah yang kemudian dinamakan Ecosystem Robot, yang lalu disingkat menjadi Eco-Robot. Untuk membuatnya, kedua siswi home schooling ini menghabiskan waktu sekitar sebulan.

Berkat rancangannya yang terbilang unik dan cemerlang, kedua siswi ini mendapat kesempatan mempresentasikannya pada acara yang diselenggarakan lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, di Kedutaan Besar Amerika Serikat, April lalu. Mereka mendemonstrasikan karya mereka bersama dua siswa lain yang mempresentasikan Telescope Robot atau T-Bot.

 Sumber: TEMPOinteraktif

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)