Segera bergabung di www.indi-smart.com
Kisah Sekolah Para Binatang (by Dr. Thomas Amstrong)
Syahdan di tengah-tengah hutan belantara Sumatera berdirilah sebuah sekolah untuk para binatang dengan status “disamakan dengan manusia”, sekolah ini dikepalai oleh seorang manusia. Karena sekolah tersebut berstatus “disamakan”, maka tentu saja kurikulumnya juga harus mengikuti kurikulum yang sudah standar dan telah ditetapkan untuk manusia.
Kurikulum tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah ; setiap siswa harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan nilai minimal 8 pada masing-masing mata pelajaran.Adapun kelima mata pelajaran pokok tersebut adalah; Terbang, Berenang, Memanjat, Berlari dan Menyelam
Mengingat bahwa sekolah ini berstatus “Disamakan dengan manusia”, maka para binatang berharap kelak mereka dapat hidup lebih baik dari binatang lainya, sehingga berbondong-bondonglah berbagai jenis binatang mendaftarkan diri untuk bersekolah disana; mulai dari; Elang, Tupai, Bebek, Rusa dan Katak
Proses belajar mengajarpun akhirnya dimulai, terlihat bahwa beberapa jenis binatang sangat unggul dalam mata pelajaran tertentu; Elang sangat unggul dalam pelajaran terbang; dia memiliki kemampuan yang berada diatas binatang-binatang lainnya dalam hal melayang di udara, menukik, meliuk-liuk, menyambar hingga bertengger didahan sebuah pohon yang tertinggi.
Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat; dia sangat pandai, lincah dan cekatan sekali dalam memanjat pohon, berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Hingga mencapai puncak tertinggi pohon yang ada di hutan itu.
Sementara bebek terlihat sangat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang, dengan gayanya yang khas ia berhasil menyebrangi dan mengitari kolam yang ada didalam hutan tersebut.
Rusa adalah murid yang luar biasa dalam pelajaran berlari; kecepatan larinya tak tertandingi oleh binatang lain yang bersekolah di sana. Larinya tidak hanya cepat melainkan sangat indah untuk dilihat.
Lain lagi dengan Katak, ia sangat unggul dalam pelajaran menyelam; dengan gaya berenangnya yang khas, katak dengan cepatnya masuk kedalam air dan kembali muncul diseberang kolam.
Begitulah pada mulanya mereka adalah murid-murid yang sangat unggul dan luar biasa dimata pelajaran tertentu. Namun ternyata kurikulum telah mewajibkan bahwa mereka harus meraih angka minimal 8 di semua mata pelajaran untuk bisa lulus dan mengantongi ijazah.
Inilah awal dari semua kekacauan.itu; Para binatang satu demi satu mulai mempelajari mata pelajaran lain yang tidak dikuasai dan bahkan tidak disukainya.
Burung elang mulai belajar cara memanjat, berlari, namun sayang sekali untuk pelajaran berenang dan menyelam meskipun telah berkali-kali dicobanya tetap saja ia gagal; dan bahkan suatu hari burung elang pernah pingsan kehabisan nafas saat pelajaran menyelam.
Tupaipun demikian; ia berkali-kali jatuh dari dahan yang tinggi saat ia mencoba terbang. Alhasil bukannya bisa terbang tapi tubuhnya malah penuh dengan luka dan memar disana-sini.
Lain lagi dengan bebek, ia masih bisa mengikuti pelajaran berlari meskipun sering ditertawakan karena lucunya, dan sedikit bisa terbang; tapi ia kelihatan hampir putus asa pada saat mengikuti pelajaran memanjat, berkali-kali dicobanya dan berkali-kali juga dia terjatuh, luka memar disana sini dan bulu-bulunya mulai rontok satu demi satu.
Demikian juga dengan binatang lainya; meskipun semua telah berusaha dengan susah payah untuk mempelajari mata pelajaran yang tidak dikuasainya, dari pagi hingga malam, namun tidak juga menampakkan hasil yang lebih baik.
Yang lebih menyedihkan adalah karena mereka terfokus untuk dapat berhasil di mata pelajaran yang tidak dikuasainya; perlahan-lahan Elang mulai kehilangan kemampuan terbangnya; tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat lagi berenang dengan baik, sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek-robek karena terlalu banyak berlatih memanjat. Katak juga tidak kuat lagi menyelam karena sering jatuh pada saat mencoba terbang dari satu dahan ke dahan lainnya. Dan yang paling malang adalah Rusa, ia sudah tidak lagi dapat berlari kencang, karena paru-parunya sering kemasukan air saat mengikuti pelajaran menyelam.
Akhirnya tak satupun murid berhasil lulus dari sekolah itu; dan yang sangat menyedihkan adalah merekapun mulai kehilangan kemampuan aslinya setelah keluar dari sekolah. Mereka tidak bisa lagi hidup dilingkungan dimana mereka dulu tinggal, ya.... kemampuan alami mereka telah terpangkas habis oleh kurikulum sekolah tersebut. Sehingga satu demi satu binatang-binatang itu mulai mati kelaparan karena tidak bisa lagi mencari makan dengan kemampuan unggul yang dimilikinya..
Tidakkah kita menyadari bahwa sistem persekolahan manusia yang ada saat inipun tidak jauh berbeda dengan sistem persekolahan binatang dalam kisah ini. Kurikulum sekolah telah memaksa anak-anak kita untuk menguasai semua mata pelajaran dan melupakan kemampuan unggul mereka masing-masing. Kurikulum dan sistem persekolahan telah memangkas kemampuan alami anak-anak kita untuk bisa berhasil dalam kehidupan menjadi anak yang hanya bisa menjawab soal-soal ujian.
Akankah nasib anak-anak kita kelak juga mirip dengan nasib para binatang yang ada disekolah tersebut?
Bila kita kaji lebih jauh produk dari sistem pendidikan kita saat ini bahkan jauh lebih menyeramkan dari apa yang digambarkan oleh fabel tersebut; bayangkan betapa para lulusan dari sekolah saat ini lebih banyak hanya menjadi pencari kerja dari pada pencipta lapangan kerja, betapa banyak para lulusan yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang digelutinya selama bertahun-tahun, sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya. Betapa para lulusan sekolah tidak tahu akan dunia kerja yang akan dimasukinya, jangankan kemapuan keahlian, bahkan pengetahuan saja sangatlah pas-pasan, betapa hampir setiap siswa lanjutan atas dan perguruan tinggi jika ditanya apa kemampuan unggul mereka, hampir sebagian besar tidak mampu menjawab atau menjelaskannya.
Begitupun setelah mereka berhasil mendapatkan pekerjaan, berapa banyak dari mereka yang tidak memberikan unjuk kerja yang terbaik serta berapa banyak dari mereka yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaanya.
Belum lagi kita bicara tentang carut marut dunia pendidikan yang kerapkali dihiasi tidak hanya oleh tawuran pelajar melainkan juga tawuran mahasiswa. Luar biasa “Maha Siswa” julukan yang semestinya dapat dibanggakan dan begitu agung karena Mahasiswa adalah bukan siswa biasa melainkan siswa yang “Maha”. Namun nyatanya ya Tawuran juga. Masihkah kita bisa berharap dari para pelajar kita yang seperti ini. Dan seperti apa potret negeri kita kedepannya dengan melihat potret generasi penerusanya saat ini?
Apa yang menjadi biang keladi dari kehancuran sistem pendidikan di negeri ini...?
1. Sistem yang tidak menghargai proses
Belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa. Hasil akhir adalah buah dari kerja setiap proses yang dilalui. Sayangnya proses ini sama sekali tidak dihargai; siswa tidak pernah dinilai seberapa keras dia berusaha melalui proses. Melainkan hanya semata-mata ditentukan oleh ujian akhir. Keseharian siswa dalam belajar tidak ada nilainya, jadi wajar saja apa bila suatu ketika ada siswa yang berkata bahwa yang penting ujian akhir bisa, gak perlu masuk setiap hari.
2. Sistem yang hanya mengajari anak untuk menghafal bukan belajar dalam arti sesunguhnya
Apa beda belajar dengan menghafal; Produk dari sebuah pembelajaran kemampuan atau keahlian yang dikuasai terus menerus. Contoh yang paling sederhana adalah pada saat anak belajar sepeda. Mulai dari tidak bisa menjadi bisa, dan setelah bisa ia akan bisa terus sepanjang masa. Sementara produk dari menghafal adalah ingatan jangka pendek yang dalam waktu singkat akan cepat dilupakan. Perbedaan lain bahwa belajar membutuhkan waktu lebih panjang sementara menghafal bisa dilakukan hanya dalam 1 malam saja. Padahal pada hakekatnya Manusia dianugrahi susunan otak yang paling tinggi derajadnya dibanding mahluk manapun didunia. Fungsi tertinggi dari otak manusia tersebut disebut sebagai cara berpikir tingkat tinggi atau HOT; yang direpresentasikan melalui kemampuan kreatif atau bebas mencipta serta berpikir analisis-logis; sementara fungsi menghafal hanyalah fungsi pelengkap. Keberhasilan seorang anak kelak bukan ditentukan oleh kemampuan hafalannya melainkan oleh kemampuan kreatif dan berpikir kritis analisis.
3. Sistem sekolah yang berfokus pada nilai
Nilai yang biasanya diwakili oleh angka-angka biasanya dianggap sebagai penentu hidup dan matinya seorang siswa. Begitu sakral dan gentingnya arti sebuah nilai pelajaran sehingga semua pihak mulai guru, orang tua dan anak akan merasa rasah dan stress jika melihat siswanya mendapat nilai rendah atau pada umumnya dibawah angka 6 (enam).
Setiap orang dikondisikan untuk berlomba-lomba mencapai nilai yang tinggi dengan cara apapun tak perduli apakah si siswa terlihat setangah sekarat untuk mencapainya. Nyatanya toh dalam kehidupan nyata, nilai pelajaran yang begitu dianggung-anggungkan oleh sekolah tersebut tidak berperan banyak dalam menentukan sukses hidup seseorang. Dan lucunya sebagian besar kita dapati anak yang dulu saat masih bersekolah memiliki nilai pas-pasan atau bahkan hancur, justru lebih banyak meraih sukses dikehidupan nyata.
Mari kita ingat-ingat kembali saat kita masih bersekolah dulu; betapa bangganya seseorang yang mendapat nilai tinggi dan betapa hinanya anak yang medapat nilai rendah; dan bahkan untuk mempertegas kehinaan ini, biasanya guru menggunakan tinta dengan warna yang lebih menyala dan mencolok mata.
Sementara jika kita kaji lagi; apakah sesungguhnya representasi dari sebuah nilai yang diagung-agungkan disekolah itu...?Nilai sesungguhnya hanyalah representasi dari kemampuan siswa dalam “menghapal” pelajaran dan terkadang ada juga “subjektifitas” guru yang memberi nilai tersebut terhadap siswanya.
Meskipun kerapkali guru menyangkalnya, cobalah anda ingat-ingat; berapa lama anda belajar untuk mendapatkan nilai tersebut; apakah 3 bulan...? 1 bulan..? atau cukup hanya semalam saja..? Kemudian coba ingat-ingat kembali, jika dulu saat bersekolah, ada diantara anda yang pernah bermasalah dengan salah seorang guru; apakah ini akan mempengaruhi nilai yang akan anda peroleh..?
Jadi mungkin sangat wajar; meskipun kita banyak memiliki orang “pintar” dengan nilai yang sangat tinggi; negeri ini masih tetap saja tertinggal jauh dari negara-negara maju. Karena pintarnya hanya pintar menghafal dan menjawab soal-soal ujian.
4. Sistem pendidikan yang Seragam-sama untuk setiap anak yang berbeda-beda
Siapapun sadar bahwa bila kita memiliki lebih dari 1 atau 2 orang anak; maka bisa dipastikan setiap anak akan berbeda-beda dalam berbagai hal. Andalah yang paling tahu perbedaan-perbedaanya. Namun sayangnya anak yang berbeda tersebut bila masuk kedalam sekolah akan diperlakukan secara sama, diproses secara sama dan diuji secara sama.
Menurut hasil penelitian Ilmu Otak/Neoro Science jelas-jelas ditemukan bahwa satiap anak memiliki kelebihan dan sekaligus kelemahan dalam bidang yang berbeda-beda. Mulai dari Instingtif otak kiri dan kanan, Gaya Belajar dan Kecerdasan Beragam. Sementara sistem pendidikan seolah-oleh menutup mata terhadap perbedaan yang jelas dan nyata tersebut yakni dengan mengyelenggaraan sistem pendidikan yang sama dan seragam. Oleh karena dalam setiap akhir pembelajaran akan selalu ada anak-anak yang tidak bisa/berhasil menyesuaikan dengan sistem pendidikan yang seragam tersebut.
5. Sekolah adalah Institusi Pendidikan yang tidak pernah mendidik
Sekilas judul ini tampaknya membingungkan; tapi sesungguhnya inilah yang terjadi pada lembaga pendidikan kita.
Apa beda mendidik dengan mengajar...?
Ya.. tepat!, mendidik adalah proses membangun moral/prilaku atau karakter anak sementara mengajar adalah mengajari anak dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak bisa menjadi bisa.
Produk dari pengajaran adalah terbangunnya cara berpikir kritis dan kreatif yang berhubungan dengan intelektual sementara produk dari pendidikan adalah terbangunnya prilaku/akhlak yang baik.
Ya..! memang betul dalam kurikulum ada mata pelajaran Agama, Moral Pancasila, Civic dan sebagainya namun dalam aplikasinya disekolah guru hanya memberikan sebatas hafalan saja; bukan aplikasi dilapangan. Demikian juga ujiannya dibuat berbasiskan hafalan; seperti hafalan butir-butir Pancasila dsb. Tidak berdasarkan aplikasi siswa dilapangan seperti praktek di panti-panti jompo; terjun menjadi tenaga sosial, dengan sistem penilaian yang berbasiskan aplikasi dan penilaian masyarakat (user base evaluation).
Bayangkan pernah ada suatu ketika sebuah sekolah SD yang gedungnya bersebelahan dengan rumah penduduk, dan saat itu mereka sedang belajar tentang pendidikan moral, sementara persis di sebelah sekolah tersebut sedang ada yang meninggal dunia, namun anehnya tak ada satupun dari sekelah tersebut yang datang mengirim utusan untuk berbela sungkawa di rumah tersebut. Alih-alih sekolahnya malah ribut sehingga ketua RW setempat sempat menegur pihak sekolah atas kejadian tersebut.
Mungkin wajar saja jika anak-anak kita tidak pernah memiliki nilai moral yang tertanam kuat di dalam dirinya; melainkan hanya nilai moral yang melintas semalam saja dikepalanya dalam rangka untuk dapat menjawab soal-soal ujian besok paginya.
Artikel ini di ambil dari Tulisan Dr. Thomas Amstrong, pemerhati dan praktisi Pendidikan Berbasis Multiple Intelligence dari AS, yang dibuat sekitar tahun 1990an.dan telah disesuaikan dengan konteks Indonesia saat ini.
Mari kita renungkan bersama dengan hati dan nurani kita yang terdalam dan mari kita ambil hikmahnya.
Sumber: Buku Ayah Edy Judul: I love you Ayah, Bunda Penerbit: Hikmah, Mizan Group
Selasa, 13 April 2010
Rabu, 07 April 2010
Catatan Kecil dari forum International Teacher Conference
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Catatan Kecil International Teacher Conference
Rangkuman posting Omjay, Pak Sopyan, & M. Ihsan di Milis Klub Guru Indonesia
International Teachers Conference and Education Exhibition 2010 (ITCEE 2010)
Hotel Sahid Jaya Jakarta selama dua hari, dari 3-4 April 2010.
Tema ITCEE 2010
Tema dari ITCEE kali ini adalah Learning, Sharing, and inspiring in a green environment, Education for 21st Century. Forum ini merupakan ajang bagi para guru untuk saling menceritakan dan bertukar informasi serta pengalaman para guru, saling menginspirasi bagi kemajuan peningkatan kualitas dan profesionalitas guru sehingga dicapai suatu kesepakatan yang bermanfaat dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Para Peserta ITCEE 2010
Saya pribadi mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada redaksi majalah guruku yang telah mengundang saya sebagai kontributor untuk hadir dalam kegiatan ini. Apalagi pak Ismet Hasan Putro, pimpinan redaksi majalah guruku dalam sambutannya mengatakan pentingnya para guru untuk saling berbagi dan berkolaborasi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
ITCEE 2010 ini dibuka oleh Prof Dr. Fuad Hamid, dari deputy Menkokesra. Sedianya acara ini akan dibuka oleh presiden SBY, namun pak SBY berhalangan hadir dan terus terang ini membuat saya dan rekan-rekan guru agak sedikit kecewa. Sebab dalam daftar acara jelas tertulis, bahwa akan ada dialog dengan presiden SBY. Tentu akan sangat senang sekali bila pak SBY bisa hadir dihadapan 1000 orang guru yang memenuhi ruangan Puri Agung Lantai 2 Hotel Sahid Jaya Jakarta.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Fuad Hamid mengatakan bahwa kemiskinan dan pengangguran, tanggap cepat terhadap bencana, konflik sosial, dan investasi SDM menjadi fokus kita dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu diperlukan SDM unggul yang mampu untuk bersaing dalam dunia pendidikan sebagai investasi penting di masa yang akan datang. Termasuk di dalamnya profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pendidikan di negara ini.
Dr. Arturo Acosta
Setelah sambutan dari deputy Menkokesra, Dr. Arturo Acosta, dari USAID USA memberikan paparannya tentang pendidikan di Amerika Serikat. beliau mengatakan bahwa guru yang berkualitas akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula, dan oleh karena itu, para guru di amerika serikat selalu melakukan proses "update diri" untuk lebih profesional dalam tugasnya sebagai pendidik.
Pemaparan beliau ini sangat menarik, dan membuat guru banyak bertanya tentang pendidikan di negera adidaya itu. Apalagi tema yang dibawakannya adalah Regulations on Teachers Profesionalism Development and impact on Education Quality. Mampu mempresentasikan dengan baik tentang Mapping America's Progress in education in the Era of No Child Left Behind.
Prof Fasli Djalal (Wakil Mendiknas) didampingi PimRed Majalah Guru sedang berbincang-bincang dengan penjaga stand dari Universitas Cambridge Buat saya yang hanya mahir dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (hahahaha) tentu mengalami kesulitan memahami omongan orang bule ini yang seperti orang kumur-kumur. Untunglah ada penterjemah yang mampu mengartikan kepada kami para guru yang belum begitu lancar dalam bahasa Inggrisnya, sehingga memahami apa yang beliau paparkan. Intinya beliau memuji Indonesia yang banyak sekali sekolahnya dan juga pelajarannya. Membuat para guru di Amerika harus banyak belajar dari Indonesia, hahahahaa (Nggak salah Tuh?).
Tanggal 3 April 2010 saya berusaha menyempatkan diri untuk menghadiri undangan International Teacher Conference yang diadakan oleh Majalah Guruku bersama Bakti BUMN. Sebuah perhelatan yang megah karena diselenggarakan di Hotel Sahid dengan pembicara lokal (para birokrat departemen dan pemimpin beberapa BUMN), ada Pak Johanes Surya, dan hampir di setiap sesi ada pembicara asing. Sayang RI-1 tidak datang, katanya sih lagi sibuk di hajatannya Abu Rizal Bakri... hmmmm selalu begitu ya.
Setelah pembukaan, kegiatan selanjutnya adalah presentasi dari Mr. Dacosta dari USAID yang bercerita tentang perbandingan sekolah di Amrik dengan di Indonesia. Dia menjadi sangat paham karena memang kerjaan dia adalah membuat pelatihan di berbagai daerah di Indonesia dengan DBE nya. Sayang... hanya sebatas statistik dan tidak menukik kepada sesuatu yang lebih dalam. Jadinya hanya sebatas informasi saja. Kegiatan selanjutnya adalah presentasi dari perwakilan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama. Judulnya keren banget mengenai strategi pengembangan madrasah. Isinya? Melulu masalah pendidikan di Kementrian Agama, kurang sdm lah, bangunan rusak, guru malas, dan seabrek masalah... Walah, kirain gak gitu ya... (sayang gak bisa nanya... kalau saja dapet... aku hajar dengan pertanyaan segambreng).
Selanjutnya talk show Wakil Mendiknas Bapak Fasli Jalal. Nah... kalau ini lumayan enak didengarkan. Selain presenternya juga menyenangkan, topik yang disampaikannya juga cukup menarik. program-program dan janji pembenahan menjadi sorotan. Bahkan beliau nantangin kalau ada kecurangan-kecurang an. Tapi lagi-lagi ujungnya formalitas.. . hmmm susah ya dapat kesempatan diskusi intensif. Harus main ke kantornya sepertinya.
Setelah makan siang dan melihat galeri stand yang cukup wah.... Saya mendengarkan presentasi dari Pak Johanes Surya. Tapi topiknya perasaan selalu sama. Dia selalu ngomong "Tidak ada murid bodoh jika gurunya OK dan metodenya OK". Tapi secara umum dia cukup menarik untuk didengarkan. Apalagi dari daerah lain pasti dahsyat mendengarkan salah satu icon olimpiade IPA. Ia bercerita bahwa:
· ada 10% anak yang Auditory
· ada 30% anak yang visual
· ada 60% anak yang kinestetik.. ..
Pudak Scientific, Total dalam Melayani Penyediaan Alat Peraga IPA
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Pudak Scientific adalah produsen dan penyedia bermacam Alat Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Basic Science) berkualitas tinggi yang mencakup bidang: Kimia, Fisika (Elektronika, Mekanika dan Optika), Biologi dan Peralatan Kejuruan (Vocational Training). Produk yang dihasilkan mencakup jenjang pendidikan yang luas, mulai dari SD/Madrasah Ibtidaiyah, SLTP/Madrasah Tsanawiyah, SMU/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, sampai tingkat Perguruan Tinggi (Politeknik, Universitas, Institut, Akademi dan Sekolah Tinggi).
Pada tingkat SD, produk yang dihasilkan adalah berupa Alat Peraga Pendidikan IPA-SD/MI yang dikemas dalah sebuah Kotak dimana seluruh komponen/instrumen disusun secara terpadu, sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan berbagai percobaan bagi para siswa.
Di tingkat SLTP, produk yang dihasilkan juga dikemas dalam bentuk KIT, terdiri dari KIT Kimia, KIT Optika, KIT Mekanika, KIT Listrik dan Magnit, KIT Hidrostatika dan Panas serta KIT Matematika. Terdapat juga peralatan lainnya yang belum dikemas dalam bentuk KIT, atau yang dikategorikan sebagai barang reguler seperti Alat Peraga Kimia dan Peralatan Biologi, maupun juga peralatan reguler untuk Fisika. Contohnya seperti: Mikroskop, Model Manusia, Gambar Biologi, Gelas Kimia, Catu Daya, Model Binatang dan sebagainya.
Untuk tingkat SMU, Pudak Scientific juga mengemas bermacam KIT untuk percobaan, seperti KIT Kimia, KIT Optika, KIT Mekanika, KIT Listrik dan Magnit, KIT Hidrostatika dan Panas, KIT Matematika. Juga terdapat barang-barang reguler yang tidak dikemas dalam bentuk KIT yang ditujukan untuk Kurikulum Sekolah Menengah Umum.
Bagi Sekolah Menengah Kejuruan, tersedia bermacam produk Peralatan Pelatihan Kejuruan (Vocational Training Equipment) yang meliputi: Pelatihan Video Kaset, Pelatihan TV Berwarna, Pelatihan Kaset Rekorder, Pelatihan Gelombang Mikro, Pelatihan Dasar-Dasar Sistem Komunikasi Digital, Pelatihah Opto Elektronika, Pelatihan Elektronika Dasar, Demonstrasi Tenaga Matahari, Pelatihan Otomotif, dan sebaginya.
Pudak Scientific juga menghasilkan alat percobaan untuk tingkat Perguruan Tinggi, seperti Percobaan Electron Beam, Percobaan Milikan Oil Drop, percobaan Franck Hertz, Percobaan Hall Effect dan sebagainya. Selain itu diproduksi juga Alat-Alat Gelas Tahan Panas (Pyrex) melalui kerjasama dengan IWAKI GLASS under license yang dipergunakan sebagai alat bantu riset dan pengukuran, dan produk yang dihasilkan telah dipergunakan secara luas dan sebagian besar telah dieksport keluar negeri.
Adapun sebagian besar produk dari Pudak Scientific dihasilkan sendiri di gedung pabrik seluas 30 ribu meter persegi di kawasan Gedebage, Bandung . Dengan sistem produksi yang terpadu, dan manajemen mutu dan produksi yang baik, Pudak Scientific menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif (quality & price advantage). Bahkan produk Pudak Scientific telah banyak dipergunakan di mancanegara.
Pudak Scientific juga berpartisipasi dalam memberikan tempat Praktek Kerja Lapangan/ Praktek Sistem Ganda bagi para siswa SKM. Sejak tahun 1985, setiap tahun sekitar 400 orang telah melaksanakan PKL/PSG, sehingga sampai sekarang sekitar 5000 siswa SMK telah menyelesaikan pelatihan praktek di Pudak Scientific, dan secara umum para Kepala Sekolah yang mengirimkan siswanya menyimpulkan bahwa mereka merasa puas dengan sistem pelaksanaan PKL/PSG yang diselenggarakan oleh Pudak Scientific.
Pudak Scientific, Manufacturer of Educational Teaching Aids, Laboratory Instruments and Hospital Equipments.
Jl. Pudak No. 4 Bandung 40113
Jawa Barat, Indonesia
+62-22-727-2755
sales@pudak.com
www.pudak.com
www.pudak-machinery.com
Pudak Scientific adalah produsen dan penyedia bermacam Alat Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (Basic Science) berkualitas tinggi yang mencakup bidang: Kimia, Fisika (Elektronika, Mekanika dan Optika), Biologi dan Peralatan Kejuruan (Vocational Training). Produk yang dihasilkan mencakup jenjang pendidikan yang luas, mulai dari SD/Madrasah Ibtidaiyah, SLTP/Madrasah Tsanawiyah, SMU/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, sampai tingkat Perguruan Tinggi (Politeknik, Universitas, Institut, Akademi dan Sekolah Tinggi).
Pada tingkat SD, produk yang dihasilkan adalah berupa Alat Peraga Pendidikan IPA-SD/MI yang dikemas dalah sebuah Kotak dimana seluruh komponen/instrumen disusun secara terpadu, sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan berbagai percobaan bagi para siswa.
Di tingkat SLTP, produk yang dihasilkan juga dikemas dalam bentuk KIT, terdiri dari KIT Kimia, KIT Optika, KIT Mekanika, KIT Listrik dan Magnit, KIT Hidrostatika dan Panas serta KIT Matematika. Terdapat juga peralatan lainnya yang belum dikemas dalam bentuk KIT, atau yang dikategorikan sebagai barang reguler seperti Alat Peraga Kimia dan Peralatan Biologi, maupun juga peralatan reguler untuk Fisika. Contohnya seperti: Mikroskop, Model Manusia, Gambar Biologi, Gelas Kimia, Catu Daya, Model Binatang dan sebagainya.
Untuk tingkat SMU, Pudak Scientific juga mengemas bermacam KIT untuk percobaan, seperti KIT Kimia, KIT Optika, KIT Mekanika, KIT Listrik dan Magnit, KIT Hidrostatika dan Panas, KIT Matematika. Juga terdapat barang-barang reguler yang tidak dikemas dalam bentuk KIT yang ditujukan untuk Kurikulum Sekolah Menengah Umum.
Bagi Sekolah Menengah Kejuruan, tersedia bermacam produk Peralatan Pelatihan Kejuruan (Vocational Training Equipment) yang meliputi: Pelatihan Video Kaset, Pelatihan TV Berwarna, Pelatihan Kaset Rekorder, Pelatihan Gelombang Mikro, Pelatihan Dasar-Dasar Sistem Komunikasi Digital, Pelatihah Opto Elektronika, Pelatihan Elektronika Dasar, Demonstrasi Tenaga Matahari, Pelatihan Otomotif, dan sebaginya.
Pudak Scientific juga menghasilkan alat percobaan untuk tingkat Perguruan Tinggi, seperti Percobaan Electron Beam, Percobaan Milikan Oil Drop, percobaan Franck Hertz, Percobaan Hall Effect dan sebagainya. Selain itu diproduksi juga Alat-Alat Gelas Tahan Panas (Pyrex) melalui kerjasama dengan IWAKI GLASS under license yang dipergunakan sebagai alat bantu riset dan pengukuran, dan produk yang dihasilkan telah dipergunakan secara luas dan sebagian besar telah dieksport keluar negeri.
Adapun sebagian besar produk dari Pudak Scientific dihasilkan sendiri di gedung pabrik seluas 30 ribu meter persegi di kawasan Gedebage, Bandung . Dengan sistem produksi yang terpadu, dan manajemen mutu dan produksi yang baik, Pudak Scientific menghasilkan produk dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif (quality & price advantage). Bahkan produk Pudak Scientific telah banyak dipergunakan di mancanegara.
Pudak Scientific juga berpartisipasi dalam memberikan tempat Praktek Kerja Lapangan/ Praktek Sistem Ganda bagi para siswa SKM. Sejak tahun 1985, setiap tahun sekitar 400 orang telah melaksanakan PKL/PSG, sehingga sampai sekarang sekitar 5000 siswa SMK telah menyelesaikan pelatihan praktek di Pudak Scientific, dan secara umum para Kepala Sekolah yang mengirimkan siswanya menyimpulkan bahwa mereka merasa puas dengan sistem pelaksanaan PKL/PSG yang diselenggarakan oleh Pudak Scientific.
Pudak Scientific, Manufacturer of Educational Teaching Aids, Laboratory Instruments and Hospital Equipments.
Jl. Pudak No. 4 Bandung 40113
Jawa Barat, Indonesia
+62-22-727-2755
sales@pudak.com
www.pudak.com
www.pudak-machinery.com
Selasa, 06 April 2010
Gratis, Try Out Online untuk Pelajar SD di Indismart
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Gratis, Try Out Online untuk Pelajar SD di Indismart
Pada tanggal 7-11 April 2010, Indismart mengadakan try out online di www.indi-smart.com. Try out ini terbuka untuk siswa kelas 6 SD di seluruh Indonesia. Try out ini digratiskan untuk semua peserta. Peserta akan mengerjakan 4 bidang studi yaitu Bahasa Indonesia (50 soal), IPA (40 soal) dan Matematika (40 soal). Pengerjaan soal dapat dilakukan dalam tiga kali pengerjaan. Untuk setiap bidang studi, peserta akan diberi waktu pengerjaan selama 120 menit per bidang studi tanpa jeda. Soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda.
Caranya mengikutinya sangat mudah, peminat mengunjungi website http://tryout.indi-smart.com lalu melakukan pendaftaran dengan mengisi kolom yang diminta. Setelah pendaftaran selesai, peminat langsung bisa melakukan login dan mengikuti try out. Di akhir sesi, peserta dapat melihat hasil pengerjaan soal dengan meng klik menu profil, lalu klik menu rapor anda.
Pemenang akan mendapatkan hadiah menarik dari Indismart dan dari sponsor lain. Untuk yang berminat menyediakan hadiah/sponsorship, silakan menghubungi 081320656905 atau firmanjul@yahoo.com.
Kamis, 25 Maret 2010
Gratis, Try Out Online untuk Pelajar SMP di Indismart
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Gratis, Try Out Online untuk Pelajar SMP di Indismart
Pada tanggal 24-28 Maret 2010, Indismart mengadakan try out online di www.indi-smart.com. Try out ini terbuka untuk siswa kelas 3 SMP di seluruh Indonesia. Try out ini digratiskan untuk semua peserta. Peserta akan mengerjakan 4 bidang studi yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika. Setiap bidang studi terdiri dari 40-50 soal dan diberikan waktu pengerjaan selama 120 menit per bidang studi tanpa jeda. Soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda.
Caranya mengikutinya sangat mudah, peminat mengunjungi website http://tryout.indi-smart.com lalu melakukan pendaftaran dengan mengisi kolom yang diminta. Setelah pendaftaran selesai, peminat langsung bisa melakukan login dan mengikuti try out. Di akhir sesi, peserta dapat melihat hasil pengerjaan soal dengan meng klik menu profil, lalu klik menu rapor anda.
Di masa datang, masih akan diselenggarakan banyak event sejenis dengan hadiah yang menarik. Untuk yang berminat menyediakan hadiah/sponsorship, silakan menghubungi 081320656905 atau firmanjul@yahoo.com.
Rabu, 03 Maret 2010
Indismart diberikan Gratis oleh Telkomsel
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Indismart dibagikan gratis oleh telkomsel bagi pembeli paket bundling laptop dan modem telkomsel. Dapatkan segera produknya di:
MEGA BAZAAR COMPUTER!!
3-7 Maret 2010, Serentak di 7 kota Indonesia..
Hall A, B & Cendrawasih - Jakarta Convention Center
10.00 - 21.00 WIB
Weekday : Rp 5.000,-
Weekend : Rp 10.000,-
Graha Manggala Siliwangi - Bandung
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 2.000,-
JavaMall - Semarang
10.00 - 21.00 WIB
Dome, UMM - Malang
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Gramedia Expo - Surabaya
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Grand Bima Jogja Expo Center (JEC) - Jogja
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Celebes Convention Center - Makasar
10.00 - 21.00 WITA
HTM Rp 3.000,-
Indismart dibagikan gratis oleh telkomsel bagi pembeli paket bundling laptop dan modem telkomsel. Dapatkan segera produknya di:
MEGA BAZAAR COMPUTER!!
3-7 Maret 2010, Serentak di 7 kota Indonesia..
Hall A, B & Cendrawasih - Jakarta Convention Center
10.00 - 21.00 WIB
Weekday : Rp 5.000,-
Weekend : Rp 10.000,-
Graha Manggala Siliwangi - Bandung
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 2.000,-
JavaMall - Semarang
10.00 - 21.00 WIB
Dome, UMM - Malang
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Gramedia Expo - Surabaya
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Grand Bima Jogja Expo Center (JEC) - Jogja
10.00 - 21.00 WIB
HTM Rp 3.000,-
Celebes Convention Center - Makasar
10.00 - 21.00 WITA
HTM Rp 3.000,-
Kamis, 18 Februari 2010
14 Tips Menggunakan Internet Secara Cerdas
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Beberapa hari terakhir ini, isu internet dengan jejaring sosial nya menyeruak ke permukaan. Beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui situs jejaring sosial. Begitu merusakkah internet? Tentu tidak. Internet adalah sebuah alat, yang tergantung bagaimana dan untuk apa kita menggunakan alat itu. Berikut tips bagaimana menggunakan internet secara cerdas sehingga bermanfaat bagi kehidupan.
Berikut iseng-iseng saya buat 14 Tips Berinternet Secara Cerdas, yang semoga bermanfaat:
1. Internet adalah gudang ilmu, gunakan semaksimal mungkin untuk mencari informasi yang menunjang pelajaran, kuliah, penelitian, pekerjaan dan hal-hal yang mencerdaskan lainnya. (Red: Bergabunglah dengan www.indi-smart.com, untuk mengakses konten pembelajaran online interaktif)
2. Jangan mengumbar atau memberikan data diri Anda dengan mudah di Internet, sebab data diri Anda bisa saja disalahgunakan pihak lain.
3. Internet bersifat anonimous, mengaku perempuan tapi lelaki, bernama X tapi ternyata Y, tinggal di kota A tapi sesungguhnya di B, sehingga jangan percaya begitu saja akan informasi yang disampaikan.
4. Jejaring sosial seperti Facebook, Friendster, Twitter, My Space dan sebagainya baik untuk mempererat tali silaturahmi, berdiskusi akan banyak hal, tapi gunakanlah secara bijak, atur waktu mengakses agar tetap produktif dan jangan sembarangan menerima ajakan ”kopi darat”/bertemu dengan orang yang belum dikenal.
5. Internet mempermudah transaksi bisnis, perbankan maupun jual-beli barang, untuk itu gunakan transaksi dengan tingkat security yang aman, berhati-hati dengan nomor kartu kredit, PIN e-banking, sebab penjahat internet siap mengintai setiap saat.
6. Bagi orang tua, dampingi putra-putri saat mengakses internet dan berikan penjelasan serta batasan apa saja yang boleh diakses.
7. Untuk membatasi putra-putri yang di bawah umur mengakses situs pornografi.pornoaks i, gunakan program-program filter (seperti netnanny, K9 web protection) di komputer sehingga akses internet dapat terbatasi untuk situs-situs yang aman saja.
8. Saat ini, koneksi internet Indonesia yang terhubung ke luar negeri memerlukan kapasitas lebar pita yang besar, untuk itu utamakan membuat dan mengakses konten-konten lokal dan tidak mendownload file-file yang tidak perlu dari situs di luar negeri.
9. Selalu log out setelah Anda log in suatu aplikasi maupun transaksi apapun. Keadaan tetap log in beresiko jika ada pihak lain yang kemudian melanjutkan aplikasi maupun transaksi terutama untuk akses internt di tempat umum seperti Warnet.
10. Bahasa tulis berbeda dengan bahas lisan, sehingga gunakanlah tata bahasa yang baik dan tidak menimbulkan salah pengertian pihak lain. Kalaupun dirasa ada yang tidak pas dengan bahasa yang tertulis, pemakluman diperlukan mengingat tingkat pendidikan dan pengalaman yang berbeda ataupun kesulitan dalam menerjemahkan bahasa lisan ke tulisan, apalagi internet terutama dengan booming jejaring sosial, masih merupakan ”mainan’ baru bagi kita semua.
11. Internet bukan wilayah bebas tanpa hukum, dimana kejahatan yang dilakukan secara off line (tradisional) kemudian beralih dengan memanfaatkan teknologi informasi (online) kini juga dapat diproses secara hukum. Penjahat cyber seperti cracker, carder, pencuri data/informasi elektronik kini juga dapat dijerat secara hukum. Begitu juga bagi pihak-pihak yang melakukan penipuan, pemerasan, atau penghinaan/pencemar an nama baik secara online.
12. Perhatikan soal hak cipta saat menyalin (copy-paste) maupun menyebarkan tulisan, gambar atau video dari pihak/situs lain agar tidak ada tuntutan dikemudian hari.
13. Tidak memproduksi maupun menyebarkan spam, virus, HOAX, termasuk juga gambar/foto pornoaksi dan pornografi, terutama pornografi anak.
14. Karena akses internet berbiaya, terutama yang menggunakan waktu (seperti dial up ataupun di warnet-warnet) maupun volume, maka gunakan internet seperlunya agar biaya tidak membengkak. Kalaupun bersifat unlimited, tetap matikan akses jika sudah tidak dipakai agar jika ada pengguna lain yang ingin menggunakan, mendapatkan kualitas layanan yang seperti diharapkan.
(herusutadi@hotmail. com, Facebook: http://www.facebook .com/herusutadi )
Rabu, 17 Februari 2010
Indismart Ganti Penampilan! Lebih Seru!
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Sejak pertengahan januari, Indismart telah mengganti tampilan webnya.
Beberapa penyempurnaan di antaranya:
Kami berharap Anda puas dengan tampilan baru ini dan kami akan terus menyempurnakan pelayanan kami kepada Anda. Jangan lupa tagline baru kami: "Indismart, Hadiah Terbaik untuk Pelajar!"
Sejak pertengahan januari, Indismart telah mengganti tampilan webnya.
Beberapa penyempurnaan di antaranya:
- Penambahan menu demo konten
- Penampilan menu opini pengguna
- Penambahan menu follow us
- Penambahan menu aktivasi PIN
- Penambahan menu katalog
- Penambahan info Voucher, dan lain-lain
Kami berharap Anda puas dengan tampilan baru ini dan kami akan terus menyempurnakan pelayanan kami kepada Anda. Jangan lupa tagline baru kami: "Indismart, Hadiah Terbaik untuk Pelajar!"
Indismart dan Klub Guru Indonesia
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Menimbang adanya keinginan yang sama dari Indismart dan Klub Guru Indonesia untuk memajukan pendidikan Indonesia, Indismart turut menyemarakkan kegiatan Saresehan Klub Guru Indonesia, Sabtu, 13 Februari 2010, di Kantor PT Telkom, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
Indismart hadir untuk mengenalkan, melayani, dan menawarkan kemitraan kepada para pendidik yang berada di Jakarta. Setelah diperkenalkan kepada seluruh yang hadir, semuanya menyambut gembira atas kesertaan Indismart di acara ini. Banyak di antaranya yang langsung bergabung untuk menjadi pengguna.
Dalam acara yang dihadiri sekira 500 audiens ini, Indismart membagikan hadiah berupa voucher aktivasi Indismart kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan atau yang berani tampil ke depan. Indismart juga memberikan diskon khusus bagi peserta yang bergabung hari itu. Norma dan Gerry, staf Indismart yang melayani peserta mengaku kelelahan menanggapi antusiasme dan animo peserta. "Cukup melelahkan, tapi kami gembira karena para peserta menyukai Indismart", ujar Norma saat diminta komentarnya.
Menimbang adanya keinginan yang sama dari Indismart dan Klub Guru Indonesia untuk memajukan pendidikan Indonesia, Indismart turut menyemarakkan kegiatan Saresehan Klub Guru Indonesia, Sabtu, 13 Februari 2010, di Kantor PT Telkom, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
Indismart hadir untuk mengenalkan, melayani, dan menawarkan kemitraan kepada para pendidik yang berada di Jakarta. Setelah diperkenalkan kepada seluruh yang hadir, semuanya menyambut gembira atas kesertaan Indismart di acara ini. Banyak di antaranya yang langsung bergabung untuk menjadi pengguna.
Dalam acara yang dihadiri sekira 500 audiens ini, Indismart membagikan hadiah berupa voucher aktivasi Indismart kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan atau yang berani tampil ke depan. Indismart juga memberikan diskon khusus bagi peserta yang bergabung hari itu. Norma dan Gerry, staf Indismart yang melayani peserta mengaku kelelahan menanggapi antusiasme dan animo peserta. "Cukup melelahkan, tapi kami gembira karena para peserta menyukai Indismart", ujar Norma saat diminta komentarnya.
Flexi Gandeng Komunitas Guru
Jakarta (ANTARA) - Telkom Flexi meluncurkan layanan flexi klub guru yang menyasar komunitas tenaga pendidik di tanah air untuk memenuhi kebutuhan informasi. "Hingga akhir tahun ini, kami menargetkan sebanyak satu juta pelanggan baru dari komunitas flexi klub guru ini," kata Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa di sela peluncuran flexi klub guru di Jakarta, Sabtu. Flexi sedang gencar menggarap pasar komunitas setelah pada Januari 2010 juga bekerja sama dengan komunitas Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
840 Guru Meriahkan Sarasehan Guru Se-DKI Jakarta
Peluncuran Perdana HP Flexi-Klub Guru Indonesia – Bertempat di Aula Pangeran Kuningan Telkom, Gedung Telkom Jl. Gatot Subroto Jakarta dilakukan memorandum of understanding (MoU) antara PT Telkom Tbk dengan Klub Guru Indonesia (KGI) untuk pengadaan handphone Flexi-Klub Guru Indonesia berisi konten pendidikan yang sesuai dengan profesi guru. Tampak Deputy Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian kependudukan dan Permukiman Margani M.Mustar (sebelah kanan prototipe handphone) didampingi Satria Dharma, Ketua KGI, Ign B Budisuranto, EGM Flexi Businesss Development PT Telkom Tbk, dan Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sabtu (13/2)
Suasana Aula Pangeran Kuningan Telkom, Gedung Telkom di Jl. Gatot Subroto Jakarta dari mulai pukul 07.00 pagi tampak mulai dipadati oleh para guru-guru yang berdatangan dari segala penjuru wilayah DKI Jakarta. Lebih dari 840 guru memenuhi ruangan Aula untuk mengikuti Sarasehan Guru Se-DKI Jakarta dan Soft Launching Flexi-Klub Guru Indonesia, Sabtu (13/2). Tampak hadir dalam acara tersebut masing-masing Deputy Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian kependudukan dan Permukiman Margani M.Mustar, DR. Baedhowi M.Si, Dirjen PMTK, Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Satria Darma, Ketua Klub Guru Indonesia (KGI) Pusat didampingi Rama Royani, Ketua KGI-DKI Jakarta serta beberapa pejabat dari PT Telkom Tbk.
Selain acara sarasehan, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara PT Telkom Tbk yang diwakili Ign B Budisuranto, EGM Flexi Businesss Development dan Klub Guru Indonesia oleh Satria Darma dalam penyediaan handphone Flexi-Klub Guru Indonesia. Inovasi terbaru dari anak negeri Flexi ini menjadi salah satu solusi komunikasi bagi para guru di Indonesia. Di dalam handphone akan tertanam fitur-fitur yang mendidik diantaranya Info KGI berupa update info terbaru tentang Klub Guru, maupun penyelenggaraan seminar dan workshop yang bisa diikuti para guru.
Konten lainya adalah Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berisi informasi lengkap tentang karya tulis ilmiah, berupa daftar KTI Pilihan yang bisa dijadikan sumber isnpirasi, tema-tema KTI dan status KTI para guru. Masih ditambahkan pula klub diskon berupa potongan harga dari para merchant yang sudah bekerjasama dengan KGI. Sebakin lengkap fiturnya karena masih ada konten kios musik, kios buku, dan kios digital yang akan diisi berbagai novel digital yang bisa diakses dengan mudah di mana saja dan kapan saja.
Dalam pengantarnya, Satria Darma, Ketua KGI Pusat, memberikan wawasan bahwa ciri-ciri negara-negara maju indikator yang gampang dikenali adalah melalui maju tidaknya dunia pendidikan dan para pendidiknya alias guru. Untuk itulah kalau Indonesia ingin maju, tidak ada pilihan lain selain harus memajukan duni pendidikan. Satria juga memberikan kabar gembira bahwa KGI sendiri sebagai organisasi profesi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme para guru sudah diakui keberadaaannya melalui ijin Departemen Hukum dan HAM melalui induk Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Mewakili pemerintah daerah DKI Jakarta, Margani, Deputy Gubernur DKI Jakarta yang menggantikan Fauzi Bowo, Gubernur DKI yang berhalangan hadir, menyampaikan pembangunan daerah di Ibukota tidak memungkinkan kalau harus mengandalkan potensi dari sumber daya alam. “Karena DKI Jakarta tidak memiliki potensi sumber daya alam seperti di daerah lain, maka pemerintah daerah sangat memahami bahwa kelebihan kami terletak di eilayah sumber daya manusia”.
Menyadari pentingnya sumber daya manusia ini, lanjut Margani, Pemda serius memperhatikan kualitas di sektor SDM. “Misalnya kami adalah pemerintah daerah yang pertama kali menerapkan alokasi 20% dana APBD untuk pendidikan. Di samping itu kami terus-menerus memperhatikan kesejahteraan para guru melalui tunjangan kerja daerah yang menjadikan profesi guru kini memiliki total packace salary di atas rata-rata pegawai negeri sipil lainnya.” imbuhnya.
Acara sarasehan yang seharusnya dihadiri oleh Mendiknas, M. Nuh, akhirnya diwakili oleh Dirjen PMTK, DR. Baidhowi. Dalam sambutannya Baidhowi menyampaikan pesan Mendiknas kepada para peserta sarasehan guru. “Pesan dari Pak Menteri sejatinya yang pertama ditujukan buat saya sendiri karena saya juga seorang guru. Ada tiga pesan yang dititipkan” ujar Baidhowi.
Pesan pertama, guru harus mempunyai cita-cita yang jelas sebagai seorang pendidik. Karena dengan cita-cita yang jelas, guru akan lebih pasti dalam melangkah. Pesan kedua, guru harus terus memperkaya ilmu sehingga bisa memberikan bekal yang cukup kepada anak didiknya. “Dan pesan yang ketiga adalah guru harus memiliki karakter yang kuat. Guru adalah suri tauladan sehingga ia harus menjadi role model yang baik bagi murid-muridnya”.
Sarasehan guru yang telah diagendakan oleh kepengurusan KGI-DKI untuk bisa berinteraksi langsung dengan para anggotanya juga menghadirkan DR. Indra Jati Sidi didampingi Rama Royani selaku Ketua KGI-DKI dalam diskusi panel dengan topik “Peran Pendidikan dalam Membangun Karkater Bangsa”. Dalam paparannya, Abah Rama, anggilan akrab Ketua KGI-DKI ini- memberikan materi yang saat ini sangat relevan yakni tentang karakter.
Abah Rama menyebut ada dua dimensi karakter yang ada dalam setiap pribadi, yakni performance character dan moral character. Performance character adalah kualitas sesorang yang dibutuhkan untuk memetik hasil melalui sikap kerja keras, disiplin diri, banyak akal, pantang menyerah, bertanggungjawab serta memiliki integritas. Sedangkan moral character adalah kualitas untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan melalui cara berbagi, memiliki kepedulian, membantu orang lain, menjaga lingkungan maupun sedekah.
Abah Rama menekankan, kedua karakter tersebut akan muncul ketika seseorang berada pada lingkungan yang sesuai dengan bakat dan minatnya. “Karena kalau orang bekerja di area yang disenangi dan sesuai maka performance character itu akan muncul melalui cerminan sikap rajin, tepat waktu, kerja keras dan disiplin”. Demikian juga dengan guru, lanjut Abah Rama, kalau sudah menemukan area yang tepat maka tugas guru yang sejatinya adalah memandu anak muridnya agar menemukan bakat dan potensi kekuatan mereka akan bisa dikerjakan dengan mudah. “Tentu saja setelah para guru itu sendiri mengetahui bakat dan minatnya masing-masing”.
Untuk itulah, masih menurut Abah Rama, KGI-DKI memiliki program kerja yang salah satunya adalah memetakan kekuatan guru-guru di wilayah DKI Jakarta. “Saat ini kami telah memiliki database 800 guru dan akhir bulan Februari ini akan bertambah menjadi 2.000 guru”. KGI-DKI, sebut Abah, malah bermimpi seluruh guru yang ada di wilayah ibukota sebanyak 100.000 guru bisa dipetakan bakat dan potensinya semua.
“Peta kekuatan guru sebagai database akan sangat berguna bagi para kepala sekolah untuk mengetahui kekuatan para guru yang ada di lingkungan sekolahnya dan memberikan tugas-tugas yang sesuai. Di samping itu dengan peta guru juga bisa dijadikan sebagai acuan pengembangan kualitas SDM yang efektif”, tutur Abah sembari menambahkan bahwa peta kekuatan guru di tingkat nasional juga sangat diperlukan sebagai bahan dasar pengambilan kebijakan pendidikan.
Dalam kesempatan sarasehan ini, Abah Rama menyampaikan dua buah buku kepada Mendiknas yang diwakili oleh DR. Baidhowi. Buku pertama adalah hasil Talents Mapping 800 guru di wilayah Jakarta, dan bukua kedua “Report to The Nations Smart & Good School”, yakni hasil penelitian para profesor luar negeri berisi laporan tentang langkah-langkah membangun karakter di sekolah. Report ini hasil penelitian tentang sekolah-sekolah di luar negeri berikut best practices yang bisa dijadikan inspirasi untuk diterapkan di sekolah-sekolah dalam negeri.
Menambahkan peran penting karakter di kalangan pendidik, DR. Indra Jati Sidi yang tampil sebagai pembicara kedua juga menekankan pentingnya karakter bagi para guru-guru. Dengan gayanya yang enerjik, Indra yang juga sebagai Dewan Pembina KGI, memberikan wawasan pengalamannya mengajar di Kampus ITB maupun pengalaman tak terlupakan selama mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.
“Karakter di Amerika itu sangat dijunjung tinggi. Sebagai misal kalau teman kita tidak masuk seminggu, biasanya kita akan dengan senang hati memberikan catatan agar dia tidak tertinggal. Namun buat mereka ini justru sebuah penghinaan karena baginya itu merupakan bagian dari konsekuensi dan tanggungjawab pribadi selama dia sakit, bukan menjadi tanggungjawab orang lain,” ujar dosen yang gemar berolahraga ini.
Indra menambahkan sejak dulu para pendiri bangsa sudah menekankan pentingnya pembangunan karakter. “Kita bisa melihat bagaimana Indonesia dulu pernah dikenal sebagai negara yang disegani melalui sosok pemimpin Bung Karno dengan karakternya yang kuat. Tugas kita sekarang adalah mengembalikan kebanggaan kita dalam berbangsa dan bernegara melalui moral dan karakter yang tinggi”.Tukas Indra lagi.
(Rudi K, Media Relations KGI-DKI, 0817-9138-669, Email: erkoes@yahoo. Com)
Rabu, 27 Januari 2010
Indismart Ikutan Pameran, Melelahkan Tapi Menyenangkan...
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Apakabar pembaca, selamat berjumpa lagi dengan Indismart. Sudah empat hari kami mengikuti pameran, yaitu pada 23-26 Januari 2010. Dua hari pertama, kami pameran di acara Speedy Games Championship. Dua hari terakhir kami pameran di acara Rapim Telkomgroup.
Selama pameran, kami merasa senang bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Mereka kami ajak untuk mengenal Indismart bahkan mencobanya. Karena tertarik dan puas, banyak di antara mereka langsung berlangganan.
Acara Speedy Games Championship itu ternyata seru sekali. Ada lomba games, ada lomba kostum (Cosplay), ada penyerahan hadiah Telepon Rumah Rezeki Tumpah. Hadiahnya mobil mewah! Hadiahnya langsung diberikan oleh Wagub Jabar Dede Yusuf. Ada penampilan pemusik dan penari, ada promosi produk Telkomgroup dan banyak lagi.
Berikut saya tampilkan beberapa foto liputan pameran kemarin. Jangan lupa segera bergabung dengan Indismart ya, karena Indismart itu hadiah terbaik bagi pelajar!
Apakabar pembaca, selamat berjumpa lagi dengan Indismart. Sudah empat hari kami mengikuti pameran, yaitu pada 23-26 Januari 2010. Dua hari pertama, kami pameran di acara Speedy Games Championship. Dua hari terakhir kami pameran di acara Rapim Telkomgroup.
Selama pameran, kami merasa senang bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Mereka kami ajak untuk mengenal Indismart bahkan mencobanya. Karena tertarik dan puas, banyak di antara mereka langsung berlangganan.
Acara Speedy Games Championship itu ternyata seru sekali. Ada lomba games, ada lomba kostum (Cosplay), ada penyerahan hadiah Telepon Rumah Rezeki Tumpah. Hadiahnya mobil mewah! Hadiahnya langsung diberikan oleh Wagub Jabar Dede Yusuf. Ada penampilan pemusik dan penari, ada promosi produk Telkomgroup dan banyak lagi.
Berikut saya tampilkan beberapa foto liputan pameran kemarin. Jangan lupa segera bergabung dengan Indismart ya, karena Indismart itu hadiah terbaik bagi pelajar!
Jumat, 22 Januari 2010
Kunjungi Stand Indismart di Speedy Games Championship
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Games Championship II, PVJ - Bandung 23-24 Januari 2010
Parijs Van Java - Bandung
23-24 Januari 2010
Acara Speedy Game Championsip II merupakan kelanjutan dari Event Speedy Game Championship I yang telah dilaksanakan di La Piazza , Jakarta pada tanggal 19-20 Desember 2009 yang diadakan bersamaan dengan Launching Speedy Game .Pertandingan game profesional yang dilaksanakan secara nasional ini berhadiah total 20 juta Rupiah untuk 6 tim pemenang.
Event Speedy Game Championship yang kedua kalinya diadakan ini berlangsung di Paris Van Java, Bandung pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 23-24 Januari 2010.
Untuk dapat ikut serta di Championship ini adalah dengan melakukan registrasi. Registrasi peserta dilakukan dengan menaympaikan nama tim dan daftar anggota tim dikirimkan ke helpdesk-game@telkom.cc. Contact person game competition : Adit – 0858 8888 9456. Mini game pun biasa diadakan selama event berlangsung, semua visitor bisa bergabung untuk memperebutkan hadiah menarik. Dalam acara ini Special game center mengundang perwakilan game center untuk ikut bertanding., dan hadiahnya jutaan Rupiah.
Peserta Event Speedy Game Championship II ini adalah para gamer profesional untuk area Bandung serta Jawa Barat. Dan Exhibition Party pasti akan berjalan dengan seru nantinya antara pemenang Game Championship I Jakarta dan pemenang Game Chempionship II Bandung diiringi oleh hiburan menarik para dancer serta band-band Speedy Trek.
Jumat, 08 Januari 2010
KABAR BAIK UNTUK PEREMPUAN JABAR & BANTEN
Ada kabar baik bagi kaum perempuan di Jawa Barat. Bagi Kaum perempuan yang berlangganan speedy di Wilayah Jabar dan Banten mulai Januari 2010, PT Telkom Indonesia memberikan Promo Akses Gratis Indismart selama satu bulan. Segera daftarkan diri Anda. Hubungi segera kantor pelayanan Telkom Speedy segera.
Akses Gratis Indismart ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk anggota keluarganya atau pihak lain. Indismart ditujukan untuk pelajar SD hingga SMA. Namun tetap bermanfaat untuk anak usia prasekolah bahkan untuk orang dewasa.
Senin, 04 Januari 2010
Indismart Penting bagi Saya... (Kesaksian Seorang Pendidik)
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Indismart sangat penting dan erat kaitannya dengan hidup saya karena saya seorang ibu, pendidik, sekaligus peneliti penggunaan teknologi dalam pendidikan. Sebagai seorang ibu, saya merasa senang karena saya dapat menyediakan bahan ajar yang menarik untuk putra saya. Indismart memudahkan saya dalam memantau kemajuan belajar putra saya karena saya akan menerima laporan berkala tentang kegiatan dan prestasi putra saya.
Sebagai seorang pendidik, saya dimudahkan dalam menyajikan proses pembelajaran, karena Indismart merupakan media pembelajaran yang atraktif , tidak membosankan, menarik dan efektif.
Sebagai lulusan program magister teknologi pendidikan, saya menemukan banyak hal menarik pada Indismart. Selain kontennya yang memang sangat bermutu, Indismart menawarkan banyak program pendukung pembelajaran di antaranya fitur latihan soal, jawaban dan pembahasan. Juga peniaian dan pelaporan prestasi. Bahkan program tahunan seperti kompetisi sain online, try out, dll.
Saya juga puas dengan kemudahan interaksi dengan Indismart. Indismart menyediakan banyak saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan baik itu kritik, saran, dan gagasan kreatif. Kru Indismart dapat dihubungi melalui pesawat telepon, faksimili, email, sms, yahoo messenger dan mailing list. Indismart juga ditemui di facebook, twitter, blog, dll sehingga saya bisa mendapatkan informasi terkini secara mudah.
Saya berharap agar Indismart bisa dikenal oleh lebih banyak kalangan. Indismart, memang hadiah terbaik untuk pelajar…
(Yuliana Gultom M.Pd, Pendidik, Cianjur)
(Yuliana Gultom M.Pd, Pendidik, Cianjur)
Kamis, 31 Desember 2009
Malam Keakraban Kru Indismart
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Pada hari Senin tanggal 21 Desember, seluruh stake holder Indismart mengikuti acara malam keakraban di Restoran Joglo Kita, di kawasan Ranca Kendal, Dago Atas, Bandung. Dalam acara tersebut dilakukan perkenalan singkat antar kru serta presentasi Produk Indismart TV. Acara informal tersebut diakhiri dengan Makan malam dan foto bersama.
Dalam acara ini seluruh kru meneguhkan komitmennya untuk memberikan kinerja yang terbaik untuk memajukan Indismart dan berkiprah dalam memajukan pendidikan bangsa.
Pada hari Senin tanggal 21 Desember, seluruh stake holder Indismart mengikuti acara malam keakraban di Restoran Joglo Kita, di kawasan Ranca Kendal, Dago Atas, Bandung. Dalam acara tersebut dilakukan perkenalan singkat antar kru serta presentasi Produk Indismart TV. Acara informal tersebut diakhiri dengan Makan malam dan foto bersama.
Dalam acara ini seluruh kru meneguhkan komitmennya untuk memberikan kinerja yang terbaik untuk memajukan Indismart dan berkiprah dalam memajukan pendidikan bangsa.
Senin, 28 Desember 2009
Tempat Penjualan Voucher Aktivasi Indismart
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Voucher Aktivasi Indismart dapat dibeli di:
Bagi yang berminat menjual dan berdomisili di luar kota Bandung silahkan hubungi Agen kami di:
1. Bapak Mora / Ibu Yanti, Tlp. 021 83796125 (Jakarta)
2. Bapak Virgo Lazarus, Tlp. 08117709471 (Sumatra)
3. Bapak Teuku Hamizul, Tlp. 0264-7012575, 085221872906 (Purwakarta dan Karawang)
4. Bapak Aris Budiman, Tlp. 0231-2541977, 085295642800, 089660192230 (Cirebon)
Voucher Aktivasi Indismart dapat dibeli di:
- Warnet Proxinet, Jl. Sersan Surip No. 41B, Ledeng, Bandung, Tlp. 022-2002895
- Koperasi SMA Plus Muthahari, Jl. Kampus VIII No. 50, Bandung, Tlp. 022-7103743
- Haeruman, SD Labschool, Jl. Cibiru Km 15, Bandung, Tlp. 022-92427819
- Koperasi Artha Laksana, Jl. Sulaksana Baru VII No. 1, Cicadas, Bandung, Tlp. 022-7274684
- Yanti, PT MSP, Jl.. Minangkabau No. 44, Manggarai, Jakarta Tlp. 021-83796125
- Zamzam, Pesantren Cipari, Kec. Pangatikan, Garut Tlp. 0262-444673, 08170269699
- Toko Buku Lucu, Pasar Ujungberung Lt. 2, Bandung, Tlp. 022-7811988
- Kios Sidik Jari, BE Mall Lt UG Blok G-2, Jl. Naripan, Bandung Tlp. 022-60995411
- Toko Buku Maranatha, Jl. Inggit Garnasih No. 150, Bandung Tlp 022-5203188
- Bpk. Virgo Lazarus, Jl. Bunga Matahari No. 3, Baloi Persero, Batam 29432 Tlp. 08117709471
- Bu Yuli, Jl. Halteu Maleber Gg. Kb. Pala, Bojong, Karangtengah, Cianjur Tlp. 0263-280205, 081320223832
- Edukits Batam, Branch Office: Rejeki Graha Mas Blok A No 14 Batam Center, Batam, Tlp. 0778-472005, 472008, FAX. 0778-471 007
- Koperasi Wardah, Perguruan Darul Hikam, Jl. Ir. H. Juanda No. 185, Bandung Tlp. 022-2533998
- Bpk. Dindin, Kepala Labkom SMPN 33 Bandung, Jl. Babakan Tarogong No. 1, Bandung Tlp. 022-6035990
- Bpk. Supono, Kepala Labkom SD Moh. Toha, Jl. Moh. Toha No. 22, Bandung Tlp. 022-5203237, 08122007718
- Bpk Ma'sum, SMP Assalam, Jl. Pasundan No. 3, Bandung Tlp. 022-4201351, 081322525656
- Koperasi SMA Santa Maria 2, Jl. Sulaksana Baru I No. 18, Bandung Tlp. 022-7218325, 081809166782
- Kopsis SMAN 16 Bandung, Jl. Mekarsari No. 81, Bandung Tlp.022-7102122, 022-91102620
- Koperasi SMAN 22 Bandung, Jl.Buahbatu Dalam No. 14, Bandung Tlp. 022-7302769
- Ibu Ika, Koperasi Santa Ursula, Jl. Bengawan No. 4, Bandung Tlp. 022-7274584, 085860396166
- Koperasi SD Kalam Kudus, Jl. Ibu Inggit Garnasih No. 108, Bandung Tlp. 022-5200573
- Bpk Yudi Apianto, Kepala IT Labkom SMP Santa Maria, Jl. Bengawan No. 20, Bandung Tlp. 022- 4207832, 70714726
- Koperasi SD Banjarsari, Jl. Merdeka No. 22, Bandung Tlp. 022-70086984
- Koperasi SMAN 14 Bandung, Jl. Yudha Wastu Pramukha IV, Bandung Tlp. 022-7202744
- Toko Serbaguna, Jl. Ancol Utara 1 No. 45/36D Bandung 40251 Tlp. 022-4211720
- Koperasi Dewi Sri Dinas Pertanian Bandung, Tlp. 022-2513227
- Koperasi PT.Pos Indonesia Cab. Bandung, Tlp. 022-4267732
- Jaya Cell, Jl. Luna 4 No.10, Bandung T 022-69553536, 085220200478
- HNOI Komunika, Jl. Kopo Gg. Sukaleueur No.50, Bandung T 022-6128043, 085220886600
- Koperasi SMPN 14 Bdg, Jl. Lap Supratman No. 8 Bandung, Tlp.022-7202991, 085220362229
- Koperasi Bina Siswa SMA 5 Bandung, Jl. Belitung No.8. Bandung Tlp. 022-4241119, 08122008654.
- Pak Kiki, Koperasi SMAN 1 Bandung, Jl. Ir. H. Juanda, Bandung . Tlp.022-2503948 , 085659337337
- Nanang, ID Cell, Jl. Sawah Kurung Raya No.11 Bandung, Tlp. 022-70883674, 081321111291
- SANS Cell, Sekelimus Utara No.179 Bandung, Tlp.0818201514
- Koperasi SMAN 3 Bandung, Jl. Belitung No.8, Bandung Tlp.022-70841236
- Teh Ade, Jl. Gegerkalong Girang Gg. Dahlia 3 No.50, Bandung Tlp. 022-2006159, 08522249855
- Sun'an Farisy, Jl. Sari Indah VII No.7, Kiara Condong, Bandung Tlp. 022-7102127
- Pak Mora, Jl. Kayu Manis VIII Rt/Rw 15/08 No. 3, Jakarta Timur Tlp. 021-70479201, 0811191281
- Super celluler, Jl.Buah Batu No.88., Bandung Tlp.081910101577
- Bapak Andri, Jl. Rancabentang Timur No.196, Bandung Tlp.081220683000
- Bpk. M. Ranu Arifudin, PT. UFOAKSES, Graha Sultan 41, Jl. Sultan Hasanudin No. 41, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160, Tlp. 021-7257578, 08158844445
- Bapak Teuku Hamizul, Perum Dian Anyar AB 1/7, Purwakarta, Tlp, 0264-7012575, 085221872906
- Sayaga & amp; Carly Computer, Jl. Perjuangan No.7A (depan STAIN Cirebon), Tlp. 0231-2541977, 0231-3311354
- Bpk. Agus Hidayat, GGM, Jl. Merdeka No.64 Bandung, Tlp. 022-92764170
- Bpk. Deki Rianto, Koperasi Bank Mu'amalat, Jl. Cihampelas No. 288, Bandung, Tlp. 08122140005
- Bpk. Muhamad Ramdhan, Jl. Cipageran Rt.04 Rw.15 Cimahi Tlp. 022-76093020
- Explore Cybercafe, Jl. Ir. H. Juanda No. 378, Dago, Bandung ( Depan Thai Palace), Tlp. 022-2512981
- Jaka, Integra Solution System, Jl. Wonosari Km.9, Puri Sendang Tirto, No.1 Gandu, Sleman Jogjakarta. Tlp. 0274-6568551
- Andry, Planet Com BEC, Bandung Electronic Center Jl. Purnawarman No. 13-15 Lt. 2 Blok M.02 Tlp. 022-4202372 , 0878 2254 9555
- Fidella, MAN 2 Bandung, Jl. Cipadung, Ujung Berung Bandung Tlp. 022-93520379
- Resty Chaeruddin, TK Al-Muntasyir Jl. Haur Mekar C44 Bandung, Tlp. 022-91373502
- Ibu Ika, SDN Soka Jl. Soka Bandung, Tlp. 022-78435858
Bagi yang berminat menjual dan berdomisili di luar kota Bandung silahkan hubungi Agen kami di:
1. Bapak Mora / Ibu Yanti, Tlp. 021 83796125 (Jakarta)
2. Bapak Virgo Lazarus, Tlp. 08117709471 (Sumatra)
3. Bapak Teuku Hamizul, Tlp. 0264-7012575, 085221872906 (Purwakarta dan Karawang)
4. Bapak Aris Budiman, Tlp. 0231-2541977, 085295642800, 089660192230 (Cirebon)
Bagi yang berminat menjadi agen / reseller penjual Voucher Aktivasi Indismart, silakan menghubungi Annie di 022-71294696 atau mulia@indi-smart.com, Keagenan dibuka untuk seluruh nusantara baik dari kalangan personal, koperasi, warnet, kios pulsa, toko, dll.
Kamis, 10 Desember 2009
Indismart Go Ritail Go!
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Alhamdulillah, Indismart telah memulai langkahnya menjalankan pelayanan konten pembelajaran secara ritel. Langkah ini ditandai dengan diluncurkannya Voucher Aktivasi Indismart sejak Kamis, 10 Desember 2009. Dengan voucher ini, masayarakat akan lebih mudah lagi melakukan aktivasi Indismart karena aktivasi langsung terjadi saat pembeli memasukkan PIN yang tercetak di dalam voucher.
Voucher ini dikemas mirip dengan vouvher kartu perdana pulsa telepon. Dengan tiga pengamanan, Voucher ini menjamin pengguna mendapatkan haknya berupa kemudahan akses konten pembelajaran bermutu tinggi. Voucher ini terdiri dari dua paket yaitu paket akses 6 bulan dengan harga Rp 33.000.- dan paket akses 12 bulan dengan harga Rp 66.000.-
Seiring berjalannya waktu, Voucher Indismart akan semakin mudah ditemukan di warnet, kios pulsa, koperasi sekolah, koperasi karyawan, perkantoran, bank, gerai ritel modern, gramedia, dan lain-lain... Indismart masih membuka peluang kepada masyarakat luas untuk memasarkan Voucher Indismart secara ritail. Secara rutin, akan diadakan forum untuk pengenalan dan penjajakan kerjasama penjualan dan ditribusi Indismart. Mitra Indismart ini akan mendapatkan support (dukungan) penuh untuk menjalankan usaha ini berupa pengenalan, panduan, perlatan, dll. Hubungi 081320656905 untuk info lebih lanjut...
Alhamdulillah, Indismart telah memulai langkahnya menjalankan pelayanan konten pembelajaran secara ritel. Langkah ini ditandai dengan diluncurkannya Voucher Aktivasi Indismart sejak Kamis, 10 Desember 2009. Dengan voucher ini, masayarakat akan lebih mudah lagi melakukan aktivasi Indismart karena aktivasi langsung terjadi saat pembeli memasukkan PIN yang tercetak di dalam voucher.
Voucher ini dikemas mirip dengan vouvher kartu perdana pulsa telepon. Dengan tiga pengamanan, Voucher ini menjamin pengguna mendapatkan haknya berupa kemudahan akses konten pembelajaran bermutu tinggi. Voucher ini terdiri dari dua paket yaitu paket akses 6 bulan dengan harga Rp 33.000.- dan paket akses 12 bulan dengan harga Rp 66.000.-
Rabu, 02 Desember 2009
Pare: kampung bahasa Inggris di Jawa Timur
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Pare: kampung bahasa Inggris di Jawa Timur
2009 November 24
by Tika
PARE
Desa kecil bernama Tulungrejo,di daerah Pare, Kediri, Jawa Timur memiliki banyak tempat kursus bahasa Inggris. Tempat kursus di sini memiliki spesifikasi atau keunggulan sendiri-sendiri. Ada yang khusus untuk program speaking, TOEFL, atau Grammar. Tapi juga ada yang menggabungkan semuanya.
Harga kursus di sini sangat murah. Mulai dari Rp 25.000 (program 2 mingu)-150.000 (program 1 bulan). Kursus biasanya dilaksanakan 5 hari, senin-jum’at. Untuk satu program umumnya memiliki 2 kali pertemuan, yaitu main class dan study club. Main class membahas teori dan study club berisi latihan soal terkait teori yang disampaikan pada main class. Tapi tidak menutup kemungkinan pada study club juga disampaikan teori. Sehingga jika Anda mengikuti sebuah program, maka Anda akan masuk 2x sehari.
Guru-guru yang mengajar kebanyakan bukan penduduk asli Pare karena warga asli banyak yang merantau keluar Pare. Di sini, kita akan dipanggil dengan sebutan Miss atau Mister. Para pengajar terkadang bukan berasal dari disiplin ilmu bahasa Inggris. Ada yang dari PAI bahkan filsafat.
Biaya hidup di Pare terbilang murah. Untuk makan, kita bisa menikmati nasi + sayur + sepotong ayam goreng seharga Rp 3.000. untuk tempat tinggal berkisar Rp 85.000-150.000 dengan fasilitas tempat tidur, bantal, dan air minum.
Kos-kosan di Pare ada dua jenis, non English area dan English area (camp). Non English area layaknya seperti kos-kosan biasa. Tidak ada program dan tidak ada tentor. Camp memiliki program belajar sehabis maghrib dan subuh dan selama 24 jam wajib berbicara dalam bahasa Inggris. Jika melanggar maka akan dikenai hukuman, baik berupa hafalan vocabulary maupun membayar sejumlah uang yang disepakati. Camp memiliki seorang tentor yang bertugas menjadi pendamping para penghuni camp. Namun seringkali kenyataan tidak seperti yang diinginkan. Kebanyakan Camp tidak bisa menerapkan idealisme itu. Tidak semua anak mau berbicara dalam bahasa Inggris. Karena mereka belum mampu atau memang malas; tidak disiplin.
Di desa ini hampir semua peserta kursus menyewa sepeda. Hal ini disebabkan padatnya jadwal kursus yang diambil. Harga sewa sepeda sekitar Rp 50.000/bulan. Jika membeli terkadang dapat sepeda yang baik dengan harga murah sekitar Rp 80.000-250.000. pilih yang baik alias aman dipakai lho ya, bukan yang bagus. Karena terkadang sepeda-sepeda lama hanya dicat ulang. Jika membeli, setelah selesai kursus, kita bisa menjual kembali ke tempat awal membeli dengan harga turun sekitar 50%. Jika ingin tinggal lebih dari sebulan, sebaiknya membeli. Untuk menyewa maupun membeli mendapatkan pelayanan penuh dari penjual secara gratis, misalnya memperbaiki ban yang bocor maupun memperbaiki rantai yang putus.
Ada beberapa tempat refreshing yang biasa jadi tempat kongkow. Garuda park adalah tempat yang ramai hanya pada malam minggu. Tempat ini hanya berupa perempatan yang ditengah-tengahnya terdapat tugu dengan burung Garuda di puncaknya. Di sepanjang trotoar berubah menjadi tempat berjualan makanan mulai dari aneka gorengan, sea food atau lesehan lainnya.
Gua Sorowono adalah alternatif lainnya. Gua ini memiliki empat lorong yang dialiri air dengan tinggi dan lebar lorong yang berbeda. Lorong pertama, pengunjung masih bisa menyusurinya dengan berjalan. Tapi pada lorong keempat, pengunjung harus merangkak untuk melewatinya. Masih banyak lagi tempat refreshing lainnya.
Di sini juga banyak ‘café’ dan warung remang-remang. So, hati-hati dengan tempat yang Anda masuki.
Untuk mencapai Pare, bisa naik kereta api ekonomi jurusan Kediri. Berangkat setiap Pukul 07.00 dari Kiara Condong, Bandung dengan harga tiket sekitar Rp 23.000 atau Parahyangan setiap pukul 06.00 dari stasiun Padalarang, Bandung dengan harga tiket sekitar Rp 38.000. Turun di stasiun Kediri. Lalu naik elep ke desa Tulungrejo, sekitar Rp 7.000.
Jika memilih naik travel yang akan menjemput di rumah kita dan mengantarkan hingga ke tempat yang kita tuju di Pare, harga sekitar Rp 100.000.
Selama belajar di Pare, kemajuan setiap orang akan berbeda dan tergantung pada setiap individu dan Pare bukanlah tempat yang pas bagi orang-orang yang telah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik karena buku referensi yang digunakan adalah buku-buku grammar lama (terbit tahun 80an) dan tidak semua pengajarnya dengan latar belakang pendidikan bahasa Inggris.
Selain kursus bahasa Inggris ada juga kursus bahasa asing lainnya seperti Jepang atau Arab. Memang jumlahnya bisa dihitung jari.
Untuk informasi tentang Pare bisa menghubungi Pusat Informasi Pare (PIP). Kontak person Rahadian 0852 9051 9255
Pare: kampung bahasa Inggris di Jawa Timur
2009 November 24
by Tika
PARE
Desa kecil bernama Tulungrejo,di daerah Pare, Kediri, Jawa Timur memiliki banyak tempat kursus bahasa Inggris. Tempat kursus di sini memiliki spesifikasi atau keunggulan sendiri-sendiri. Ada yang khusus untuk program speaking, TOEFL, atau Grammar. Tapi juga ada yang menggabungkan semuanya.
Harga kursus di sini sangat murah. Mulai dari Rp 25.000 (program 2 mingu)-150.000 (program 1 bulan). Kursus biasanya dilaksanakan 5 hari, senin-jum’at. Untuk satu program umumnya memiliki 2 kali pertemuan, yaitu main class dan study club. Main class membahas teori dan study club berisi latihan soal terkait teori yang disampaikan pada main class. Tapi tidak menutup kemungkinan pada study club juga disampaikan teori. Sehingga jika Anda mengikuti sebuah program, maka Anda akan masuk 2x sehari.
Guru-guru yang mengajar kebanyakan bukan penduduk asli Pare karena warga asli banyak yang merantau keluar Pare. Di sini, kita akan dipanggil dengan sebutan Miss atau Mister. Para pengajar terkadang bukan berasal dari disiplin ilmu bahasa Inggris. Ada yang dari PAI bahkan filsafat.
Biaya hidup di Pare terbilang murah. Untuk makan, kita bisa menikmati nasi + sayur + sepotong ayam goreng seharga Rp 3.000. untuk tempat tinggal berkisar Rp 85.000-150.000 dengan fasilitas tempat tidur, bantal, dan air minum.
Kos-kosan di Pare ada dua jenis, non English area dan English area (camp). Non English area layaknya seperti kos-kosan biasa. Tidak ada program dan tidak ada tentor. Camp memiliki program belajar sehabis maghrib dan subuh dan selama 24 jam wajib berbicara dalam bahasa Inggris. Jika melanggar maka akan dikenai hukuman, baik berupa hafalan vocabulary maupun membayar sejumlah uang yang disepakati. Camp memiliki seorang tentor yang bertugas menjadi pendamping para penghuni camp. Namun seringkali kenyataan tidak seperti yang diinginkan. Kebanyakan Camp tidak bisa menerapkan idealisme itu. Tidak semua anak mau berbicara dalam bahasa Inggris. Karena mereka belum mampu atau memang malas; tidak disiplin.
Di desa ini hampir semua peserta kursus menyewa sepeda. Hal ini disebabkan padatnya jadwal kursus yang diambil. Harga sewa sepeda sekitar Rp 50.000/bulan. Jika membeli terkadang dapat sepeda yang baik dengan harga murah sekitar Rp 80.000-250.000. pilih yang baik alias aman dipakai lho ya, bukan yang bagus. Karena terkadang sepeda-sepeda lama hanya dicat ulang. Jika membeli, setelah selesai kursus, kita bisa menjual kembali ke tempat awal membeli dengan harga turun sekitar 50%. Jika ingin tinggal lebih dari sebulan, sebaiknya membeli. Untuk menyewa maupun membeli mendapatkan pelayanan penuh dari penjual secara gratis, misalnya memperbaiki ban yang bocor maupun memperbaiki rantai yang putus.
Ada beberapa tempat refreshing yang biasa jadi tempat kongkow. Garuda park adalah tempat yang ramai hanya pada malam minggu. Tempat ini hanya berupa perempatan yang ditengah-tengahnya terdapat tugu dengan burung Garuda di puncaknya. Di sepanjang trotoar berubah menjadi tempat berjualan makanan mulai dari aneka gorengan, sea food atau lesehan lainnya.
Gua Sorowono adalah alternatif lainnya. Gua ini memiliki empat lorong yang dialiri air dengan tinggi dan lebar lorong yang berbeda. Lorong pertama, pengunjung masih bisa menyusurinya dengan berjalan. Tapi pada lorong keempat, pengunjung harus merangkak untuk melewatinya. Masih banyak lagi tempat refreshing lainnya.
Di sini juga banyak ‘café’ dan warung remang-remang. So, hati-hati dengan tempat yang Anda masuki.
Untuk mencapai Pare, bisa naik kereta api ekonomi jurusan Kediri. Berangkat setiap Pukul 07.00 dari Kiara Condong, Bandung dengan harga tiket sekitar Rp 23.000 atau Parahyangan setiap pukul 06.00 dari stasiun Padalarang, Bandung dengan harga tiket sekitar Rp 38.000. Turun di stasiun Kediri. Lalu naik elep ke desa Tulungrejo, sekitar Rp 7.000.
Jika memilih naik travel yang akan menjemput di rumah kita dan mengantarkan hingga ke tempat yang kita tuju di Pare, harga sekitar Rp 100.000.
Selama belajar di Pare, kemajuan setiap orang akan berbeda dan tergantung pada setiap individu dan Pare bukanlah tempat yang pas bagi orang-orang yang telah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik karena buku referensi yang digunakan adalah buku-buku grammar lama (terbit tahun 80an) dan tidak semua pengajarnya dengan latar belakang pendidikan bahasa Inggris.
Selain kursus bahasa Inggris ada juga kursus bahasa asing lainnya seperti Jepang atau Arab. Memang jumlahnya bisa dihitung jari.
Untuk informasi tentang Pare bisa menghubungi Pusat Informasi Pare (PIP). Kontak person Rahadian 0852 9051 9255
Kamis, 26 November 2009
Rabu, 25 November 2009
Belajar Sistem Tata Surya Jadi Menyenangkan
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi sebagian siswa sangat membosankan. Tak aneh bila banyak yang merasa khawatir atas kecenderungan tersebut dan berusaha menciptakan cara ajar IPA yang lebih menarik. Saat ini beragam komik dengan gambar-gambar menarik soal pelajaran IPA gampang ditemukan di berbagai toko buku. Tak hanya itu berbagai software pendidikan IPA dirilis ke pasaran untuk bahan bantu ajar. Salah satunya adalah pengembang software pendidikan Indismart dengan produk kebanggaannya IndiSmart interaktif Tata Surya.
Pengembang software tersebut, Fetty Fitrianti mengungkapkan bahwa IndiSmart Interaktif Tata Surya merupakan sebuah produk pembelajaran interaktif yang mengakomodasi kebutuhan siswa untuk belajar memahami materi tata surya dengan cepat dan menyenangkan. Sebenarnya software pendidikan mengenai tata surya seperti ini sudah banyak dijual di pasaran, namun menurut Fetty, software yang dikembangkannya ini memiliki sejumlah keunggulan di bandingkan produk lainnya. ”Materi tata surya disajikan dengan singkat dan padat dengan menekankan pada poin-poin inti sebagai pengembangannya, sehingga pengguna dapat memahami langsung ke inti materi,” ujar Fetty.
Tak hanya itu, menurutnya software ini mengajak penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan isi materi atau bersifat interaktif. Selain itu konten-konten pembelajaran disusun berdasarkan panduan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Kelas 6. Dengan berpatokan pada standar kurikulum tersebut, konten yang terdapat di dalam CD interaktif ini akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam hal ini siswa sekolah dasar.
Materi yang disajikan dalam CD interaktif ini pun cukup lengkap. Software yang dikembangkan sejak 2008 ini membahas berbagai hal tentang tata surya, meliputi matahari, delapan planet, komet, meteor, asteroid, revolusi dan rotasi bumi serta pengaruhnya terhadap kehidupan. Semua materi tersebut dikemas secara sistematis dan disajikan dalam berbagai item kontrol yang dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna bahkan oleh orang awan sekalipun.
Proses pembuatan CD interaktif ini menurut Fetty cukup sulit. Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan. Proses pembuatannya diawali dengan menentukan materi atau konten software yang akan dibuat. Kemudian menyusun semacam naskah yang disebut dengan storyline yang berisikan teori-teori, simulasi, latihan-latihan soal, beserta objek-objek yang akan ditampilkan. Ini merupakan langkah kerja yang agak rumit menurut Fetty. Materi harus disusun sedemikian rupa agar lebih sederhana dan mudah dimengerti oleh target pasar. Materi yang diberikan jangan sampai membuat para siswa mengernyitkan dahinya karena tidak paham.
Setelah storyline selesai dikerjakan maka langkah selanjutnya adalah menuangkannya dalam sketsa gambar yang disebut dengan storyboard untuk mempermudah pengerjaan. Setelah itu objek akan mulai didesain dengan komputer disertai pembuatan gerakan-gerakan yang sesuai dengan materi dan diperlukan untuk menunjang penyampaian proses belajar. Penyatuan setiap gerakan dan bagian-bagian materi dalam CD itu nantinya akan dilakukan oleh programmer. Setelah proses ini selesai langkah selanjutnya adalah memasukkan unsur audio yang diperlukan. Langkah terakhir adalah melakukan quality control oleh tim untuk menjaga mutu produk.
Potensi produk ini menurut Fetty sangat besar mengingat teknologi untuk menggunakan produk ini telah terjangkau oleh sebagian besar kalangan seperti laptop atau komputer. ”Selain itu produk ini mengedepankan proses belajar yang menyenangkan dengan adanya animasi yang menarik bagi para siswa yang enggan belajar dengan menggunakan buku,” tutur Fetty.
Hingga saat ini IndiSmart Interaktif Tata Surya belum dipasarkan. Namun Fetty menjanjikan produknya akan segera dilempar ke pasarkan saat momentumnya tepat, seperti awal masuk sekolah (tahun ajaran baru). Sebelum dipasarkan sejumlah riset kecil telah dilakukan untuk melihat respon pengguna. “Rata-rata mereka sangat tertarik dengan produk ini dan sangat menantikannya.,” ujar Fetty.
IndiSmart Interaktif Tata Surya ini adalah salah satu produk yang lolos penjurian tahap II INAICTA 2009 untuk kategori e-learning. Fetty selaku pengembang akan berusaha menarik perhatian para juri pada penjurian INAICTA selanjutnya 3 Juli nanti. “Dengan mengikuti ajang INAICTA ini kami bisa bersaing dengan kompetitor lain dan menguji kualitas produk,” aku Fetty. [Fitria]
Kualitas Pendidikan Terbaik Dunia
Segera bergabung di www.indi-smart.com
Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survey internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
(FB/Coki, worldchanging. com)
Langganan:
Postingan (Atom)

















