Senin, 06 Mei 2013

Berawal dari Artikel di blog hingga Terbit Menjadi Sebuah Buku

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Saat pertama kali membuat blog tidak pernah sedikitpun membuat buku. Ketika itu yang terpikir hanyalah latihan menulis karena kalau pakai tangan malas. Ketika pertama menggunakan blogger sering mengalami kesulitan karena mungkin kurang friendly. Tetapi ketika ada wordpress langsung beralih.

Tiap hari membaca blog tutorial baik dari luar negri maupun dalam negeri. Untuk tutorial blog diantaranya Fatih Syuhud dan Rivermaya sedangkan dari luar Problogger dan Daily blog Tips.

Dari 4 blog inilah terus membuat artikel. Dan saat itu mendekati haji sehingga yang terpikir saat itu untuk berbagi wawasan tentang perjalanan haji yang telah dilakukan. Dan saat itu berpikir semoga bermanfaat bagi calon jemaah haji.

Saat melihat di statistik ternyata banyak yang mengakses dan sekitar september beralih ke hosting dan beli domain name sendiri. Dengan bertitel Dunia Fana saat di wordpress, cek ke whois.net ternyata masih available langsung beli.

Setelah hosting sendiri terpikir untuk membuat buku namun berbentuk pdf dan gratis dibagikan. Suatu saat berkenalan dengan penulis anak dan dia berbagi waasan serta memperkenalkan ke dunia buku. Dia menyarankan agar membuat buku dari pada pdf mengingat kalau berbentuk buku akan lebih banyak yang membaca dan bagi saya akan lebih bermanfaat karena bisa membuat buku lain.

Ternyata menulis pengalaman haji versi blog dan versi buku jauh beda. Banyak aturan yang harus diperhatikan seperti EYD dsb. Kalau blog kan gak peduli. Lagipula kalau di blog begitu ingat padahal yang diingat tersebut awal kejadian bisa langsung diceritakan di tengah atau di akhir.

Awalnya pusing memikirkan bagaimana caranya. Solusinya ya beli buku cara menulis. Saat menulis bukuku, melihat ada peluang menulis bersama Kang Shodiq (M.Shodiq Mustika) dan coba coba melamar. Eh keterima. tapi kebersamaan ini gak langgeng karena ternyata kesibukanku gak bisa terus akhirnya kuputuskan berhenti. Dan Kang shodiqpun memahami karena menulis memang membutuhkan energi, waktu dsb. Bukan menulis saja yang terlantar bahkan blog inipun terlantar.

Namun kucoba untuk terus menulis buku setelah banyak teman-teman yang mendukung dan memberikan semangat. Alhamdulillah selesai.

Sayapun minta endorsement ke Kang Shodiq. Alhamdulillah Kang Shodiq bersedia.

Selesai endorsement mulailah cari penerbit yang menerima pakai email. Ada penerbit yang menolak naskah namun mereka juga memberi alasannya.

Mengapa mencari yang bisa kirim pakai email karena sekarang dunia digial. Dan penuliskan biasanya tidak terlalu besar dapat royaltinya ya mending juga kirim pakai email selama pnenerbit memang mau menerimanya.

Alhamdulillah ada jawaban dari OASE Mata Air Makna dan mereka bersedia menerbitkan.

Setelah tanda tangan perjanjian ( dikirim lewat pos). Jadilah buku ini sekarang yang dapat Anda temui di toko buku.



Written by :
 Aries Purwantoro 
Regards, Yudi Riswandy, www.goesmart.com

Jumat, 03 Mei 2013

Pendidikan bukanlah mengisi gelas kosong…

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Pendidikan yang membebaskan bukanlah memberikan banyak pelajaran kepada anak didik hingga ia menguasai banyak ilmu pengetahuan. Sama sekali bukan. Ibarat mengisi gelas kosong maka pendidikan bertugas mengisi air ilmu pengetahuan sehingga gelas itu penuh. Bila sudah penuh maka berhasillah pendidikan itu. Sungguh, pendidikan yang demikian bukanlah model pendidikan yang membebaskan.
Bila demikian yang terjadi, murid akan selalu menjadi objek sedangkan guru yang menjadi subjek. Murid tidak pernah ditanya apa yang dibutuhkan dan disenanginya, namun pendidikan terus memberikan apa saja yang dinilainya penting dibutuhkan oleh anak didik. Murid mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, harus menerima dan menjalani proses pendidikan yang diberikan oleh sang pendidik atau lembaga pendidikan yang diikutinya.
Pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang diberikan kepada anak didik sesuai dengan perkembangan dan potensi yang dimiliki oleh anak didik agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang merdeka. Sungguh, hanya manusia merdeka yang bisa merasakan kebahagiaan dalam hidup. Inilah hal yang mendasar dalam pendidikan yang membebaskan. Bahasa ekstremnya, hasil dari pendidikan yang membebaskan lebih baik menjadi pekerja sederhana yang bahagia daripada sarjana yang selalu saja gelisah dalam hidupnya.
Dengan demikian, memerhatikan potensi yang dimiliki oleh anak didik adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam pendidikan yang membebaskan. Di sinilah sesungguhnya dibutuhkan seorang pendidik yang jeli dan bisa membaca kebutuhan sekaligus potensi yang dimiliki oleh setiap anak didiknya. Dengan demikian, seorang pendidik bisa memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak didik sesuai dengan apa yang dibutuhkannya. Sungguh, anak didik bukanlah robot-robot yang siap dijadikan apa saja setelah melalui proses pendidikan.
Pemahaman seperti tersebut di atas, sesungguhnya tidak hanya penting bagi para pendidik dan orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Akan tetapi, penting juga bagi setiap orangtua. Ada seorang anak yang sangat mencintai ilmu biologi ketika duduk di bangku SMA. Sang anak ingin melanjutkan kuliah pada jurusan dan fakultas yang sesuai dengan ilmu biologi. Namun, ayahnya yang seorang sarjana teknik bersikeras agar anaknya melanjutkan kuliah di fakultas teknik. Maka, sang anak yang tidak ingin dituduh sebagai anak yang durhaka kepada orangtua akhirnya hanya bisa menuruti keinginan sang ayah.
Pada saat kuliah, sang anak yang sesungguhnya tidak menyukai fakultas teknik, tidak bisa belajar dengan baik. Hal ini terjadi karena sang anak tidak mempunyai kecintaan dan semangat untuk belajar ilmu teknik. Bila sudah begini, siapakah sesungguhnya yang menjadi korban? Sekian tahun sang anak memaksakan diri mempelajari ilmu pengetahuan yang sesungguhnya ia sama sekali tidak menyukainya.
Setelah berjuang sekuat tenaga menyelesaikan kuliahnya di fakultas teknik, sang anak pun akhirnya lulus dengan nilai yang tidak begitu memuaskan. Sudah selesaikah penderitaan sang anak? Ternyata belum. Setelah lulus dari fakultas teknik, sang anak dipaksa oleh orangtuanya untuk bekerja di sebuah instansi di mana ayahnya bekerja di sana sebagai sarjana teknik. Lagi-lagi, sang anak yang sebelumnya sudah menyatakan ketidaksetujuannya dengan sang ayah hanya bisa menangis dan akhirnya menuruti kehendak sang ayah yang keras kepala. Jadilah sang anak bekerja di sebuah instansi yang sesungguhnya tidak sesuai dengan pilihan dan cita-citanya.
Pembaca yang budiman, kisah dari sang anak yang dipaksa ayahnya untuk kuliah dan bahkan untuk bekerja sesuai dengan kehendak orangtuanya di atas sama sekali bukan sekadar ilustrasi dari tulisan ini yang diangkat dari kisah rekaan. Sungguh, penulis mendapatkan cerita langsung dari sang anak tersebut yang kini telah bekerja di sebuah instansi, yang sekali lagi, di luar keinginannnya. Inilah yang penulis maksudkan jangan sampai terjadi dalam dunia pendidikan kita.
Orangtua memang mendapatkan amanat dari Tuhan untuk mendidik anaknya agar menjadi orang yang baik dan bertakwa kepada-Nya. Namun, bukan berarti bisa bertindak semena-mena sesuai dengan kehendaknya sendiri tanpa mendengar apa yang menjadi keinginan sang anak. Demikian pula dengan dunia pendidikan, yang dalam hal ini adalah pendidikan secara formal di sekolah. Lembaga pendidikan yang dipercaya oleh masyarakat ini hendaknya juga bisa menemukan apa yang menjadi keinginan dan cita-cita dari peserta didiknya sehingga dapat mengembangkan pendidikan yang diselenggarakannya dengan penuh semangat dan kegembiraan bersama anak didik.
Jika pendidikan masih memberlakukan anak didik sebagai gelas kosong, yang akan diisi apa saja sesuai dengan kehendak orang-orang yang bertindak dan mempunyai kebijakan di dunia pendidikan, maka akan hanya menghasilkan manusia-manusia yang jauh dari merdeka. Mereka hanyalah manusia yang dicetak untuk menjadi pelaku industri di dunia kapitalisme atau beragam kepentingan kekuasaan yang ada.
Dalam pendidikan yang tidak membebaskan, murid tidak pernah dipandang sebagai pribadi yang mempunyai pilihan dan berkemampuan untuk berkreasi. Murid dipandang seakan sebuah benda yang siap menerima dengan pasif sederet dalil pengetahuan dari seorang guru. Bila sudah begini, maka pengertian, pemahaman, dan kesadaran akan ilmu pengetahuan yang diberikan seorang guru kepada muridnya sudah bukan hal yang penting lagi. Ciri dari pendidikan yang semacam ini biasanya lebih mengajarkan menghafal kepada murid-muridnya daripada memahami, pilihan tertutup daripada esai, atau menyalin dan mencatat daripada membahasakannya kembali dengan cara atau apalagi pemahaman baru.
Sudah tentu kita tidak menginginkan model pendidikan sebagaimana tersebut. Kita menginginkan pendidikan yang membebaskan sehingga anak didik dapat menjadi manusia yang lebih tercerahkan. Dalam pendidikan yang membebaskan sangat menghargai proses daripada hasil pendidikan. Proses yang terjadi dalam pendidikan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dalam rangka untuk memperoleh pemahaman akan ilmu pengetahuan itu jauh lebih penting daripada hafalan-hafalan akan teori ilmu pengetahuan.
Bila merujuk pada pemikiran Freire, pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang menumbuhkan kesadaran kritis yang mendorong kemampuan anak didik untuk memiliki kedalaman menafsirkan persoalan nyata dalam kehidupannya. Bila sudah demikian, menurut Freire, pendidikan yang membebaskan juga membangun kepercayaan diri anak didik untuk menyikapi keadaan yang terjadi. Oleh karena itu, proses dalam pendidikan dinilai lebih penting daripada hasil itu sendiri.
Dengan demikian, pendidikan tak sama dengan mengisi gelas kosong anak didik dengan ilmu pengetahuan bermakna pendidikan yang menghargai betapa pentingnya anak didik berproses. Proses dalam belajar dimaknai sebagai dinamika pergerakan dari sebuah tingkat kesadaran tertentu menuju tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Hal ini penting bagi anak didik yang menjalani proses belajar agar lebih mudah memahami apa yang sedang dipelajarinya, mempraktikkannya, dan mempunyai sikap ketika menghadapi permasalahan.

Regards,
Yudi Riswandy,
www.goesmart.com

Kamis, 02 Mei 2013

Inilah yang Terjadi Jika Nyamuk Punah dari Muka Bumi

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin adalah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga menyebarkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar bisa terjadi jika nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.

Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, karena menularkan berbagai penyakit mematikan.

Berbagai upaya pernah dilakukan oleh manusia untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.

Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang jika mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.

Meski bisa menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk bisa minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak bisa berkembang biak, lalu punah.

Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria.

Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu bisa diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menyebabkan kepunahan, dampak seperti apa yang akan terjadi?

Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di tempat yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang hingga 50 persen, karena berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.

Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu.

Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, jika nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar.

Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang peran dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.

Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat kematian pada manusia akibat gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.

Apalagi para pakar meyakini, berbagai jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi untuk beralih memangsa serangga lain jika sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, peran jentik nyamuk bukan tak tergantikan karena masih banyak jenis pengurai yang lain.

Regards,
Yudi tea
www.goesmart.com

Rabu, 01 Mei 2013

Asap Rokok Picu Anak Hiperaktif

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

HARAP hati-hati bagi Anda yang sering merokok di dalam rumah. Penelitian terbaru di Inggris menyimpulkan, paparan asap rokok dapat menyebabkan anak hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.

Anak-anak sering kali menjadi korban dari asap rokok yang diisap ayah maupun anggota keluarganya yang lain. Sebuah studi terbaru di Inggris menunjukkan fakta bahwa seringnya seorang anak terpapar asap rokok atau biasa disebut perokok pasif (second hand smoke) dapat memicunya memiliki gangguan mental, terutama menjadi hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.

Temuan ini, dituturkan peneliti, semakin mendesak orang tua untuk segera berhenti merokok atau paling tidak merokok di luar rumah agar asap rokok yang diisapnya tidak berdampak buruk pada orang lain, terutama anak-anak. Namun, masih belum jelas, apakah asap tembakau yang menjadi penyebab kerusakan otak anak, atau faktor lain yang memengaruhinya.

“Sudah banyak diketahui bahwa paparan asap rokok pada perokok pasif terkait dengan banyak masalah kesehatan fisik, terutama pada anak-anak.Namun,selama ini sisi kesehatan mental belum terlalu dieksplorasi,” ujar ketua peneliti Mark Hamer dari University College London, London, Inggris, seperti dilansir Reuters Health.

Menurut data Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan Amerika Serikat, yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat 2 dari 3 anak berusia antara 3 hingga 11 tahun yang sudah terkena asap rokok di Amerika Serikat.

Sementara itu, pada anak berusia 9 sampai 17 tahun, sekitar 1 dari 5 orang di antaranya telah didiagnosis dengan beberapa jenis gangguan mental maupun kecanduan. Untuk melihat apakah data statistik tersebut benar terkait dengan masalah tersebut, Hamer dan koleganya mempelajari sebanyak 901 anak-anak yang bukan perokok berusia antara 4-8 tahun.

Para peneliti tersebut mengukur tingkat produk sampingan dari asap rokok pada air liur partisipan untuk kemudian diukur paparan asapnya. Mereka juga meminta para orangtua untuk mengisi kuesioner soal emosi dan masalah perilaku dan sosial anak.

Hasilnya, semakin banyak anak terpapar asap rokok, secara rata-rata, maka kesehatan mentalnya akan semakin buruk, terutama anak akan menjadi seorang yang hiperaktif dan berkelakuan “buruk”.

Kesimpulan akhir penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal terbaru Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine. Secara keseluruhan, sebanyak 3% dari keseluruhan anak menerima skor “abnormal”, yaitu 20 atau lebih dari penilaian Strengths and Difficulties Questionnaire, dari skala 40 poin tertinggi yang memperlihatkan kesehatan mental terburuk.

Dibandingkan dengan 101 anak yang sedikit menerima paparan asap rokok, sekitar 361 anak yang sering terkena asap rokok menerima skor rata-rata 44% lebih tinggi daripada penilaian, atau 9,2 versus 6,4.

Perbedaan mencolok ini disimpulkan setelah peneliti mempertimbangkan sejumlah faktor yang bisa jadi berdampak pada kesehatan mental, seperti penyakit asma, aktivitas fisik, dan pendapatan ekonomi keluarga. Namun, tetap saja hal itu tidak bisa memutuskan secara tepat karena beberapa faktor yang tidak terukur mungkin saja dapat berperan.

Penelitian itu juga menyebutkan, anak-anak kebanyakan terpapar asap rokok saat mereka berada di rumah. Meski begitu, studi ini belum secara mendetail menjelaskan bagaimana asap rokok memicu masalah mental pada anak.

Namun, peneliti menduga, hal ini berhubungan dengan efek asap pada bahan kimia di otak seperti dopamin. Faktor genetika juga bisa bermain, atau pengetahuan sederhana bahwa rokok berbahaya jika anak menghirupnya setiap hari.

Ketika Hamer menekankan bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini, Dr Michael Weitzman dari New York University Medical Center, Amerika Serikat, yang tidak terlibat dalam penelitian, juga memperkuat bukti bahwa paparan asap rokok dapat menyebabkan masalah kesehatan mental pada anak-anak.

Apalagi, menurut dia, janin yang sudah mulai terpapar sejak dalam kandungan,“Sekarang banyak orang yang sudah menyadari bahwa paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi mengalami sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak, infeksi telinga, dan asma,” kata Weitzman.

“Asap rokok juga menimbulkan beban besar pada kualitas hidup anak-anak, keluarga, dan masyarakat karena meningkatkan masalah kesehatan mental anakanak,” lanjutnya.

Dia merekomendasikan agar dibuatnya sebuah kampanye pendidikan publik tentang konsekuensi ini, serta lebih banyak upaya untuk membantu orang tua untuk berhenti merokok.

Sampai betul-betul menghilangkan kebiasaan merokok secara permanen, Hamer menyarankan orang tua untuk mencoba dan menghindari merokok di rumah ketika anak-anak mereka berada di sekitarnya. Asap rokok tentu akan membahayakan bagi anak, baik secara fisik maupun mental. (nsa)

Regards,
Yudi Riswandy
www.goesmart.com

Selasa, 30 April 2013

iPhone VS Android : Apa Perbedaan Terbesarnya?

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Smartphone sudah semakin menjadi keperluan sehari-hari di abad 21 ini. Multifungsi, keren dan juga device yang paling dekat dengan manusia alias barang wajib di bawa sehari-hari. Sayangnya tidak semua smartphone dirancang dan dibuat sesuai ekspektasi dari si pemakainya.
Saat ini kalau kita bicara soal smartphone maka kita tidak akan lepas dari dua raksasa smartphone yang sangat populer yaitu Apple iPhone yang sangat populer dimana-mana dan juga penantangnya si Android platform. Nah berikut berikut saya coba berikan poin utama dari perbedaan dua smartphone ini.

Dari segi kegunaannya
Sebelum kita bahas lebih lanjut, ada satu hal yang harus kita pahami dengan jelas. Android tidak memiliki yang namanya official phone untuk Android, sama halnya dengan tidak adanya komputer yang resmi untuk “Windows”. Android hanyalah nama untuk sistem operasi mobile hasil pengembangan si Google, oleh karena itu akan sedikit menjadi debat kusir kalau kita membandingkan secara langsung antara si Android dan juga si iPhone. iPhone terkesan bekerja lebih intuitif daripada smartphone berbasis Android, alasanya kembali lagi ke poin sebelumnya dimana si Apple iPhone di design selaras dengan device nya, sedangkan si Android di design sedemikian rupa agar bisa kompatibel di banyak varian pabrikan smartphone.
Oleh karena itu saat pengguna mencari smartphone untuk faktor “WOW KEREN!!”, kemungkinan besar mereka akan menjatuhkan pilihan ke apa-apa yang ditawarkan iPhone. Setiap fungsi di iPhone memiliki kesan mudah digunakan serta simpel. Apalagi dengan kontrol pada touch screen yang intuitif makin menambah kesan ringan dan interaktif serta handal pada operating system dan juga aplikasi-aplikasinya. Namun, kalau kita perhatikan lagi, sebagian besar dari apa yang ada di iPhone dimiliki juga oleh si Android. Anda ingin akses web? Android bisa. Anda ingin layar sentuh? Android pun punya. Anda ingin game? Juga bisa anda dapatkan di Android. Jika anda lihat di smartphone besutan HTC, yaitu Nexus One, kira-kira perbedaan apa yang paling menonjol dari si iPhone? Saya rasa dari segi teknis tidak ada…
Perbedaan besarnya adalah bahwa iPhone adalah perangkat tunggal, sementara Android adalah platform perangkat lunak. So…sangat sulit jika harus memperbandingkan iPhone dengan Android secara head to head teknisnya. Anda seperti membandingkan Macs dengan PC.
Jika kita lihat lagi si iPhone ini sangat cermat dan hati-hati dalam melakukan kontrol terhadap apa saja yang boleh hadir di iPhone. Sedangkan di sisi lain si Android menawarkan hal yang berbeda, yaitu kebebasan melakukan apapun yang anda inginkan di smartphone anda.

Dilihat dari segi Aplikasi
Faktor aplikasi menurut saya adalah hal yang paling menonjol ketika anda membandingkan si iPhone dengan Android. Saat ini Apple telah memiliki aplikasi dalam jumlah besar pada iTunes mereka yang merupakan sumber penghasilan dari si iPhone. Nah jika dibandingkan dengan si Android memang masih lebih sedikit jumlah aplikasi yang Android miliki dibanding iPhone, tapi disinilah kata “freedom” berperan. Dengan Android anda bisa melakukan instalasi dari sebuah halaman web (tentunya dengan melakukan download) ataupun anda bisa salaing share aplikasi buatan anda sendiri untuk langsung dicoba di smartphone anda masing-masing. Nah anda tidak bisa melakukan hal seperti itu jika anda bergelut dengan si iPhone. Di sini anda tidak dapat melakukan instalasi kalau tidak dari iStore, anda juga tidak diberi akses untuk menggonta ganti tampilin home screen anda secara radikal, atau para developer tidak mendapat akses untuk melakukan modifikasi fungsi iPhone itu sendiri. So.. kesimpulannya si Apple tidak ingin ada persaingan dan juga tidak ingin menampilkan aplikasi yang malahan akan menjadi lebih besar namanya daripada iPhone itu sendiri.
Jika anda seorang yang sedikit bertipe geeks, anda akan bisa menikmati faktor “freedom” yang ditawarkan si Android. Sedangkan jika anda pengguna awam, sebenaranya anda tidak akan melihat perbedaan yang besar antara keduanya, tapi sepertinya anda akan lebih menyenangi UI yang diberikan si iPhone yang lebih berkesan smooth.
~
Nah coba anda tes bagaimana respon pengguna awam jika anda sodorkan iPhone dan Android HTC Nexus One… So setelah itu anda bisa menyimpulkan sendiri perbedaan dari kedua device ini…

Regards,
Yudi Riswandy,
www.goesmart.com

Senin, 29 April 2013

Segitiga Bermuda Tempat Tinggal Dajjal

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Teringat saya pada satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah s.a.w. telah bersabda, maksudnya, “Apabila salah seorang berada di tempat yang terbuka atau di tengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergerak sehingga sebahagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebahagian lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri (meninggalkan tempat itu).”
Dikatakan, larangan ini kerana tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh syaitan. Jadi apa kaitannya dengan Bermuda Triangle? Kawasan ini terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika Utara dengan Afrika. Secara mudah, lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus – panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.
"Rasullullah S.A.W bersabda,"Wahai sekalian manusia,sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Nabi Adam dan keturunannya yang lebih dasyat daripada dajjal.Aku adalah nabi terakhir,dan kamu sekalian adalah umat terakhir pula.Dajjal pasti keluar dari tenggah-tengah kamu.Jika ia keluar,sedang aku diantara kamu,maka aku akan mengalahkannya dengan hujjah dan kemampuanku.Jika ia keluar setelah aku tiada maka setiap orang akan menjadi penolong bagi dirinya sendiri untuk mengalahkan musuhnya.Allah adalah pengantiku bagi setiap muslim…”
Ada tempat di Segitiga Bermuda yang disebut Tongue of the Ocean atau “Lidah Lautan”. Lidah Lautan mempunyai jurang bawah laut (canyon) Bahama. Ada beberapa peristiwa kecelakaan di sana. Tidak banyak yang belum diketahui tentang Segitiga Bermuda, sehingga orang menghubungkan misteri Segitiga Bermuda ini dengan misteri lainnya. Misalnya saja misteri Naga Laut yang pernah muncul di Tanjung Ann, Massachussets AS, pada bulan Agustus 1917. Mungkinkah naga laut ini banyak meminta korban itu? Ataukah arus Cromwell di Lautan Pasifik yang menyebabkan adanya gelombang lautan disitu atau angin topan, gempa bumi di dasar lautan? Tak ada orang yang tahu.
Konon di sekitar kepulauan Bahama terdapat blue hole, yaitu semacam gua lautan. Dulu gua ini memang sungguh ada, tetapi setelah jaman es berlalu, gua ini terendam. Arus didalamnya sangat kuat dan sering membuat pusaran yang berdaya hisap. banyak kapal-kapal kecil atau manusia yang terhisap ke dalam blue hole itu tanpa daya, dan anehnya kapal-kapal kecil yang terhisap itu akan muncul kembali ke permukaan laut selang beberapa lama. Tapi yang menimbulkan pertanyaan ialah: Mungkinkah Blue Hole ini sanggup menelan kapal raksasa ke dasar lautan?
Misteri lain yang masih belum terungkap adalah misteri Makhluk Laut Sargasso, yang bukan semata-mata khayalan. Di Lautan Sargasso itu banyak kapal yang tak pernah sampai ke tujuannya dan terkubur di dasar laut itu. Di sana terhimpun kapal-kapal dari berbagai jaman, harta karun, mayat tulang belulang manusia. Luas Laut Misteri Sargasso ini 3650 km untuk panjang dan lebarnya 1825 km, dan di sekelilingnya mengalir arus yang kuat sekali, sehingga membentuk pusaran yang sangat luas yang berputar perlahan-lahan searah jarum jam. Didasar lautnya terdapat pegunungan yang banyak dan mempunyai tebing dan ngarai yang terjal.
Segitiga Bermuda memang menarik, sekaligus menakutkan. Konon perairan Karibia merupakan tempat yang banyak menyimpan keanehan-keanehan, seperti cahaya-cahaya yang tak jelas asalnya, bayangan-bayangan yang menakutkan, yang keluar masuk permukaan laut, bentuknya tak jelas tapi lebih besar dari ikan paus. Bentuknya seperti ubur-ubur raksasa dengan warna kulit keputihan dan pernah dilihat oleh dua orang (jadi bukan halusinasi).

sumber:
http://bloggue-blog.blogspot.com/

Regards,
Yudi.Riswandy,
www.goesmart.com

Jumat, 26 April 2013

Hal Unik Berbau Indonesia di Luar Negeri

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.
1. Kota "Tempe" di Arizona, USA
Tempe adalah sebuah kota di Maricopa County, Arizona, Amerika Serikat, dengan populasi penduduk pada tahun 2008 sebanyak 175.523. Tempe terletak di bagian Timur Lembah Phoenix Metropolitan Area, dibatasi oleh Phoenix dan Guadalupe di sebelah barat, di utara Scottsdale, Chandler di selatan, dan Mesa di timur. Tempe adalah lokasi kantor pusat perusahaan US Airways Group, dan kampus Arizona State University tertua dan terbesar.

2. Pemain Bola Bernama Karel "Pitak" di Czech Republic
Karel Piták (lahir 28 Januari 1980) adalah pemain sepak bola asal Republik Ceko dan bermain sebagai pemain tengah. Dia kini bermain untuk FC Red Bull Salzburg dan tim nasional sepak bola Republik Ceko.

3. Sungai "Gila" di Arizona, USA
Sungai Gila adalah anak sungai dari Sungai Colorado, panjangnya 650 mil (1.044 kilometer) terletak di antara New Mexico dan Arizona.

4. Taman Indonesia di Parc Paradisio Conservation Park, Brugelette, Belgium
Taman Indonesia pertama di Eropa ini terletak di Taman berlokasi di Parc Paradisio, Brugelette, Belgia. Kompleks besar taman Indonesia seluas 5 hektar ini memang langka, unik sekaligus istimewa, tidak hanya bagi masyarakat Eropa tapi bagi warga Indonesia di Eropa. Di taman ini ada Puri Agung Shanti Buwana, sebesar ukuran sesungguhnya di Bali, berdiri di atas sawah bertingkat ala sawah di Ubud.

Selain itu juga dilengkapi dengan replika besar candi Prambanan yang menjulang tinggi, serta bongkahan batu besar berderet ala Gunung Kawi di balik tembok candi.

Di depan gerbang tampak Rumah Toraja, replika candi Borobudur dan di bagian belakang tampak rumah tradisional Nusa Tenggara Timur, berderet melingkari ujung taman. Ini masih diperindah dengan beragam patung, akar pohon tua, dan batang kayu pohon besar, yang telah menjadi fosil dari daerah Banten.
 

5. Jalan Soekarno dan Jalan Jakarta di Maroko
Jika di Jakarta ada jalan bernama Casablanca, sebuah kota terkenal di Maroko, maka di Maroko juga terdapat nama-nama jalan berbau Indonesia. Tak tanggung-tanggung nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, 'dicatut' menjadi nama jalan di Maroko. Juga ada Jalan Jakarta.

6. Jalan Kartini di Belanda
Pada tanggal 21 April, Belanda tidak memperingati hari Kartini, seperti di Indonesia. Namun demikian nama Kartini cukup dikenal di Belanda sebagai pejuang hak-hak perempuan.

Bahkan beberapa kota Belanda memiliki nama jalan R.A . Kartini.

Utrecht
Di Utrecht Jalan RA Kartini atau Kartinistraat terletak di kawasan tenang dengan perumahan apik dan kebanyakan dihuni kalangan menengah. Jalan utama ini berbentuk 'U' yang ukurannya lebih besar dibanding jalan-jalan yang menggunakan nama tokoh perjuangan lainnya seperti Augusto Sandino, Steve Biko, Chez Geuvara, Agostinho Neto.

Venlo
Di Venlo Belanda Selatan, RA Kartinistraat berbentuk 'O' di kawasan Hagerhof, di sekitarnya terdapat nama-nama jalan tokoh wanita Anne Frank dan Mathilde Wibaut.

Amsterdam
Amsterdam, ibukota Belanda, juga mengabadikan nama penjuang hak-hak perempuan Jawa di abad 17 itu. Wilayah Amsterdam Zuidoost atau yang lebih dikenal dengan Bijlmer, jalan Raden Adjeng Kartini ditulis lengkap. Di sekitarnya adalah nama-nama wanita dari seluruh dunia yang punya kontribusi dalam sejarah: Rosa Luxemburg, Nilda Pinto, Isabella Richaards.

Haarlem dekat Chris Soumokil
Paling menarik mengamati letak jalan Kartini di Haarlem. Di sana jalan Kartini berdekatan dengan jalan Mohammed Hatta, Sutan Sjahrir dan langsung tembus ke jalan Chris Soumokil presiden kedua RMS (Republik Maluku Selatan.)

ada 1 district di Utrecht, Belanda, nama daerahnya Lombok

Hal Unik Berbau Indonesia di Luar Negeri Whooila! unik dan aneh
Reviewer: Administrator Whooila - ItemReviewed: Hal Unik Berbau Indonesia di Luar Negeri


Regards,
Yudi Riswandy,
www.goesmart.com

Kamis, 25 April 2013

7 Masjid dengan Menara Terunik

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

7 Masjid dengan Menaranya Paling Unik – Di dunia ini ada jutaan masjid yang tersebar di seluruh negara. model dan bentuknya pun bermacam-macam. Lain wilayah, lain pula bentuknya. Masing-masing menampilkan kekhasannya. Ada yang model umum seperti mercusuar, octagonal, persegi empat, hingga bentuk spiral.
Berikut tujuh bentuk menara masjid yang unik :

1. Menara Kudus
Masjid yang terletak di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini dibangun pada 956 H/1549 M. Masjid ini terkenal dengan menaranya yang unik, yang merupakan bagian dari kompleks makam Sunan Kudus. Menara ini pada dasarnya meniru bangunan candi zaman Majapahit yang terdiri dari kaki dan tubuh bangunan yang berjenjang beserta pelipit-pelipit mendatar sebagai batas.
Bagian dinding menara terbuat dari material batu bata. Sementara bagian atas menara berbentuk atap tumbang dengan konstruksi kayu. Hiasan bidang, meskipun sudah disamarkan, masih tampak seperti bekas-bekas hiasan pada bangunan candi.

2. Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Istiqlal merupakan salah satu masjid di Indonesia yang mengedepankan gaya arsitektur Islam modern. Gaya arsitektur modern ini juga tampak pada bagian menara masjid. Bangunan menara yang berfungsi sebagai tempat muazin mengumandangkan azan sebagai tanda waktu shalat tiba ini dibangun meruncing ke atas dan memiliki lubang-lubang pada bagian dindingnya. Lubang-lubang tersebut untuk mengurangi tekanan dan hembusan angin.
Menara ini memiliki ketinggian 66,66 meter dengan diameter lima meter. Ketinggian menara ini sebagai simbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam Alquran. Sementara di atas tempat muazin mengumandangkan azan adalah puncak menara yang terbuat dari baja tahan karat seberat 28 ton dengan tinggi 30 meter.

3. Masjid Agung Banten
Masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jawa. Masjid yang dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) terletak di sisi alun-alun dan di sebelah utara keraton. Menara Masjid Agung Banten berbentuk mercusuar dengan gaya Eropa yang tampak kurang serasi dengan bangunan masjidnya.
Awalnya, sebelum difungsikan sebagai menara masjid, menara ini digunakan sebagai menara rambu dan pengintai untuk Pelabuhan Banten yang kerap menjadi sasaran serangan oleh kekuatan-kekuatan Eropa sebagai rival Belanda. Menara ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel, yang bekerja di kota pelabuhan itu pada abad ke-17 M.

4. Masjid Samarra Iran
Bentuk khas menara spiral digunakan di masjid-masjid di Irak yang mengadopsi tradisi dalam bangunan menara Mesopotamia. Masjid Samarra Iran dan Masjid Dullaf di Irak yang memiliki menara berbentuk spiral. Bisa dikatakan kedua menara ini sebagai peninggalan arsitektur yang memberikan kesan bahwa perhitungan geometri para arsitek pada masa itu sudah sangat akurat. Kedua menara masjid itu bahkan hingga sekarang masih tegak berdiri walaupun sudah berusia 1.200 tahun. Masjid lain yang juga memiliki menara spiral adalah Masjid Ibnu Tulun di Fustat, Mesir.

5. Menara Masjid Emin
Satu-satunya minaret berbentuk oktagonal yang terkemuka terletak di Chefchaouen Cina bernama Emin Minaret yang dibangun pada 1778 oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1735-1796). Menara ini memiliki tinggi 44 meter (144 kaki) dan merupakan menara masjid tertinggi di Cina.
Menara ini terbuat dari kayu dan batu bata. Modelnya sangat elegan berbentuk melingkar dan meruncing ke bagian atas. Diameter menara seluas 14 meter (46 kaki) di bagian bawah, sedangkan pada atas diamaternya sekitar 2,8 meter.

6. Masjid Hassan II Maroko 
Masjid Hassan II di Casablanca, Maroko, tercatat sebagai masjid dengan menara tertinggi di dunia. Menaranya seakan mencakar langit dengan ketinggian mencapai 210 meter. Dirancang oleh arsitektur asal Prancis, Michel Pinseau, masjid ini dibangun oleh Bouyges pada 1980. Setiap malam, di puncak menara, terdapat sinar laser yang mengarah ke Makkah.
Bangunannya megah dan luas yang menghadap ke perairan Atlantik. Masjid ini berdiri di sebuah semenanjung hasil reklamasi. Pembangunan Masjid Hasan II Maroko terinspirasi oleh ayat Alquran surah Hud [11] ayat 7, “Singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air.” Masjid ini bisa menampung lebih dari 30 ribu jamaah.

7. Masjid Agung Xi’an 
Menara Masjid Agung Xi’an ini terbilang cukup unik karena menggambarkan arsitektur asli Cina. Menara ini menggabungkan dua fungsi; bulan menonton paviliun dan menara. Eksterior masjid dihiasi dengan ubin kaca biru dan kepala naga. Di dalam, langit-langit yang dicat cerah diukir dengan bunga teratai. Masjid ini dibangun pada masa Dinasti Ming tahun 700-an Hijriyah (1400 Masehi) oleh Laksamana Cheng Ho.

Regards,
Yudi Riswandy,
www.goesmart.com

Rabu, 24 April 2013

Anak yang Saleh Terbentuk dari Orang Tua yang Saleh

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Mungkin kesibukan anak-anak jaman sekarang sama sibuknya dengan orang tua mereka. Orang tua sibuk bekerja di luar rumah mulai dari pagi hingga petang bahkan pulang malam hari. Begitu pula anak-anak, belajar di sekolah mulai dari pagi hingga sore hari. Kemudian ditambah lagi belajar berbagai macam kursus / les di luar sekolah. Setelah maghrib belajar mengaji hingga sholat isya. Setelah sholat isya belajar lagi atau mengerjakan pekerjaan rumah yang diterima dari sekolahnya.
Begitu padatnya acara belajar dan belajar anak-anak kita seharian penuh. Dan hasilnya memang cukup mengagumkan. Anak-anak kita menjadi anak-anak yang cerdas dan gemilang prestasi sekolahnya.
Namun sayang, kecerdasan otaknya tidak diimbangi dengan kecerdasan emosionalnya. Ibarat buah, anak-anak kita menjadi matang secara buatan yang instant. Sehingga hasilnya pun menjadi anak-anak yang hanya pandai di bidang pelajaran semata. Mereka kurang pandai dalam hal bersosialisasi dengan lingkungan. Mereka kurang pandai mengambil nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang positif. Tidak jarang mereka terjatuh ke dalam jurang kenalan remaja.
Terjadinya kenalan remaja sebenarnya merupakan akibat kurangnya perhatian orang tua kepada anak-anaknya. Sehingga anak-anak akan mencurahkan segala macam persoalan atau problem yang dihadapinya ke lingkungan di luar rumahnya. Di luar rumah seakan mereka mendapatkan tempat yang cocok untuk menumpahkan segala macam problema hidupnya, karena memang di dalam rumah mereka tidak pernah diperhatikan oleh orang tuanya. Di dalam rumah, orang tua hanya berperan sebagai hakim yang serba melarang dan menghukum dengan mengatakan jangan begini atau jangan begitu. Akibatnya permasalahan mendasar yang dihadapi anaknya tidak akan pernah diketahui oleh orang tuanya.
Di sinilah barangkali benang merah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Jangan jadi orang tua hanya berkomunikasi kepada anak-anak pada waktu pagi hari dengan mengatakan bangun!, mandi!, sarapan pagi!, sekolah!. Kemudian pada sore hari mengatakan pulang!, mandi!, makan!, belajar!. Tanpa komunikasi timbal balik antara orang tua dan anak.
Jadi dari sekilas gambaran di atas dapat kita simpulkan bahwa, bila kita menghendaki anak-anak kita menjadi anak yang saleh, maka:
1. Jalan satu-satunya kita sebagai orang tua harus saleh terlebih dahulu.
2. Berikanlah contoh yang baik kepada anak-anak Anda.
3. Berikanlah perhatian penuh kepada anak-anak Anda. Jangan hanya bisa melarang dan menghukum saja.
4. Dengarkan apa problema mereka. Luangkan waktu khusus untuk mendampingi mereka di dalam rumah.
Apabila Anda sebagai orang tua bisa menjadi figur yang saleh di mata anak-anak Anda, niscaya anak-anak Anda akan meniru Anda. Jangan pernah salahkan lingkungan bila anak-anak Anda terjerumus ke dalam kelompok kenakalan remaja. Karena lingkungan sekitar Anda sebenarnya tercipta mulai dari rumah tangga Anda.

Regards,Yudi Riswandy,www.goesmart.com

Selasa, 23 April 2013

Ibarat Membangun Tembok Besar Cina

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

"Siapa yang tahu, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membangun - menyelesaikan Tembok Besar Cina?", pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Anies Baswedan, dalam sebuah forum di bulan Juli 2011 yang lalu di Gedung Indonesia Menggugat. Hadirin mulai melontarkan jawaban "30 tahun!", "100 tahun!"... Jawaban yang betul, ternyata adalah 300 tahun. Luar biasa! Kalau kita perhitungkan satu generasi adalah 30 tahun, berarti pembangunan Tembok Besar Cina perlu waktu 10 generasi. Perlu beberapa dinasti kerajaan untuk menuntaskan satu bangunan luar biasa ini, satu-satunya objek di bumi yang konon bisa terlihat dari luar angkasa.

Apa yang ingin disampaikan mas Anies? Ilustrasi Tembok Besar Cina, ternyata mengandung banyak poin penting di dalamnya. Pertama, adalah keyakinan besar pada bangsa Cina pada waktu itu bahwa bangsanya akan tetap ada, tetap eksis di generasi demi generasi setelah mereka perintisnya sudah tiada. Ada perspektif ke masa depan yang sangat panjang, ada keyakinan tentang kejayaan bangsa mereka yang dihayati oleh semua yang ikut terlibat dalam proyek besar tersebut saat itu. Mas Anies mengajak kita yang hadir untuk membayangkan apa yang dipikirkan oleh mereka yang bertugas memasang batu pondasi bangunan tembok tersebut. Kita bisa bayangkan bahwa mereka mestinya paham bahwa mereka tidak akan menyaksikan bagaimana tembok tersebut akan selesai nantinya. Walaupun demikian, batu demi batu tetap dipasangkan, generasi demi generasi tetap menjalankan tugas berat ini untuk kejayaan bangsanya... Mungkin cukup banyak dari mereka yang melakukannya di bawah paksaan, tapi membayangkan prosesnya tetap ini adalah karya luar biasa. Mestinya kita juga bisa menyimpulkan bahwa ini juga menggambarkan kesetiaan dan keyakinan terhadap apa yang disebut proses. Proses yang berjalan selama 300 tahun.

Pendidikan saya kira sangat sejalan dengan ilustrasi ini. Apa yang dilakukan para pendidik (guru, orang tua) terhadap anak-anak kita adalah proses yang luar biasa panjang. Apa yang kita lakukan adalah membantu anak menemukan dan meletakkan keping demi keping bagian kecil dari bangunan individu yang wujudnya baru nampak di sekian tahun mendatang. Seperti apa kita hari ini adalah hasil dari semua yang (dilakukan atau tidak dilakukan) oleh para pendidik kita dulu.

Saya teringat dialog dengan kak Marisa Moeliono - teman diskusi kami di Semi Palar khususnya mengenai bidang psikologi. Beliau merespon pertanyaan kami kurang lebih begini :"kak Marisa, kita di kelas sudah melakukan ini, itu, memberi tahu, mengajak diskusi, mengingatkan, tapi kok di anak-anak sepertinya tidak ada perubahan?". Respon kak Marisa saat itu sederhana, "kakak-kakak, kita itu harus sabar... apa yang kita lakukan hari ini, hasilnya mungkin baru muncul setelah anak-anak SMP atau SMA, bahkan setelah mereka dewasa nanti. Kita hanya harus yakin bahwa setiap hal positif apapun yang kita lakukan akan melengkapi mereka. Dan apa yang kita berikan sebagai pendidik, akan muncul kelak pada waktunya". Intinya, saya kira adalah bahwa kita harus terus memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukan tugas pendidikan kita bagi anak-anak... Kita lakukan, tanpa harus banyak berharap atau menuntut bahwa kita ingin bisa melihat hasilnya saat ini juga. Karena pendidikan ini adalah sebuah proses, karena apa yang kita lakukan bagi anak-anak adalah membantu mereka membangun diri mereka sendiri...

Dalam kesempatan lain, sebuah obrolan di dalam sebuah forum yang berbeda menyinggung persoalan, ini di mana saya dan teman-teman membahas bagaimana pemerintah mengelola kebijakan2 pendidikan yang memayungi segala upaya penyelenggaraan pendidikan di negeri ini... Ganti menteri ganti kebijakan. Sebuah pola yang sudah kita kenali sejak dulu. Hal ini menggambarkan bahwa memang para pemimpin bangsa ini tidak punya visi. Pemimpin kita tidak tahu, mau membangun apa di negeri ini. Atau, kalaupun punya visi, tidak mampu memimpin segenap lapisan bangsa yang dipimpinnya untuk bergerak menuju ke visi tersebut. Mau dibawa ke mana bangsa ini. Apa yang selalu dilakukan adalah membongkar kembali apa yang sudah dibangun sebelumnya. Belum ada hasilnya, begitu ganti pengelola, kebijakan juga otomatis diganti. Akibatnya, bangsa ini tidak pernah jadi apa-apa karena juga tidak pernah membangun apa-apa.

Mas Anies bilang, bangsa kita ini adalah orang-orang yang senangnya gunting pita. Senang upacara dan peresmian doang. Kerjanya nol besar... Soal bekerja, saya ingin mengutip kata-kata Dahlan Iskan, yang pada hari pengangkatannya menjadi Meneg BUMN, dia bilang begini, "Saya sudah titip kepada para Direktur BUMN, dalam 3 bulan ke depan, harus mengurangi jumlah rapat-rapat, membuat laporan dan lain sebagainya sampai 50%. Jangan sampai kita berpikir kalau sudah rapat dan membuat laporan, kita itu sudah bekerja. Lebih baik waktu yang digunakan untuk rapat-rapat dan membuat laporan itu kita manfaatkan untuk bekerja." Keren! Uraian itu datang dari seorang Dahlan Iskan yang dalam jangka waktu 3 tahun mampu memutar-balikkan performansi PLN dari situasi semrawut dan perlu disubsidi kiri kanan, menjadi badan usaha yang profesional dan profitabel. Luar biasa. Ini sebetulnya menandakan kita bisa, kalau kita mau...

Siang tadi, di sebuah forum tentang Pendidikan Nilai (November 2011) yang diselenggarakan oleh romo Ferry Sutrisna, saya berkenalan dan berbincang dengan Bpk. Teguh Purwanto. Beliau sekarang bekerja di Departeman Kehutanan, sebagai kepala biro Ekowisata dan Jasa Lingkungan. Seorang yang saya lihat punya visi luar biasa. Beliau memandang bahwa bangsa Indonesia punya potensi luar biasa. Beliau bercerita bagaimana setelah Bom Bali I dan II, sektor pariwisata nyaris ambruk karena hampir 70% wisatawan asing berhenti masuk Indonesia. Tapi beliau dan timnya yakin penuh bahwa Indonesia bisa bangkit dengan mengandalkan diri kita sendiri. Dan dalam prosesnya ini memang terbukti. Saat ini beliau sedang bekerja membangun pariwisata di banyak tempat di Indonesia, salah satunya di Jawa Barat adalah Kawah Putih, yang dalam waktu singkat menjadi sangat populer bahkan ke manca negara. "Potensinya besar, tapi harus dibangun dengan kerja sama banyak pihak." katanya. Saya coba bertanya, "minat asing bagaimana pak?" Beliau bilang, "Kita sedang fokus untuk membangun kerja sama dengan swasta nasional. Minat asing memang banyak, tapi kita tidak ingin seperti Bali yang sekarang 70% sudah dikuasai asing". Acung jempol buat Pak Teguh. Saya sepakat. Kita harus yakin dengan diri kita sendiri..

Merangkum tulisan di atas, bangsa yang besar dibangun dari individu yang berkualitas. Bukan dari sistem ekonomi atau banyaknya industri yang dimiliki, bukan juga dari angka2 penghasilan perkapita, atau angka-angka statistik yang bisa dimainkan dan dimanipulasi. Individu yang berkualitas dan berkarakter dan cinta bangsanya hanya bisa dibangun lewat pendidikan, di sekolah dan di keluarga. Kalau semua kita lakukan lewat kerja keras, dengan pengorbanan, yakin dan setia kepada proses, yakin kepada diri sendiri, kita pasti bisa. Kalau kita mau, kita bisa membangun sesuatu yang luar biasa seperti dulu kita punya kerajaan Majapahit, seperti candi Borobudur... sesuatu yang seperti Tembok Besar Cina...

Andy Sutioso,
www.create-n-live.blogspot.com

Regards,
Yudi Riswandy,
www.goesmart.com

Senin, 22 April 2013

Pendidikan Jujur yang Membebaskan

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.


Apa yang bisa mengguncang institusi pendidikan prestisius? Ternyata bukan nilai, sarana-prasarana, atau dana, tapi ketidakjujuran.
Itulah yang terjadi di Universitas Harvard, AS, yang prestisius itu. Baru-baru ini Harvard terguncang hebat oleh skandal ”nyontek” yang melibatkan sekitar 125 mahasiswa dalam mata kuliah pemerintahan.
Sesungguhnya penulis rindu guncangan semacam itu juga terjadi dalam pendidikan kita. Guncangan karena skandal ”nyontek” justru menunjukkan penyelenggara pendidikan teguh memperjuangkan martabatnya. Kejujuran harga mati, martabat, sekaligus roh pendidikan. Sebaliknya, menutup-nutupi fakta ketidakjujuran dan beragam dinamika pendidikan manipulatif tindakan pembusukan dunia pendidikan dan penghancuran bangsa.

Alasan mencontek
Ada banyak alasan mengapa siswa/mahasiswa mencontek. Pada kasus Harvard, pencontek- an dilakukan puluhan atlet universitas itu. Diduga, seperti banyak perguruan tinggi lain, Harvard memberikan keringanan bagi para atlet mahasiswa. Dalam konteks ini, mencontek terjadi karena pencontek tak ada di tempat belajar yang tepat. Pembelajar harus mempertimbangkan kultur dan dinamika tempat belajarnya agar terhindar dari tekanan terlampau tinggi karena tuntutan institusi pendidikan di luar kemampuannya. Sekolah/universitas yang ”bagus dan baik” belum tentu berguna bagi semua pembelajar.
Tekanan yang terlampau berat juga terjadi karena tuntutan prestasi/nilai. Tuntutan itu bisa datang dari orangtua atau lembaga. Sesungguhnya tak selalu salah menuntut pembelajar mendapat prestasi tinggi asal lembaga pendidikan sungguh-sungguh menekankan dan menghargai proses. Nalarnya: kalau semua proses pendidikan berjalan dengan baik, akuntabel, dan transparan, nilai/prestasi yang baik akan terjadi dengan sendirinya.
Sayangnya, pendidikan kita telah mengabaikan proses. Akibatnya sebagian besar pembelajar di negeri ini tak memiliki kepercayaan diri. Ketika penulis bertanya kepada para murid tentang alasan mereka sulit mengendalikan dorongan spontan untuk tidak mencontek adalah nihilnya kepercayaan diri. Sejak SD mereka tak pernah mengalami nikmatnya belajar, indahnya belajar dengan menekuni proses. Lebih parah lagi, guru mereka tak banyak menghargai, apalagi mengajarkan proses belajar.
Kita bisa memahami pengakuan para murid itu ketika menyadari rendahnya kompetensi guru. Kian jarangnya digunakan soal-soal uraian dalam ujian adalah petunjuk lain. Pragmatisme pembelajaran yang berjiwa hedonis dengan menjadikan nilai ujian sebagai penentu prestasi pantas kita pertimbangkan juga. Padahal, banyak pembelajar sesungguhnya unggul dalam mengerjakan tugas harian (proses), tetapi ringkih saat ujian karena kurang percaya diri. Di sini kita mestinya sadar, para pencontek itu adalah korban dinamika pembelajaran yang pragmatis-hedonis, mengabaikan proses, tidak transparan dan akuntabel.
Kita juga mesti merenung jujur: tidakkah dinamika pendidikan yang begitu memuja pencitraan dan beragam tindakan manipulatif hanya akan melahirkan generasi pencontek? Apalagi bila dinamika semacam itu justru difasilitasi dan dimobilisasi lembaga pemerintahan-negara. Itu sebuah pelanggaran hak asasi manusia yang serius, sistematis, dan kejam, tetapi terjadi dalam sunyi. Lebih parah lagi, ini efektif menghancurkan eksistensi bangsa kita karena pada saatnya negeri ini akan diurus generasi nihil kepercayaan diri.

Pembelajar jujur
Pendidikan jujur niscaya demi menjaga eksistensi bangsa ini dalam percaturan dunia. Pendidikan jujur meniscayakan dinamika pembelajaran yang menekankan dan menghargai proses, transparan, serta akuntabel. Dinamika pendidikan semacam itu membantu pembelajar mengalami apa yang oleh Paulo Freire disebut humanisasi.
Dalam humanisasi, manusia dibantu menyadari keterbatasannya dengan praksis. Pendidikan yang menekankan dan menghargai proses membantu pembelajar menyadari keterbatasannya hingga sanggup mengatasi situasi yang membatasinya itu.
Karena itu, pembelajar perlu dibantu memilih institusi belajar yang memiliki kultur dan dinamika pembelajaran yang cocok baginya. Tujuannya agar pembelajar mampu berproses. Ia mampu nyaman dengan dirinya, menentukan target prestasi yang terukur, serta melakukan dinamika proses pembelajaran yang unik untuk mencapai target itu. Pada akhirnya ia terbantu untuk memiliki banyak pengalaman sukses dan melampaui keterbatasan-keterbatasan yang disadarinya. Inilah jalan melahirkan generasi berkarakter dan jujur.
Beragam pencitraan dan kastanisasi pendidikan yang memengaruhi perekrutan pembelajar perlu dipertimbangkan. Institusi pendidikan sebaiknya merekrut mereka yang mampu belajar sesuai kultur institusinya. Sekolah/ universitas dibangun untuk pembelajaran, bukan gerombolan.

BeritaKaget.com // Ilham Mahesa Sinaga // 30 Oct 2012 

Regards,
Yudi.R
www.goesmart.com

Jumat, 19 April 2013

Tips Mendidik Anak Agar Patuh dan Cerdas

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Pendidikan untuk putra-putri anda sangatlah penting guna menuntun buah hati anda bisa tumbuh pintar, berkarakter, cerdas dan tentunya bermoral.

Berikut beberapa tips untuk membimbing anak-anak anda agar menjadi pintar sebagaimana yang anda harapkan selaku orangtua.

Ajaklah untuk bicara. ceritakan perihal apa saja kepadanya. yang jelas, hingga anak tahu, ia yaitu pusat perhatian anda. ini dapat beri dukungan pengembangan pengetahuan bhs serta berpikir.

Tentukan buku anak-anak dengan huruf yang besar serta gambar yang jelas. ini dapat menolong anak-anak mengerti apa yang mereka tengok serta juga pelan-pelan studi membaca kalimat.

Beli kaset / vcd / dvd didalam bhs asing. dapat lebih mudah untuk anak menangkap bhs asing dari pada lantas.

Beli software computer untuk anak balita. banyak perangkat lunak yang menggunakan kursus keyboard kemahiran untuk anak-anak sebelum saat umur 2, 5 th. kurang kemungkinan untuk menggunakan mouse.

Beli huruf terbuat dari plastik serta simpan di kamar mandi. setiap saat mandi, memperkenalkan cii-ciri baru serta janganlah berulang-ulang hingga anak hafal. dengan demikian, anak-anak perlahan dapat mulai pelajari hubungan pada bicara serta menulis didalam bhs.

Senantiasa lakukan pengulangan. beberapa orang tua jadi frustrasi bila anaknya berkali-kali membaca satu halaman di buku yang sama atau melihat film / vcd yang itu saja. janganlah bingung serta panik ! ini yaitu sisi mutlak dimana anak tahu info tersebut.

Beli huruf-huruf serta angka-angka yang terbuat dari magnet. perihal ini sangat mungkin anak bermain sembari studi di depan lemari es. memperkenalkan kalimat baru tiap-tiap minggu.

Baca cerita tiap-tiap hari. baca dengan intonasi serta ekspresi layaknya kita tengah bermain drama.
ingat, pendidikan jasmani terkait segera dengan pendidikan akademis.

Penelitian tunjukkan perkembangan otak juga terkait jamant dengan pendidikan jasmani, layaknya merangkak sebelum saat umur 1 th.. bila anda serta anak-anak kerap lakukan aktivitas olah raga berbarengan, ini bisa menolong menambah perkembangan fisik anak serta otak. apakah itu jalan, menunggang kuda, berenang, serta yang lain.

Beli satu set pelajaran serta pendidikan untuk anak. ini terhitung buku, video, kaset, serta bagaimana mengajarkannya. membaca serta studi baik anak-anak. beli ensiklopedia diilustrasikan spesial untuk anak-anak juga, tidak ada salahnya.

Cara mendidik anak yang salah
Terlalu berlebihan
 Menurut judy haire, “banyak orang tua menggunakan 100 km per jam mengeringkan rambut, daripada menyempatkan 1 jam berbarengan anak mereka”. Anak butuh waktu sendiri untuk rasakan kebosanan, karena perihal itu dapat meningkatkan anak memunculkan kreatifitas tumbuh.

Bertengkar di hadapan anak

Menurut psikiater sara b. Miller, ph. D., tingkah laku yang sangat punya pengaruh mengakibatkan kerusakan yaitu “bertengkar” di hadapan anak. Waktu orang tua bertengkar didepan anak mereka, terutama anak lelaki, maka akhirnya yaitu seorang calon pria dewasa yang tidak peka yang tidak bisa terkait dengan wanita dengan sehat. Orang tua semestinya menghangatkan diskusi di antara mereka, tanpa anak-anak di sekitar mereka. Lumrah saja apabila orang tua tidak sama pendapat namun upayakan tanpa amarah. Janganlah buat perasaan tidak aman serta ketakutan pada anak.

Tidak konsisten

Anak butuh jadi bahwa orang tua mereka bertindak. Janganlah biarlah mereka memohon serta merengek jadi senjata yang ampuh untuk memperoleh apa yang mereka kehendaki. Orang tua mesti tegas serta berwibawa di hadapan anak.

Meremehkan kata hati

Menurut lisa balch, ibu dua orang anak, “lakukan saja cocok dengan kata hatimu serta biarlah mengalir tanpa meremehkan juga suara-suara di sekelilingnya yang melemahkan. Saya banyak studi bahwa orang tua semestinya memiliki kepekaan yang tajam perihal sesuatu”.

Terlampau banyak nonton tv

Menurut neilsen media research, anak-anak amerika yang berumur 2-11 th. Melihat 3 jam serta 22 menit siaran tv 1 hari. Melihat televisi dapat bikin anak malas studi. Orang tua condong membiarkan anak berlama-lama didepan tv di banding mengganggu kegiatan orang tua. Orang tua amat mustahil bisa memfilter masuknya iklan negatif yang tidak mendidik.

Segala nya diukur dengan materi

Menurut louis hodgson, ibu 4 anak serta nenek 6 cucu, “anak saat ini memiliki banyak benda untuk dikoleksi”. Tidaklah salah memanjakan anak dengan mainan serta liburan yang mewah. Namun yang semestinya disadari yaitu anak anda memerlukan quality time berbarengan orang tua mereka. Mereka condong pingin didengarkan dibanding diberi suatu hal serta diam.

Berlaku berat sebelah

Sebagian orang tua terkadang lebih beri dukungan anak serta berlaku memihak anak sembari menjelekkan pasangannya didepan anak. Mereka dapat hilang persepsi serta condong terpola untuk berlaku berat sebelah. Sempatkan waktu berbarengan anak minimal 10 menit disela aktivitas anda. Serta yakinkan anak tahu waktu berbarengan orang tua yaitu waktu yang tidak bisa diinterupsi.


Regards,
Yudi.riswandy
www.goesmart.com

Kamis, 18 April 2013

10 Fenomena yang Tak Dapat Dijelaskan oleh Sains

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Ilmu pengetahuan memang menakjubkan. Mampu menyibak beragam misteri kehidupan. Mencari energi alternatif, mengobati penyakit, menjelajah antariksa, bahkan menciptakan mahluk hidup buatan. Semua keajaiban sains itu membuat kita terheran-heran.

Tapi tidak semua misteri kehidupan bisa dipecahkan. Masih banyak fenomena lain yang belum dapat terjawab oleh ilmu pengetahuan. Livescience.Con mencatat ada 10 fenomena yang hingga kini belum dapat dijelaskan secara ilmiah. Apa saja itu? Mari kita simak. Siapa tahu Anda mau menambahkannya.
  1. Dengungan Taos
    Penduduk dan pengunjung kota kecil Taos di New Mexico selama bertahun-tahun diganggu oleh dengungan aneh. Suara berfrekuensi rendah tersebut mengumandang di sepanjang udara gurun pasir. Uniknya, hanya 2 persen dari penduduk setempat yang mendengar suara itu. Sebagian orang meyakini suara itu disebabkan oleh getaran yang tidak biasa. Hingga hari ini misteri dengungan aneh ini belum jua terpecahkan.
  1. Bigfoot
    Selama puluhan tahun dilaporkan temuan mahluk besar berambut, berkaki besar dan meninggalkan jejak di sepanjang daerah di Amerika. Bahkan ada saksi matanya juga. Lucunya, tidak ada temuan berupa potongan organ tubuh sama sekali. Hanya berupa rekaman foto dan film. Sama dengan monster Loch Ness, Bigfoot oleh mayoritas orang dianggap hanya mitos. Secara ilmiah belum terbuktikan keberadaannya.
  1. Intuisi 
    Sebagian orang menyebutnya "indra keenam". Nyaris semua orang pernah berpengalaman menggunakan intuisinya baik sengaja maupun tidak. Misalnya saat kita merasa ada sesuatu yang salah, ternyata benar. Kajian psikologi menganalisanya sebagai kemampuan manusia mengenali suatu peristiwa dengan mengumpulkan informasi sekitar. Kita bisa tahu tentang sesuatu tanpa paham bagaimana caranya. Tapi belum ada jua penjelasan yang dapat diterima di dunia sains tentang ini.
  1. Menghilang Secara Misterius
    Manusia bisa hilang karena banyak alasan. Melarikan diri, kecelakaan, terbunuh, dan masih dapat ditemukan. Namun ada beberapa kasus dimana orang menghilang secara misterius. Sebut saja sejumlah kru kapal Spanyol Marie Celeste, Jimmy Hoffa, Amelia Earthart dan Natalee Holloway. Nama-nama tersebut adalah orang yang menghilang tanpa jejak. Belum ada juga penjelasan ilmiah tentang misteri ini.
  1. Hantu
    Dari karya Shakespeare, Machbet sampai aneka acara televisi terkini, selalu menceritakaan adanya roh orang yangsudah meninggal. Di seantero dunia, perbagai negara, orang percaya adanya hantu. Pemburu hantu serta teknologi paling anyar mencoba menjelaskan secara ilmiah tentang mahluk tersebut. Sayang, masih belum ada penjelasan yang dapat diterima dengan pengetahuan manusia.
  1. Déjà vu 
    Berasal dari bahasa Perancis yang artinya â€Å“pernah terlihat”, déjà vu adalah peristiwa dimana kita merasa pernah mengalami kejadian yang sama di masa silam. Nyaris semua orang mengalaminya. Ada yang menganggap sebagai pengalaman di kehidupan sebelumnya. Para psikolog mencoba menjelaskannya secara naturalistik. Tapi kejadian ini tetaplah misteri.
  1. UFOs 
    Tak bisa disangkal bahwa begitu banyak orang bersaksi melaporkan keberadaan Unidentified Flying Objects (UFOs), Dari piring terbang hingga mahluk berkepala botak dengan mata memanjang. Para astronom percaya bahwa meteor berasal dari angkasa luar. Namun apakah ada mahluk hidup di luar sana? Sebuah pertanyaan yang belum dijawab oleh sains.
  1. Pengalaman Nyaris Mati dan Hidup
    Sesudah Mati Di Indonesia dikenal istilah mati suri, mati sesaat lalu hidup kembali. Ternyata kejadian ini dialami oleh manusia di semua benua di dunia. Pengalaman ini rata-rata berkisah tentang sinar yang menyilaukan yang dijumpai saat menuju ke alam baka. Kaum skeptis menganggapnya hanya sebagai halunisasi. Orang yang relijius meyakini bahwa sinar itu adalah Tuhan. Penjelasan ilmiahnya? Belum ada.
  1. Kekuatan Psikis
    Ini adalah kekuatan yang melebihi intuisi, dimana orang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Sebagaian mendapatkan dari mimpi atau mendadak mendapat pengelihatan tentang apa yang akan terjadi. Di Indonesia dikenal sebagai paranormal atau dukun atau peramal. Kekuatan ini juga belum dapat dianalisa secara sains.
  1. Hubungan Tubuh dan Pikiran
    Ilmu kesehatan memang mempercayai bahwa pikiran kita sangat mempengaruhi kondisi fisik. Pada efek plasebo misalnya, mendemonstrasikan bagaimana suatu penyakit dapat berangsur membaik dengan cara si pasien memikirkan hal-hal positif. Atau penderitaan mental yang justru memperburuk kondisi kesehatan. Tapi sampai sekarang ilmuwan belum mampu menjelaskan detail ilmiah hubungan antara pikiran dan tubuh kita.

Regards,
Yudi.R
www.goesmart.com

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)