Kamis, 11 Agustus 2011

Inilah 10 Keuntungan "Positive Thinking"

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




KOMPAS.com - Sikap mencerminkan dari kepribadian seseorang, dan pikiran memberi peran yang besar terhadap sikap seseorang. Itulah mengapa berpikir positif membuat perbedaan besar dalam hidup kita. Sikap yang baik dimulai dengan berpikir positif. Berpikir positif memiliki peran penting dalam pembentukkan setiap individu. Kekuatan berpikir positif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan Anda.

 Sikap positif membantu Anda dalam mengatasi masalah kehidupan sehari-hari. Sebuah pandangan yang positif dapat membantu Anda untuk mengatasi situasi stres dan dapat mengubah hidup Anda jauh lebih baik. Berikut ini beberapa manfaat dari berpikit positif :

1. Mengatasi stres : Berpikir positif membantu Anda mengatasi situasi stres, mengabaikan pikiran negatif, mengganti pikiran pesimis menjadi optimis, mengurangi kecemasan dan mengurangi stres. Ketika Anda mengembangkan sikap positif Anda bisa mengontrol hidup Anda dengan baik.

 2. Menjadi lebih sehat : Pikiran kita secara langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana cara bekerjanya. Ketika Ada mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, kepercayaan dan kedamaian, bukannya dengan kebencian, kecemasan, dan kekhawatiran, maka Anda akan merasakan kesejahteraan. Dan ini berarti Anda tidak mengalami gangguan saat tidur, tidak merasakan ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang-orang yang berpikir negatif lebih muda terkena depresi.

 3. Percaya diri : Dengan berpikir positif, maka Anda lebih percaya diri dan tidak untuk menciba menjadi orang lain. Jika Anda tidak percaya diri Anda tidak akan pernah mendaptkan kehidupan yang lebih baik.

 4. Bisa mengambil keputusan yang benar : Berpikir positif mencegah Anda memilih keputusan yang salah atau melakukan hal yang bodoh yang kemudian Anda sesali. Berpikir positif membuat Anda memilih keputusan dengan cepat.

 5. Meningkatkan fokus : Menggunakan pikiran positif membantu Anda lebih fokus saat menghadapi masalah. Jika Anda berpikir negatif akan membuang-buang waktu, dan energi Anda.

 6. Bisa mengatur waktu lebih baik : Dengan meningkatnya fokus serta kemampuan membuat keputusan yang lebih baik, Anda akan lebih terorganisir. Ini akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai.

 7. Lebih sukses dalam hidup : Sikap positif tak hanya bisa meningkatkan fokus Anda dan lebih bisa mengatur waktu dengan baik tetapi mengarahkan Anda pada kebahagian dan keberhasilan saat mengubah hidup Anda.

 8. Memiliki banyak teman : Ketika berpikir positif, Anda akan menarik perhatian orang-orang dan ketika orang-orang tersebut dekat dengan Anda mereka akan merasa nyaman.

 9. Menjadi pemberani : Ketakutan berasal dari pikiran negatif. Menjadi pemikir positif menghilangkan rasa takut. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa Anda tetap positif Anda akan tahu bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Anda dapat menghadapinya.

 10. Hidup lebih bahagia: Percaya diri merupakan suatu fakta bahwa Anda bahagia menjadi diri Anda sendiri dan tidak mencoba untuk menjadi orang lain. Jika Anda memiliki semangat berpikir positif, Anda selalu mengantisipasi hidup bahagia, damai, tawa, kesehatan yang baik dan kesuksesan finansial.



 Tips agar Anda selalu berpikiran positif :
 - Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang baik dalam segala situasi.
 - Cari alasan untuk tersenyum lebih sering.
 - Visualisasikan hanya apa yang Anda inginkan terwujud
 - Libatkan diri Anda dalam kegiatan rekreasi menyenangkan.
 - Baca dan kutipan yang inspirasional.
 - Ikuti gaya hidup sehat. Olahraga setidaknya tiga kali seminggu.
 - Bergaulah dengan orang yang selau berpikir positif.

 Seseorang yang berpikir positif tahu bagaimana menangani situasi yang buruk lebih baik daripada siapa pun. Dan ingat, keberhasilan terjadi kepada mereka yang percaya diri! (M05-11)

Kemdiknas : Tingkatkan APK SMA/SMK Guna Capai Target EFA

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.





JAKARTA, Kementerian Pendidikan Nasional terus berupaya untuk mencapai target Education For All (EFA), yang menjadi tujuan MDGs tahun 2015, dengan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) di semua jenjang pendidikan.

Saat ini perhatian lebih difokuskan untuk peningkatan APK di tingkat SMA dan SMK. Untuk mencapainya, Kemdiknas akan mengupayakan dari sisi pembiayaan atau dana, dan sisi ketersediaan sekolah.

APK dan Angka Partisipasi Murni (APM) di jenjang pendidikan dasar sudah mencapai angka yang baik.

"Saat ini APK pendidikan dasar mencapai 117%, sedangkan APM 98%," ujar Mendiknas Mohammad Nuh kepada wartawan, seusai pelantikan pejabat eselon 1 di Graha Utama Kemdiknas, hari ini (25/7).

APM pendidikan dasar tersebut, berarti dari total anak-anak usia sekolah, antara 6-12 tahun, tinggal 2% yang belum menikmati bangku sekolah di pendidikan dasar.

Adapun APK 117% berarti menunjukkan jumlah anak-anak yang sedang bersekolah di pendidikan dasar, yaitu mereka yang murni berusia 6-12 tahun, ditambah mereka yang memiliki usia telat masuk sekolah karena ada beberapa faktor yang menjadi hambatan.

"Karena itu saya tidak terlalu risau dengan APM, tapi dengan APK. Tidak apa-apa telat sedikit tapi yang penting kan bisa sekolah," ucap Menteri Nuh, Seperti dilansir laman Kemdiknas.

Untuk SMP, APK sekitar 70%-80%. Sedangkan APK SMA dan SMK baru sekitar 60%. Padahal Kemdiknas sedang berupaya meningkatkan APK di tingkat pendidikan tinggi, dari 26% pada tahun ini, menjadi 35% pada 2014.

"Kalau stuck di SMA dan SMK, APKnya rendah, siapa yg melanjutkan ke sana (pendidikan tinggi)? Piramida harus ditata," tutur Menteri Nuh.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, tingkat APK dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi keluarga peserta didik. Karena itu Kemdiknas akan memberikan dukungan berupa bantuan biaya, baik berupa beasiswa maupun bantuan operasional untuk sekolah.

"Terbukti, dulu APK pendidikan dasar rendah, setelah kami berikan BOS jadi naik" katanya


Selain sisi pembiayaan atau dana, sisi ketersediaan sekolah juga menjadi perhatian Kemdiknas. Saat ini hampir di setiap kecamatan terdapat SMA dan SMK.

Untuk ke depannya, Kemdiknas akan menambah unit sekolah, sehingga di setiap kecamatan tidak hanya terdapat satu SMA atau SMK, tapi ada beberapa sekolah.

Hal ini dilakukan supaya mobilitas lulusan SMP semakin mudah, sehingga jarak tidak lagi menjadi hambatan bagi mereka yang bertempat tinggal di desa.  (c8/lik)

Lomba Menulis untuk Pelajar

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.



oleh: Erma Yulihastin.

Tema: "Quran Inspirasiku"

Klub Menulis Inspirana, sebuah klub menulis yang berkedudukan di Kota Bandung,  mengadakan lomba menulis artikel untuk pelajar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Tujuan lomba ini adalah untuk mengakrabkan para pelajar dengan kitab suci Al-Quran dan menggali ide-ide kreatif untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan. 

Peserta Lomba: Pelajar SMP dan SMA yang tinggal di wilayah Jawa Barat.

Peserta lomba dapat memilih salah satu subtema lomba, yaitu:
1. Menjadi remaja Gaul dan Cerdas ala Quran. Bagaimana caranya?
2. Ngabuburit Asyik bareng Quran. Apa idemu?
3. Quran Menuntunku pada cita-cita. Bagaimana bisa?
4. Inspirasi Iptek dalam Quran. Apa saja?
5. Cara Seru Khatam Quran. Apa idemu?

 Ketentuan:
1. Artikel berupa opini yang ditulis dengan bahasa Indonesia baku dan standar.
2. Artikel diketik menggunakan font jenis Arial ukuran huruf 11 dengan spasi rangkap.
3. Panjang artikel paling banyak empat halaman A4 atau 7000 karakter termasuk spasi. 
 4. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu artikel.
5. Batas akhir penerimaan naskah adalah 17 Ramadhan.
6. Naskah dikirim via email ke: lomba.inspirana@ gmail.com
7. Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan akan dilakukan pada 21 Ramadhan,  di Masjid Habiburrahman PTDI (PT. Dirgantara Indonesia), Bandung.



 Klub Inspirana menyediakan hadiah berupa sertifikat dan uang tunai sebesar:

 Kategori SMA:
 Juara I Rp 1 juta
 Juara II Rp 750 ribu
 Juara III Rp 500 ribu

 Kategori SMP:
 Juara I Rp 850 ribu
 Juara II Rp 600 ribu
 Juara III Rp 450 ribu

Erma Yulihastin (Koordinator Panitia)

Kegiatan Remaja Masjid Sunda Kelapa Total Hadiah 100 Juta

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.






Oleh: Gugus Aryo Swandito



Berikut informasi mengenai rangkaian kegiatan Ramadhan RISKA-Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta:
 
1.       Lomba Fahmil Qur'an
2.       Lomba Tahfidz Qur'an
3.       Lomba Acapella
4.       Pesantren Ramadhan RISKA
 
 Lomba Fahmil Qur'an (18-20 Agustus 2011), ketentuan:
1. Grup, 3 orang (boleh semua laki/perempuan atau perpaduan)
2. Maksimal peserta 30 grup (daftar tercepat yang dilayani)
3. Bentuk soal berkisar tentang pemahaman dan isi kandungan al-Qur’an  (nadham, tajwid, menjelaskan maksud ayat dan kisah-kisah dalam alQur’an)
4. Kejuaran 5 terbaik
5.Umur maksimal 18 tahun ( tingkat SMA/Madrasah Aliyah)
6.Menyerahkan pas foto 3 X 4= 2 lembar
7.Fotokopi KTP masing2 anggota
8.Biaya pendaftaran Rp 50.000 per grup
9.Belum pernah menjuarai cabang MHQ tingkat nasional dan internasional
 
 
Lomba Hifzhil Qur’an (15-20 agustus 2011) Kententuan:
1. Hafal 30 Juz
2. Boleh laki-laki atau perempuan
3. Maksimal 60 peserta (laki-laki atau perempuan masing2 mak 30 orang)
4. Mengisi form pendaftaran (kirim atau datang)
5. Membayar biaya pendaftaran Rp 25.000
6. Tidak pernah juara tingkat nasional atau internasional
7. Usia maksimal 30 tahun
8. menyerahkan pas foto 3X4 = 2 lembar
9. Foto kopi KTP
10. Peserta yang namanya sudah terdaftar,tidak dapat digantikan orang lain
 
 
 Lomba Acapela Lagu-Lagu Islami (18-20 Agustus 2011) Ketentuan:
1. Grup, maksimal anggota 7 orang, boleh semua laki-laki atau perempuan atau perpaduan.
2. Usia maksimal anggotanya 23 tahun
3. Membayar biaya pendaftaran Rp 50.000 per grup
4. Tidak pernah menjuarai grup paduan suara tingkat nasional
5. Tanpa alat musik apapun
6. Fotokopi KTP masing2 anggota
7. Kejuaraan 3 terbaik.
8. ada 2 lagu yang di lombakan :
 1 lagu wajib : pilihan salah satu dibawah ini lagu wajibnya:
 - launun = tebarkan salam
 - fatih = nasyid memang asyik
 - awan = kekasih allah
 - gradasi = nanda
 - justice voice = jangan mepet-mepet
 
 1 lagu pilihan :
 - bebas (nasyid yang lain)
 - lagu sendiri lebih baik
 


Pesantren Ramadhan RISKA (13-14 Agustus 2011)
 
 Hari/Tanggal : Sabtu/Ahad, 13-14 Agustus 2011
 Waktu : Mulai Sabtu jam 8.00 pagi sampai Ahad jam 14.30 wib
 Tempat : Masjid Agung Sunda Kelapa
 Infaq : Rp. 20.000 per orang
 Fasilitas : Starter Kit, sertifikat, Buka Puasa, Makan Sahur
 Persyaratan : Pelajar, Mahasiswa dan umum berusia 15-25 tahun
 
 Acara:
- Training Teknik Menghafal Al Qur'an yang akan dibimbing oleh Lembaga Tahfizh Qur'an Kharisma Risalah dengan Metode 'Utsmani
- 'Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian' oleh Valentino Dinsi ~Entrepreneur dan Ketua PWINDO~
- 'Urgensi Penataan Hidup' oleh Goris Mustaqim ~Asia's Best Young Entrepreneur 2009~
- Training Motivasi 'Perubahan Akhlak dan Ibadah Mencapai Pribadi Mulia' oleh TrainerArif 'Dahsyat'
- muhammad yahya harlan (penemu situs pertemanan salingsapa.com  usia 13 tahun kelas 2 smp NF bandung
- eksklusif fadli " PADI"
- Hiburan Tim Nasyid Tionghoa LAMPION
-games
-qiyamullaail dan muhasabah
 
 
Pendaftaran dapat menghubungi langsung:
Sekretariat RISKA : (021) 31905839
Ika : 08568703105
Nia 0856 - 9334 7007
Sekolah MASK : (021) 31901931
ramadhan@sekolahmask.com
 
Gugus Aryo Swandito adalah Ketua Umum Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA)
http://www.riska.or.id/

Metode Audiovisual untuk Diskalkulia

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




oleh: Arsy Rakhmanissazly


“Seperti kemampuan membaca, ternyata tak semua anak dikaruniai kemampuan memahami angka atau dislakalkulia”
Kosmo – Koran Tempo

Sepenggal pernyataan diatas agaknya sudah dapat mewakili pertanyaan sebagian Orangtua yang gelisah karena ketidakmampuan anak dalam menyelesaikan soal – soal angka. Jika dalam dunia huruf kita mengenal dengan istilah diseleksia, yaitu ketidakmampuan ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis. Maka, dalam hal ini dikalkulia dapat dipahami sebagai ketidakmampuan belajar pada seseorang karena sulit dalam melakukan aktivitas hitungan. Penderita diskalkulia (anti – angka) ini biasanya akan mengalami kesulitan untk belajar, matematika maupun pelajar pengetahuan alam yang menggunakan rumus dan angka – angka penting di dalamnya.
Seperti halnya diseleksia, “anti – angka” adalah kondisi yang dibawa sejak lahir yang dapat saja terjadi pada sejumlah populasi. Namun, melalui beberapa penelitian para ahli yakin bahwa bukan berarti pengidap “anti – angka”l ini  tidak dapat keluar dari kondisinya ini.
Menurut Mutiara Padmosantyojo, MSc, pakar perkembangan anak dan program advicer Highreach Learning Care Institution, sebenarnya dislakulkia, seperti diseleksia, adalah perkara yang lumrah dalam proses belajar anak.  Yang penting adalah bagaimana para Orangtua ataupun guru dapat memahami kondisi si anak dan bagaimana penanganannya. Walaupun, mempunyai kecenderungan tidak dapat beradaptasi dengan angka, namun umumnya pengidap “anti – angka” punya kemampuan normal dalam verbal, membca, menulis, serta punya memori dan seni visual yang bagus.
Visualisasi yang kemudian dibantu dengan presentasi materi menggunakan audio sekiranya akan membantu anak “anti – angka” dalam mengenal dan memahami pemakaian angka. Konten edukasi (e-learning) IndiSmart menawarkan kesempatan itu. Terlebih bagi para orang tua yang ingin mengenalkan materi – materi pelajaran pada anaknya dari mulai basis dengan cara yang interaktif. Dengan animasi dan moderator secara audiovisual yang dapat dilihat langsung secara virtual dan dapat membantu yang mempunyai kondisi si “anti – angka” untuk beradaptasi dengan penggunaan angka, rumus dan pengaplikasiannya pada soal – soal yang mungkin dijumpai di sekolah.



IndiSmart juga menyediakan materi belajar untuk jenjang pendidikan tertentu, tentunya yang sesuai dengan materi per jenjang pendidikan dan klasfikasi kategori materinya. IndiSmart sebagai saran e-learning yang disediakan untuk membantu para anak untuk belajar dengan menggunakan metode yang lebih fun dan creative. Situs IndiSmart yang penuh dengan animasi yang dirancang khusus dan secara apik disajikan dalam sarana virtual sekiranya dapat membantu anak  - anak yang mempunyai kondisi “anti – angka” ini untuk mengatasi kesulitannya dengan cara belajar variatif.

Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten edukasi online interaktif untuk pelajar.





TEMPO Interaktif, Jakarta - Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.

Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. "Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus," kata Taufik kepada Tempo.

Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).

Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. "Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan," katanya.

Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya, "Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah."

Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.

Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan 'dimakan' oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.

 RINI KUSTIANI | BERBAGAI SUMBER

Jumat, 29 Juli 2011

Alasan Si Kecil Tak Mendengarkan Anda

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.





Oleh Amelia Ayu Kinanti | Yahoo News

Merasa frustrasi karena perkataan Anda sering kali diacuhkan oleh si kecil? Berikut ini beberapa alasan anak tak mau mendengarkan perkataan orangtuanya. Helium memberikan beberapa alasan mengapa anak suka mengabaikan perkataan orangtuanya. Ini dia!

1. Menguji batasan kesabaran

Anak-anak ingin menilai sejauh mana orangtuanya bisa bersabar menghadapinya. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana batasannya dalam bertindak. Anak-anak sering kali membuat batasan sendiri tanpa harus mendapat instruksi dari Anda. Terkadang, caranya adalah dengan “membantah” orangtua.

2. Menilai siapa yang mengontrol

Tak jarang banyak anak-anak yang mencoba menjadi “si pengontrol” termasuk terhadap orangtua. Sekali saja mereka berhasil mengontrol Anda, maka mereka akan menggunakan cara yang sama untuk melakukannya lagi. Untuk itu Anda harus bersikap tegas. Jangan sampai anak Anda tumbuh di luar batasan nilai-nilai yang berlaku.



3. Fase pertumbuhan
Anak-anak, terutama ketika masa remaja, mengalami fase yang membuat mereka suka memberontak. Mereka seolah hidup di dunia sendiri dan seolah tak ada orang yang mengerti. Jangan biarkan fase ini membuat anak Anda makin tidak terkontrol. Anda harus banyak bicara dan mendekatkan diri padanya, dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan sayang.

4. Kecerdasan
Terkadang bukan maksud anak membantah atau tidak menuruti kata Anda. Namun seringkali kecerdasan mereka menuntut Anda untuk memberi alasan yang logis dan bisa diterima. Untuk itu selalu berlaku jujur pada anak Anda. Jangan memberinya alasan-alasan yang kurang logis, karena hanya akan mendatangkan beragam pertanyaan lain yang membuat Anda kewalahan menjawabnya.

Misalnya, saat anak tak mau tidur, bujuklah dia. Katakan padanya jika tidurnya kurang, maka ia tak punya energi cukup untuk bermain esok hari. Memberi alasan yang menakut-nakuti anak, seperti diculik monster atau makhluk fiktif lainnya hanya akan membuatnya bingung dan bertanya-tanya.


Sumber: Yahoo News

Kirim Surat Aduan ke Bupati, Dua Bocah SD Dikeluarkan Sekolah

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




Oleh: Muhammad Aminudin : detikSurabaya

detikcom - Malang, Seorang wali murid SDN IV Sitirejo Malang, Lilis Setyowati (39) harus menghadapi masalah besar setelah dirinya menulis surat keluhan atas kebijakan sekolah yang dianggap memberatkan wali murid.

Surat pengaduan itu berujung dua putranya Yoga Prakoso dan Yogi Prakoso telah naik ke kelas II tidak bisa bersekolah di tempat itu lagi.

Setelah pihak sekolah mengeluarkan surat meminta kedua dipindahkan, surat pemberhentian ditandan tangani Kepala Sekolah SDN IV Sitirejo Imam Sodiqin, Komite Sekolah, Purwadi dan Koordinator Paguyuban, Netty Erianti ini diberikan kepada putra kembar Lilis saat pertama kali masuk sekolah usai libur panjang tadi siang.

Lilis menceritakan kala itu para wali murid mengeluhkan tingginya biaya pendidikan di lembaga sekolah itu serta pengembangan mutu pendidikan. Meski mereka telah membayar dana untuk menunjang prestasi anak didik.

Seperti biaya les privat. Setiap siswa harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20 ribu. Termasuk segala bentuk kegiatan di sekolah yang dinilai kurang baik.

Para wali murid kemudian sepakat menulis sebuah pengaduan yang ditujukan kepada Bupati Malang Rendra Kresna. Waktu mengadu, Lilis tak seorang diri melainkan bersama 39 wali murid lainnya. Namun sial Lilis kemudian menjadi sasaran oleh pihak sekolah terkait surat aduan tersebut.

"Semua yang sebelumnya tanda tangan malah memaki saya, karena dianggap menjadi provokator hingga terbit surat pengaduan itu," kata Lilis saat mendatangi Pendopo Kabupaten Malang Jalan KH Agus Salim, Senin (11/7/2011).

Bukan hanya itu pihak sekolah juga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum. "Saya diancam kepala sekolah akan dilaporkan dan didenda Rp 500 juta karena membuat surat pengaduan itu," beber istri dari Taufan Efendi

Bahasa Indonesia akan Diajarkan di China

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.






Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

DENPASAR - Bahasa Indonesia sebentar lagi akan masuk ke kurikulum pendidikan di Negeri Tirai Bambu China. Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, baru-baru ini menandatangani nota kerjasama bilateral dengan Menteri Pendidikan China terkait perguruan tinggi bidang bahasa.
Seperti dilansir laman resmi Kementerian Pendidikan Nasional, kerjasama tersebut dijembatani oleh East Asia Summit (EAS). " Jika sebelumnya sudah ada kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan China untuk mengajarkan bahasa Mandarin di beberapa universitas di Indonesia, maka hari ini yang saya teken, bahasa Indonesia akan diajarkan di beberapa universitas pendidikan di China," kata Nuh usai menggelar konferensi pers EAS di Hotel Intercontinental, Bali.
Kerja sama bahasa ini salah satu bentuk promosi bahasa Indonesia di negara berpenduduk terbesar di dunia tersebut. Karena EAS sendiri, kata Menteri Nuh, merupakan gabungan dari negara-negara yang memberi kontribusi sebanyak 47 persen dari perekonomian dunia.Negara yang tergabung dalam EAS adalah anggota negara ASEAN ditambah Korea Selatan, Jepang, China, Selandia Baru, Australia, dan India. Selain itu, segera bergabung Amerika dan Rusia.
Didasari oleh fakta bahwa negara-negara EAS adalah negara dengan sumber daya alam yang besar namun belum terkelola dengan baik, maka banyak kerja sama yang bisa diupayakan untuk mengoptimalkan sumber daya tersebut. "Diharapkan EAS ini bisa menjadi kontributor kesejahteraan dunia, baik di bidang ekonomi, sosial, dan nilai kemanusiaan sebagai motor peningkatan kualitas hidup," ujarnya.

Tidak Usah Memuji Masakan Mama...!

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.





Oleh: Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM

Ketika di kelas, kami memberi tugas kecil kepada murid untuk memujiorangtua mereka, memuji hasil pekerjaan ayah dan ibu di rumah, yang menurut mereka bagus, tugas ini dirasakan ganjil oleh kebanyakan murid. Namun seorang murid kami, sebut saja Andri, laki-laki berusia 14 tahun, bersikap sangat marah terhadap tugas ini. Suaranya kencang berkata, “Saya tidak mau memuji orangtua  saya! Apalagi mama saya! Itu hal yang sangat tolol! Dan saya rasa tidak ada  gunanya memuji siapapun juga!

Belum sempat pelatih bertanya mengapa, Andri melanjutkan, Coach tahu, kalau saya memuji masakan mama saya, mama akan berkata, Nggak usah dibahas! makan aja!... Tapi, kalau saya tidak berkomentar tentang masakannya, mama saya akan menanyakan bagaimana masakannya. Pernah, saya menjawab, keasinan. Mama saya marah, mama bilang, Eh! Suka nggak suka, makan aja! Mama sudah capek-capek  masak, kamu cuma tinggal makan, masih ngedumel!’” Papar murid kami...

Tuh kan, coach, kalau ngomong sama mama saya, semuanya salah! Ngomong baik, salah. Ngomong jujur, salah. Memang mama saya itu dan semua orangtua, tidak masuk akal! Saya nggak ngerti! Kata Andri menyamaratakan semua orangtua.

Akhirnya, kami meminta Andri untuk mencoba memuji ayahnya dan melaporkan reaksi sang ayah. Syukurlah, sang ayah bereaksi lebih positif terhadap pujiannya sehingga murid kami tersebut mengerti bahwa tidak semua orangtua akan menyepelekan pujian yang tulus.

Suatu hari, kami berkesempatan berbicara dengan mama Andri. Di ujung  pembicaraan ia berkata, Belakangan saya melihat anak saya itu akrab dengan papanya. Dulu tidak begitu, tetapi jika saya mendengarkan percakapan mereka, sebenarnya bagi saya sangat asing, mereka berbicara tentang hal-hal yang jujur, seperti ketika warna dasi papanya tidak bagus, Andri bilang bahwa dasi itu tidak bagus dan papanya segera mengganti dasinya tanpa ngedumel. Tapi ketika papanya mengajak makan ke sebuah restoran, Andri berkata, wah! Makanannya enak, Pa.. Memang papa hebat deh kalau memilih restoran, seru! Jelas ibu itu sambil mengernyitkan dahinya.

Lalu kenapa ibu bingung? Tanya saya.

Di dalam hidup saya, saya melihat bahwa pujian-pujian yang dilontarkan itu kebanyakan palsu. Ayah-ibu saya pedagang, mereka banyak berkata-kata manis hanya supaya dagangannya laku. Itulah sebabnya, saya tidak pernah percaya pada pujian.  Semua pujian itu palsu. Ujarnya.

Semua pujian, bu? Kembali saya bertanya.

Melihat Andri dan papanya sekarang, saya jadi belajar bahwa tidak semua  pujian adalah bohong dan tidak semua kritikan berasal dari hati yang jahat.Katanya datar.

Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM adalah Principal of Yemayo Advance Education Center
Sumber: http://www.facebook.com/notes/yemayo-advance-education-center/tidak-usah-memuji-masakan-mama/10150248389491704

Film Semesta Mendukung (Mestakung)

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




 JAKARTA- Film seMESTA menduKUNG (Mestakung) tak hanya diramaikan artis dan aktor terkenal saja. Tapi juga ikut diramaikan oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D, yang selama ini lebih dikenal sebagai seorang ahli fisika.

Prof. Yohanes Surya, Ph.D, tampil sebagai bintang tamu dalam salah satu adegan film besutan sutradara John de Rantau itu. Di sela-sela kesibukannya, Yohanes bersedia meluangkan waktu untuk tampil di film seMESTA menduKUNG, film terbaru produksi oleh Mizan Productions dan Falcon Picture yang direncanakan akan tayang serentak di bioskop pada Agustus 2011.

Film Mestakung merupakan film yang terinspirasi dari kisah nyata semangat tim olimpiade sains Indonesia sebagai juara umum olimpiade fisika di Singapura, namun karakter, detail cerita serta peristiwanya merupakan rekaan.

Film ini menceritakan tentang Arif, seorang anak yang sangat mencintai Fisika dan berasal dusun di Pamekasan, Madura. Jauh dari gemerlap kota dan fasilitas yang memadai sekaligus kesulitan ekonomi yang dialaminya, tidak memadamkan kecintaannya pada dunia sains khususnya Fisika.

Beruntung, dia mempunyai guru seperti Ibu Tari, seorang perempuan Minang yang karena dedikasinya terhadap dunia pendidikan rela terdampar di Madura untuk menemukan intan-intan pecinta ilmu sains. Di luar kecerdasannya, Arif tetaplah seorang anak yang merindukan sang ibu yang lama pergi. Sang ibu yang akhirnya harus dicarinya hingga ke Singapura. (rik)

Sekolah untuk Apa?

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.






Oleh: Rhenald Kasali

Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak kita mencari sekolah. Masuk  universitas pilihan, susahnya setengah mati. Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum. Sudah masuk, ternyata banyak yang "salah kamar". Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam perkuliahan yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan yang salah. Demikianlah, diterima di PTN masalah, tidak diterima juga masalah. Kalau ada uang bisa kuliah di mana  saja.

Bagaimana kalau uang tak ada? Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S2. Jadi birokrat atau jendral pun, sekarang banyak yang ingin punya gelar S3. Persoalan seperti itu saya hadapi waktu lulus SMA tiga puluh tahun yang lalu, dan ternyata masih menjadi masalah hari ini.  Bahkan sekarang, memilih SMP dan SMA pun sama sulitnya.Mengapa hanya soal memindahkan anak karena pindah rumah ke sekolah negeri lain saja biayanya begitu besar?  Padahal bangku sekolah masih banyak yang kosong.  Masuk sekolah susah, pindah juga sulit, diterima di perguruan tinggi untung-untungan, cari kerja susahnya minta ampun.  Lengkap sudah masalah kita.

Kalau kita sepakat sekolah adalah jembatan untuk mengangkat kesejahteraan dan daya saing bangsa, mengapa dibuat sulit?  Lantas apa yang harus dilakukan orang tua?  Jadi sekolah untuk apa di negeri yang serba sulit ini?  Kesadaran Membangun SDM Lebih dari 25 tahun yang lalu, saat berkuasa, PM Malaysia Mahathir Mohammad sadar betul pentingnya pembangunan SDM. Ia pun mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S2 dan S3 ke berbagai negara maju. hal serupa juga dilakukan China.  Tidak sampai sepuluh tahun, lulusan terbaik itu  sudah siap mengisi perekonomian negara. Hasilnya anda bisa lihat sekarang. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula perusahaan swasta dan birokrasinya.



Perubahan bukan hanya sampai di situ. Orang-orang muda yang kembali ke negerinya secara masif me-reform sistem pendidikan. Tradisi lama yang terlalu kognitif dibongkar. Old ways teaching yang terlalu berpusat pada guru dan papan tulis, serta peran brain memory (hafalan dan rumus)  yang dominan mulai ditinggalkan. Mereka membongkar kurikulum, memperbaiki metode pengajaran, dan seterusnya. Tak mengherankan kalau sekolah-sekolah di berbagai belahan dunia pun mulai berubah.

Di negeri Belanda saya sempat terbengong-bengong menyaksikan bagaimana universitas seterkenal Erasmus begitu mudah menerima mahasiswa.  "Semua warga negara punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak, jadi mereka yang mendaftar harus kami terima," ujar seorang dekan di Erasmus.  Beda benar dengan universitas negeri kita yang diberi privilege untuk mencari dan mendapatkan lulusan SLTA yang terbaik. Seleksinya sangat ketat. Lantas bagaimana membangun bangsa dari lulusan yang asal masuk ini?  "Mudah saja," ujar dekan itu.  "Kita potong di tahun kedua.  Masuk tahun kedua, angka drop out tinggi sekali. 

Di sinilah kita baru bicara kualitas, sebab walaupun semua orang bicara hak, soal kemampuan dan minat bisa membuat masa depan berbeda,"ujarnya. Hal senada juga saya saksikan hari-hari ini di New Zealand.  Meski murid-murid yang kuliah sudah dipersiapkan sejak di tingkat SLTA, angka drop out mahasiswa tahun pertama cukup tinggi. Mereka pindah ke politeknik yang hanya butuh satu tahun kuliah. Yang lebih mengejutkan saya adalah saat memindahkan anak bersekolah di tingkat SLTA di New Zealand.  Sekolah yang kami tuju tentu saja sekolah yang terbaik, masuk dalam sepuluh besar nasional dengan fasilitas dan guru yang baik. Saya menghabiskan waktu beberapa hari untuk mewancarai lulusan sekolah itu masing-masing, ikut tour keliling sekolah, menanyakan kurikulum dan mengintip bagaimana pelajaran diajarkan.  Di luar dugaan saya, pindah sekolah ke sini pun ternyata begitu mudah.



Sudah lama saya gelisah dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah kita yang terlalu kognitif, dengan guru-guru yang merasa hebat kalau muridnya bisa dapat nilai rata-rata di atas 80 (betapapun stressnya mereka)  dan sebaliknya memandang rendah terhadap murid aktif namun tak menguasai semua subjek. Potensi anak hanya dilihat dari nilai, yang merupakan cerminan kemampuan mengkopi isi buku dan cacatan. Entah dimana keguruan itu muncul kalau sekolah tak mengajarkan critical thinking. Kita mengkritik lulusan yang biasa membebek, tapi tak berhenti menciptakan bebek-bebek dogmatik. Kalau lulusannya mudah diterima di sekolah yang baik di luar negri, mungkin guru-guru kita akan menganggap sekolahnya begitu bagus.

Mohon maaf, ternyata tidak demikian. Jangankan dibaca, diminta transkrip nilainya pun tidak. Maka jangan heran, anak dari daerah terpencil pun di Indonesia, bisa dengan mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri. Bahkan tanpa tes. Apa yang membuat demikian? "undang-undang menjamin semua orang punya hak yang sama untuk belajar," ujar seorang guru di New Zealand. Lantas, bukankah kualitas lulusan ditentukan inputnya?   "itu ada benarnya, tapi bukan segala-galanya, "ujar putera sulung saya yang kuliah di Auckland University tahun ketiga.  Maksudnya, test masuk tetap  ada, tetapi hanya dipakai untuk penempatan dan kualifikasi.



Di tingkat SLTA, mereka hanya diwajibkan mengambil dua mata pelajaran wajib (compulsory) yaitu matematika dan bahasa Inggris.  Pada dua mata pelajaran ini pun mereka punya tiga kategori: akselerasi, rata-rata, dan yang masih butuh bimbingan. Sekolah dilarang hanya menerima anak-anak bernilai akademik tinggi karena dapat menimbulkan guncangan karakter pada masa depan anak,  khususnya sifat-sifat superioritas, arogansi, dan kurang empati. Mereka hanya super di kedua kelas itu, di kelas lain mereka berbaur. Dan belum tentu superior di kelas lain karena pengajaran tidak hanya diberikan secara kognitif semata. Selebihnya, hanya ada empat mata pelajaran pilihan lain yang disesuaikan dengan tujuan masa depan masing-masing. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi dokter maka biologi dan ilmu kimia wajib dikuasai. Bagi yang akan menjadi insinyur wajib menguasai fisika dan kimia. Sedangkan bagi yang ingin menjadi ekonom wajib mendalami accounting, statistik dan ekonomi. Anak-anak yang ingin menjadi ekonom tak perlu belajar biologi dan fisika. 

Beda benar dengan anak-anak kita yang harus mengambil 16 mata pelajaran di tingkat SLTA di sini, dan semuanya diwajibkan lulus di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Bayangkan, bukankah cita-cita pembuat kurikulum itu orangnya hebat sekali?  Mungkin dia manusia super. Seorang lulusan SLTA, tahun pertama harus menguasai 4 bidang science (biologi, ilmu kimia, fisika dan Matematika), lalu tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris dan satu bahasa lain), ditambah PPKN, sejarah, sosiologi, ekonomi, agama, geografi, kesenian, olahraga dan komputer. Hebat sekali bukan?

Tidak mengherankan kalau sekolah menjadi sangat menakutkan, stressful, banyak korban kesurupan, terbiasa mencontek, dan sebagainya. Harus diakui kurikulum SLTA kita sangat berat. Sama seperti kurikulum program S1 dua puluh tahun yang lalu yang sejajar dengan program S1 yang digabung hingga S3 di Amerika. Setelah direformasi, kini anak-anak kita bisa lulus sarjana tiga tahun. Padahal dulu butuh lima tahun. Dulu program doktor menyelesaikan di atas 100 SKS, makanya hampir tak ada yang lulus.  Kini seseorang bisa lulus doktor dalam tiga tahun.

Anda bisa saja mengatakan, dulu kita juga demikian tapi tak ada masalah kok! Di mana masalahnya?  Masalahnya, saat ini banyak hal telah berubah. Teknologi telah merubah banyak hal, anak-anak kita dikepung informasi yang lebih bersifat pendalaman dan banyak pilihan, namun datang dengan lebih menyenangkan. Belajar bukan hanya dari guru, tapi dari segala resources. Ilmu belajar menjari lebih penting dari apa yang dipelajari itu sendiri, karena itu diperlukan lebih dari seorang pengajar, yaitu pendidik. Guru tak bisa lagi memberikan semua isi buku untuk dihafalkan, tetapi guru dituntut memberikan bagaimana hidup tanpa guru, Lifelong learning. 

Saya saksikan metode belajar telah jauh berubah.  Seorang guru di West Lake Boys School di Auckland mengatakan, "Kami sudah meninggalkan old ways teaching sejak sepuluh tahun yang lalu. Makanya sekolah sekarang harus memberikan lebih banyak pilihan daripada paksaan. Percuma memberi banyak pengetahuan kalau tak bisa dikunyah. Guru kami ubah, metode diperbaharui, fasilitas baru dibangun," ujar seorang guru.
Masih banyak yang ingin saya diskusikan, namun sampai di sini ada baiknya kita berefleksi sejenak. Untuk apa kita menciptakan sekolah, dan untuk apa kita bersekolah? Mudah-mudahan kita bisa mendiskusikan lebih dalam minggu depan dan semoga anak-anak kita mendapatkan masa depannya yang lebih baik.

Rhenald Kasali adalah Ketua Program MMUI

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/411134/34/

Tujuh Belas Alasan Menggunakan Indismart

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Rabu, 27 Juli 2011

Mengajarkan Anak-anak Tentang Uang

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.





Oleh: Dr. Andyda Meliala  


Mengenali mata uang, menghitung dan menggunakan uang adalah konsep dasar mengenai uang yang dapat diajarkan kepada anak sedari dini. Berikut adalah beberapa hal yang dapat anda ajarkan kepada anak-anak.
Mengenali mata uang. Anak-anak perlu mengenali dan dapat membedakan pecahan mata uang (uang ratusan, lima ratusan, ribuan, lima ribuan dan seterusnya)

Menghitung uang. Misalnya berapakah jumlah uang bila ia memiliki dua lembar lima ribuan, tiga ribuan dan dua koin ratusan? Anda dapat menggunakan beberapa pecahan mata uang dan mengajarkan anak menghitung jumlahnya.

Menghitung harga barang dan menghitung kembalian. Misalnya, bila ia mempunyai uang sepuluh ribu Rupiah yang digunakan untuk membeli dua bungkus makanan kecil sebesar tiga ribu lima ratus Rupiah, berapa kembalian yang harus diterimanya?



Bertanggung jawab atas uang yang dimilikinya. Jika anda memberinya uang dan ia menghilangkannya, ia harus tahu bahwa itu adalah kerugian yang ditanggungnya.  Anda tidak boleh mengganti uang yang hilang. Dengan demikian ia akan lebih berhati-hati dengan uang yang dibawanya.

Menggunakan uang saku dengan bijaksana. Anda harus menetapkan sejumlah tertentu sebagai uang saku. Uang saku meliputi ongkos ke sekolah (bus, angkot atau kendaraan lain), uang jajan dan tabungan. Tabungan dapat digunakan untuk membeli benda yang ia inginkan.  Pastikan bahwa uang saku mencukupi kebutuhan anak dengan sedikit tambahan untuk ditabung, namun tidak berlebihan.

Sumber: http://resourceful-parenting.blogspot.com/

Tiga Hari Berjalan di Hutan, Anak Orang Rimba Ingin Belajar

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.







Oleh: Chaidir Anwar Tanjung - detikNews


Pekanbaru - Tidak mengenal menyerah demi mendapatkan ilmu tulis dan baca. Tiga bocah anak Orang Rimba di Jambi rela menelusuri kawasan hutan selama tiga hari untuk mencari guru pembimbingnya dari aktivis Warsi. Selama perjalanan mereka tidak makan selama dua hari. Namun usaha mereka tidak sia-sia, mereka akhirnya bertemu dengan guru pembimbingnya.

Inilah sepenggal kisah pedih dari kelompok anak-anak Orang Rimba di kawasan hutan belantara di Jambi. Nasib mereka tidak seiindah anak-anak pada umumnya yang dengan mudah mendapatkan fasilitas pendidikan dari pemerintah. Anak Orang Rimba nan jauh di pedalaman sana, sampai kini tidak mendapatkan fasilitas pendidikan formal dari pemerintah terdahulu sampai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Untuk mengenali menulis dan mambaca, selama ini anak-anak Rimba hanya mengharapkan adanya bimbingan dari kelompok aktivis lingkungan. Salah satu kelompok aktivis yang melakukan bimbingan belajar baca dan tulis adalah Warsi yang berpusat di Jambi.

Selama ini Warsi memberikan bimbingan belajat pada anak-anak Rimba dengan pola saling bergantian. Tidak bisa saban hari mereka memberikan pelajaran buat anak-anak itu. Ini mengingat keterbatasan tenaga pengajar Warsi yang hanya dua orang yakni seorang gadis bernama Karlina dengan seorang pemuda bernama Abdi. Mereka berdua harus bergantian memberikan pelajaran pada anak-anak Rimba yang lokasinya saling berbeda. Sehingga dengan hanya ada dua tenaga pengajar, anak-anak Rimba ini paling banter sepekan sekali baru mendapatkan pelajaran menulis dan membaca dari guru pembimbingnya.

Sebagaimana siang itu, Karlina dan Abdi baru saja melakukan proses belajar mengajar serta membawa tamu dari Jakarta untuk anak-anak Rimba di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). Hanya beberapa hari Karlina saat itu memberikan bimbingan belajar. Namun karena ada tugas lainnya, Karlina harus segera meninggalkan anak-anak itu karena harus membimbing kelompok anak-anak yang lainnya.

Ketika Karlina meninggalkan 10 muridnya itu, rupanya secara diam-diam keesokan harinya tiga muridnya masih ingin terus belajar. Menyadari guru pembimbingnya baru akan tiba sepekan ke depan, lantas tiga bocah itu nekat mencari perwakilan Kantor Warsi yang berada sangat jauh dari kawasan taman nasional. 

Tanpa mereka sadari, di bagian belakang, tiga bocah Rimba itu adalah Kalitap (10), Besiap Bungo (7) dan Moruya (9) berjalan kaki berbekal seadanya. Sebagaimana keseharian anak Rimba mereka hanya mengenakan kain penutup kemaluan saja tanpa mengenak baju. Dari tempat tinggalnya, tiga sekawan ini terus menyelusuri kawasan hutan untuk pergi ke kantor lapangan Warsi hanya ingin belajar tulis dan baca.

Ketiga bocah ini, tetap berjalan hingga malam menjelang. Di dekat pabrik sawit PT Emal, sekitar 10 jam jalan kaki dari tempat tinggal mereka, ketiga bocah ini memutuskan untuk istirahat. Bekal mie instan 3 bungkus dan dua bungkus roti mereka bawa, menjadi menu mereka malam itu. Di bawah pepohonan sawit ketiga bebudak—sebutan orang rimba untuk anak-anak—itu tertidur di atas tanah beratapkan langit, sarung yang mereka bawa menjadi pembungkus tubuh dari serangan angin malam. Untung saja malam itu tidak turun hujan.

Keesokan paginya, ketiga budak rimba bersepakat untuk melanjutkan perjalanan, setalah sarapan pagi dengan sisa roti semalam. Tujuan mereka satu, bertemu lagi dengan tim Warsi untuk melanjutkan pelajaran mereka tempo hari. Ketiga bocah beriringan, terus menelusuri jalanan kebun sawit dan kemudian masuk ke desa hingga akhirnya setelah 4 jam mereka berjalan sampailah mereka di Pauh, tepi jalan besar yang menghubungkan Sarolangun-Jambi.

Di sini, ketiga bocah ini mencoba meminjam telepon, seorang kenalan yang ditemui di Pauh. Mereka mencoba menelpon nomor Fadli-driver-Warsi yang membawa tim Warsi. Selama di Simpang Alas, hanya nomor Fadli yang bisa di hubungi, sehingga anak-anak ini hanya mencatat nomor Fadli. Namun apa daya, sinyal yang hilang timbul menyebabkan mereka tak pernah tersambung dengan tim Warsi.

Sejenak ketiga bocah ini bimbang, mau bagaimana cara mereka untuk menemukan tim Warsi, sementara di sisi lain mereka tidak mau kembali ke rombongnya, mereka tetap ingin 'tokang' (pandai) membaca, menulis, dan berhitung. Selama ini memang ketiga bocah ini termasuk murid-murid yang diajarkan warsi, sejak 2008 silam, ketika sudah ada kesepakatan dengan Tumenggung mereka untuk adanya pendidikan di kelompok Terap. Terap merupakan kelompok Orang Rimba yang baru pada 2008 silam mau menerima pendidikan alternatif yang diberikan Warsi.

Namun keterbatasan tenaga pengajar dan banyaknya kelompok Orang Rimba yang harus di jangkau Warsi, kelompok ini, dikunjungi hanya beberapa hari dalam sebulan. Sementara di sisi lain, anak-anak rimba di kelompok ini sangat bersemangat untuk dibekali pengetahuan tentang huruf dan abjad serta merangkainya menjadi kata.

Ini juga yang membawa Kalitap dan dua rekannya untuk menyusul tim Warsi supaya mereka bisa diajarkan kembali, hingga mereka mahir membaca dan menulis serta berhitung. Perburuan mereka yang gagal menemukan tim Warsi di hari kedua, di tengah keraguan dan perjalanan panjang yag telah mereka tempuh, Moruya mengambil komando. "Awak ka SPI, mungkin kanti yoi di sana (kita ke SPI mungkin mereka di sana)," ujar Maroya dan langsung diiyakan oleh Besiap.

Walau mereka tahu, pilihan itu mengharuskan mereka berjalan sangat jauh. Pauh-SPI jika menggunakan kendaraan roda empat, menghabiskan waktu 3 jam perjalanan, apalagi jika berjalan kaki. Namun semangat "kamia ndok pintar" kembali menggerakkan langkah kaki anak-anak ini menyusuri jalan desa. Hingga sore menjelang mereka sampai di Simpang PT Emal—perkebunan sawit, sekitar 10 km dari Pauh. Di sebuah pos ronda ketiga bocah ini bermalam.

Tidak ada makan malam hari itu, dengan perut kosong ketiga bocah ini melelapkan mata. Bagi Orang Rimba sudah terbiasa untuk tidak makan seharian, masa remayo (masa paceklik) sering kali menghampiri kehidupan mereka terutama sejak semakin tipisnya sumber daya alam untuk mendukung kehidupan mereka.

Keesokan paginya, ketiga bocah ini kembali berjalan, beruntung di tengah jalan ada yang memberi tumpangan. Di bak terbuka sebuah truk cold diesel senyum para bocah ini mengembang, harapan mereka untuk bertemu tim Warsi hampir jadi nyata. Dua kali mereka berganti tumpangan dan kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki, malam harinya akhirnya ketiga bocah ini sampai di kantor lapangan Warsi.

Abdi salah seotang guru bimbingan Warsi kaget bukan kepalang melihat tiga bocah itu sampai di kantor warsi. Malam itu, ketiga anak ini disuguhi makanan, dan disuruh istirahat di dalam kantor lapangan. Ketika mereka masuk ke dalam kantor, mereka malu dengan tas butut yang mereka bawa, dan memilih meninggalkannya di luar kantor, hanya mengambil isinya, sarung dan benda yang terbungkus dalam sarung itu. 

"Ketika dia berjalan itu, sarungnya terlepas dari genggaman Besiap, sehingga buku dan pena dalam sarung itu berceceran, saya benar-benar terharu, ternyata mereka menyusul kami karena masih ingin belajar," kata Abdi dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (23/7/2011). Tak ada baju yang mereka bawa, hanya sarung dan buku serta pena. Terbukti malam itu, ketika di suruh masuk ke kamar, anak-anak itu malah menyodorkan bukunya pada Abdi, dan meminta Abdi untuk mengajari mereka membaca.

"Meski sudah menempuh perjalanan jauh dan tidak makan dua hari, mereka masih mau belajar, ya jadilah kami belajar hingga larut malam," terang Abdi. Karena keesokan harinya ada keperluan ke Jambi, Abdi tidak tega untuk tidak memenuhi keiinginan mereka belajar. Sementara Karin sudah harus menjalankan tugasnya di kelompok lain. Ketiga anak inipun di bawa ke Jambi, tentu sebelumnya Abdi sudah menanyakan kepada anak-anak ini apakah orang tuanya sudah di kasih tahu.

"Kamia dah cakopkan ka induk, ndok pergi belajor (kami sudah izin pada induk, kami mau pergi belajar," sebut Besiap. Jadilah ketiga bocah itu nangkring di boncengan Abdi menempuh perjalanan panjang 6 jam bersepeda motor. Kini ketiga bocah itu, ingin menimba ilmu sebagaimana mana umumnya anak Indonesia. Walau mereka tidak memiliki fasilitas tas dan buku yang bagus, mereka hanya memiliki keinginan yang kuat agar kelak mereka tidak terus menerus menjadi anak yang terisolasi di tengah hutan belantara.

 (cha/ndr)

Balita Anda Suka Menggigit?

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.







Oleh: Dr. Andyda Meliala

Anda mungkin mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan karena anak balita anda suka menggigit anak atau orang lain. Anak yang digigit akan merasa kesakitan bahkan mungkin akan timbul luka. Balita suka menggigit karena berbagai alasan, misalnya kurangnya kemampuan berkomunikasi, sifat balita yang agresif, mencari perhatian, atau yang sering terjadi, anak sedang mengalami pertumbuhan gigi baru. Orang tua harus mengamati alasan mengapa balita menggigit untuk dapat mengatasinya.

Komunikasi. Seorang anak yang marah atau frustrasi mungkin menjerit atau menggeram tetapi bila emosinya terlalu tinggi ia mungkin tidak dapat mengungkapkannya secara verbal. Ia tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata, maka ia menggunakan cara lain, menggigit. Dua orang balita berebut mainan, atau balita pertama memegang mainan balita kedua, anak-anak itu tidak dapat mengatakan, “Boleh kupinjam?” atau “Boleh main bersama?”.

Frustasi. Jika anak mengalami frustrasi, ia harus segera diajarkan cara mengatasinya. Orang tua dan kakak sang anak harus menunjukkan cara yang benar untuk menghadapi situasi tersebut. Ajarkan anak untuk mengunakan kata-kata yang tepat.

Agresif. Seorang anak mungkin menggigit anak lain tanpa alasan, namun menunjukkan sikap menyerang. Menyerang adalah suatu tindakan dan menyebabkan rasa sakit. Dalam keadaan apapun, orang tua tidak dapat membenarkan gigitan. Anak harus diberi tahu bahwa menggigit menyebabkan orang lain merasa sakit. Anda dapat menunjukkan kepada anak bahwa menggigit itu menyakitkan dengan menyuruhnya mengggit jarinya sendiri.

Perhatian. Anak yang menggigit tahu bagaimana mendapatkan perhatian. Ia mungkin menggigit dengan sengaja untuk mendapatkan perhatian, walaupun ia akan mendapatkan perhatian yang negatif. Mungkin anak merasa tidak nyaman dan membutuhkan pehatian ekstra. Anda dapat memeluknya, meluangkan waktu  lebih banyak untuknya. Duduklah dan bacakan cerita untuknya. Usahakan memenuhi kebutuhan emosionalnya. Anda kemudian berlutut agar dapat memandang sejajar ke mata anak dan katakana dengan suara tegas dan ekspresi tidak suka, “Jangan menggigit. Itu sakit.” Kemudian alihkan perhatian kepada anak yang digigit.

Tumbuh gigi. Pada sebagian anak gigi geraham tumbuh pada pertengahan tahun kedua dan mereka perlu menggigit-gigit. Mereka menggigit anak lain karena merasa tidak nyaman dengan gusinya. Berikan mainan khusus atau biskuit yang agak keras atau wortel untuk digigit-gigit.

Tips untuk menghentikan anak yang menggigit:

Cegah sedari dini. Balita mulai dengan menggigit orang tuanya sendiri. Mungkin anda menganggapnya  biasa, atau menganggapnya sebagai "gigitan sayang", namun bila dibiarkan lambat laun anak mungkin akan menggigit orang lain.

Aturan “Kita tidak mengigit”. Ajarkan kepada anak bahwa kita tidak boleh menggigit terutama karena menyebabkan rasa sakit.

Larangan. Hentikan dengan “Jangan” yang tegas. Lakukan ini bila anda melihat anak anda hendak menggigit. Gunakan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah tidak suka. Anda perlu mengawasi anak anda hingga anda yakin ia tidak menggigit lagi.

Hukuman. Berikan hukuman berupa setrapan. Lepaskan anak dari gendongan anda dan tinggalkan selama beberapa menit. Bila ini tidak berhasil, anda dapat mengambil mainan kesayangannya selama hari itu. Jangan balas menggigit anak untuk menunjukkan bahwa itu menyakitkan. Anak akan menganggap bahwa orang tua boleh melakukannya, sedangkan anak tidak. Jangan memukul, menampar, mencubit atau melakukan kekerasan lain bila anak menggigit atau bertindak agresif.

Permintaan Maaf. Mintalah anak anda untuk minta maaf kepada anak yang digigit. Bila anak menggigit karena marah, anda perlu menenangkannya dulu sebelum menyuruhnya meminta maaf. Anda juga perlu meminta maaf kepada orang tua anak yang digigit.

Beri Pujian. Pujilah anak karena tidak menggigit. Pujilah anak bila ia tidak menggigit lagi. Pada situasi yang anda khawatirkan anak akan menggigit, ingatkan dengan lembut agar ia tidak melakukannya. Dan pujilah anak karena ia telah berperilaku baik.

Sumber: http://resourceful-parenting.blogspot.com/

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)