Rabu, 25 November 2009

Belajar Sistem Tata Surya Jadi Menyenangkan

Segera bergabung di www.indi-smart.com


 
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi sebagian siswa sangat membosankan. Tak aneh bila banyak yang merasa khawatir atas kecenderungan tersebut dan berusaha menciptakan cara ajar IPA yang lebih menarik. Saat ini beragam komik dengan gambar-gambar menarik soal pelajaran IPA gampang ditemukan di berbagai toko buku. Tak hanya itu berbagai software pendidikan IPA dirilis ke pasaran untuk bahan bantu ajar. Salah satunya adalah pengembang software pendidikan Indismart dengan produk kebanggaannya IndiSmart interaktif Tata Surya.

Pengembang software tersebut, Fetty Fitrianti mengungkapkan bahwa IndiSmart Interaktif Tata Surya merupakan sebuah produk pembelajaran interaktif yang mengakomodasi kebutuhan siswa untuk belajar memahami materi tata surya dengan cepat dan menyenangkan. Sebenarnya software pendidikan mengenai tata surya seperti ini sudah banyak dijual di pasaran, namun menurut Fetty, software yang dikembangkannya ini memiliki sejumlah keunggulan di bandingkan produk lainnya. ”Materi tata surya disajikan dengan singkat dan padat dengan menekankan pada poin-poin inti sebagai pengembangannya, sehingga pengguna dapat memahami langsung ke inti materi,” ujar Fetty.

Tak hanya itu, menurutnya software ini mengajak penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan isi materi atau bersifat interaktif. Selain itu konten-konten pembelajaran disusun berdasarkan panduan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Kelas 6. Dengan berpatokan pada standar kurikulum tersebut, konten yang terdapat di dalam CD interaktif ini akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam hal ini siswa sekolah dasar.

Materi yang disajikan dalam CD interaktif ini pun cukup lengkap. Software yang dikembangkan sejak 2008 ini membahas berbagai hal tentang tata surya, meliputi matahari, delapan planet, komet, meteor, asteroid, revolusi dan rotasi bumi serta pengaruhnya terhadap kehidupan. Semua materi tersebut dikemas secara sistematis dan disajikan dalam berbagai item kontrol yang dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna bahkan oleh orang awan sekalipun.

Proses pembuatan CD interaktif ini menurut Fetty cukup sulit. Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan. Proses pembuatannya diawali dengan menentukan materi atau konten software yang akan dibuat. Kemudian menyusun semacam naskah yang disebut dengan storyline yang berisikan teori-teori, simulasi, latihan-latihan soal, beserta objek-objek yang akan ditampilkan. Ini merupakan langkah kerja yang agak rumit menurut Fetty. Materi harus disusun sedemikian rupa agar lebih sederhana dan mudah dimengerti oleh target pasar. Materi yang diberikan jangan sampai membuat para siswa mengernyitkan dahinya karena tidak paham.

Setelah storyline selesai dikerjakan maka langkah selanjutnya adalah menuangkannya dalam sketsa gambar yang disebut dengan storyboard untuk mempermudah pengerjaan. Setelah itu objek akan mulai didesain dengan komputer disertai pembuatan gerakan-gerakan yang sesuai dengan materi dan diperlukan untuk menunjang penyampaian proses belajar. Penyatuan setiap gerakan dan bagian-bagian materi dalam CD itu nantinya akan dilakukan oleh programmer. Setelah proses ini selesai langkah selanjutnya adalah memasukkan unsur audio yang diperlukan. Langkah terakhir adalah melakukan quality control oleh tim untuk menjaga mutu produk.

Potensi produk ini menurut Fetty sangat besar mengingat teknologi untuk menggunakan produk ini telah terjangkau oleh sebagian besar kalangan seperti laptop atau komputer. ”Selain itu produk ini mengedepankan proses belajar yang menyenangkan dengan adanya animasi yang menarik bagi para siswa yang enggan belajar dengan menggunakan buku,” tutur Fetty.

Hingga saat ini IndiSmart Interaktif Tata Surya belum dipasarkan. Namun Fetty menjanjikan produknya akan segera dilempar ke pasarkan saat momentumnya tepat, seperti awal masuk sekolah (tahun ajaran baru). Sebelum dipasarkan sejumlah riset kecil telah dilakukan untuk melihat respon pengguna. “Rata-rata mereka sangat tertarik dengan produk ini dan sangat menantikannya.,” ujar Fetty.

IndiSmart Interaktif Tata Surya ini adalah salah satu produk yang lolos penjurian tahap II INAICTA 2009 untuk kategori e-learning. Fetty selaku pengembang akan berusaha menarik perhatian para juri pada penjurian INAICTA selanjutnya 3 Juli nanti. “Dengan mengikuti ajang INAICTA ini kami bisa bersaing dengan kompetitor lain dan menguji kualitas produk,” aku Fetty. [Fitria]

Kualitas Pendidikan Terbaik Dunia

Segera bergabung di www.indi-smart.com




Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survey internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
(FB/Coki, worldchanging. com)

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)