Kamis, 26 November 2009

Negara-Negara Asean


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Tujuh samudra di dunia


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Apa Kata Mereka Tentang Indismart?


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Rabu, 25 November 2009

Belajar Sistem Tata Surya Jadi Menyenangkan

Segera bergabung di www.indi-smart.com


 
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bagi sebagian siswa sangat membosankan. Tak aneh bila banyak yang merasa khawatir atas kecenderungan tersebut dan berusaha menciptakan cara ajar IPA yang lebih menarik. Saat ini beragam komik dengan gambar-gambar menarik soal pelajaran IPA gampang ditemukan di berbagai toko buku. Tak hanya itu berbagai software pendidikan IPA dirilis ke pasaran untuk bahan bantu ajar. Salah satunya adalah pengembang software pendidikan Indismart dengan produk kebanggaannya IndiSmart interaktif Tata Surya.

Pengembang software tersebut, Fetty Fitrianti mengungkapkan bahwa IndiSmart Interaktif Tata Surya merupakan sebuah produk pembelajaran interaktif yang mengakomodasi kebutuhan siswa untuk belajar memahami materi tata surya dengan cepat dan menyenangkan. Sebenarnya software pendidikan mengenai tata surya seperti ini sudah banyak dijual di pasaran, namun menurut Fetty, software yang dikembangkannya ini memiliki sejumlah keunggulan di bandingkan produk lainnya. ”Materi tata surya disajikan dengan singkat dan padat dengan menekankan pada poin-poin inti sebagai pengembangannya, sehingga pengguna dapat memahami langsung ke inti materi,” ujar Fetty.

Tak hanya itu, menurutnya software ini mengajak penggunanya untuk berinteraksi langsung dengan isi materi atau bersifat interaktif. Selain itu konten-konten pembelajaran disusun berdasarkan panduan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Kelas 6. Dengan berpatokan pada standar kurikulum tersebut, konten yang terdapat di dalam CD interaktif ini akan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, dalam hal ini siswa sekolah dasar.

Materi yang disajikan dalam CD interaktif ini pun cukup lengkap. Software yang dikembangkan sejak 2008 ini membahas berbagai hal tentang tata surya, meliputi matahari, delapan planet, komet, meteor, asteroid, revolusi dan rotasi bumi serta pengaruhnya terhadap kehidupan. Semua materi tersebut dikemas secara sistematis dan disajikan dalam berbagai item kontrol yang dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna bahkan oleh orang awan sekalipun.

Proses pembuatan CD interaktif ini menurut Fetty cukup sulit. Terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan. Proses pembuatannya diawali dengan menentukan materi atau konten software yang akan dibuat. Kemudian menyusun semacam naskah yang disebut dengan storyline yang berisikan teori-teori, simulasi, latihan-latihan soal, beserta objek-objek yang akan ditampilkan. Ini merupakan langkah kerja yang agak rumit menurut Fetty. Materi harus disusun sedemikian rupa agar lebih sederhana dan mudah dimengerti oleh target pasar. Materi yang diberikan jangan sampai membuat para siswa mengernyitkan dahinya karena tidak paham.

Setelah storyline selesai dikerjakan maka langkah selanjutnya adalah menuangkannya dalam sketsa gambar yang disebut dengan storyboard untuk mempermudah pengerjaan. Setelah itu objek akan mulai didesain dengan komputer disertai pembuatan gerakan-gerakan yang sesuai dengan materi dan diperlukan untuk menunjang penyampaian proses belajar. Penyatuan setiap gerakan dan bagian-bagian materi dalam CD itu nantinya akan dilakukan oleh programmer. Setelah proses ini selesai langkah selanjutnya adalah memasukkan unsur audio yang diperlukan. Langkah terakhir adalah melakukan quality control oleh tim untuk menjaga mutu produk.

Potensi produk ini menurut Fetty sangat besar mengingat teknologi untuk menggunakan produk ini telah terjangkau oleh sebagian besar kalangan seperti laptop atau komputer. ”Selain itu produk ini mengedepankan proses belajar yang menyenangkan dengan adanya animasi yang menarik bagi para siswa yang enggan belajar dengan menggunakan buku,” tutur Fetty.

Hingga saat ini IndiSmart Interaktif Tata Surya belum dipasarkan. Namun Fetty menjanjikan produknya akan segera dilempar ke pasarkan saat momentumnya tepat, seperti awal masuk sekolah (tahun ajaran baru). Sebelum dipasarkan sejumlah riset kecil telah dilakukan untuk melihat respon pengguna. “Rata-rata mereka sangat tertarik dengan produk ini dan sangat menantikannya.,” ujar Fetty.

IndiSmart Interaktif Tata Surya ini adalah salah satu produk yang lolos penjurian tahap II INAICTA 2009 untuk kategori e-learning. Fetty selaku pengembang akan berusaha menarik perhatian para juri pada penjurian INAICTA selanjutnya 3 Juli nanti. “Dengan mengikuti ajang INAICTA ini kami bisa bersaing dengan kompetitor lain dan menguji kualitas produk,” aku Fetty. [Fitria]

Kualitas Pendidikan Terbaik Dunia

Segera bergabung di www.indi-smart.com




Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survey internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
(FB/Coki, worldchanging. com)

Senin, 23 November 2009

PENGARUH POLA ASUH ANAK TERHADAP PRESTASI SISWA


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Disusun Oleh: Janti Sumedi

Mengenal Bentuk Pola Asuh Orangtua Karakteristik kepribadian setiap individu adalah unik dan berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah keluarga. Keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil, namun memiliki peran yang sangat besar dalam mendidik dan membentuk kepribadian seseorang individu.
Struktur dalam keluarga dimulai dari ayah dan ibu, kemudian bertambah dengan adanya anggota lain yaitu anak. Dengan demikian, terjadi hubungan segitiga antara orangtua-anak, yang kemudian membentuk suatu hubungan yang berkesinambungan. Orangtua dan pola asuh memiliki peran yang besar dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa kelak.
Orangtua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola asuh orangtua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orangtua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan.
Dalam kegiatan memberikan pengasuhan ini, orangtua akan memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap keinginan anaknya. Sikap, perilaku, dan kebiasaan orangtua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tidak sadar akan diresapi kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya.
Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Baumrind (Santrock, 1998) mengenai perkembangan sosial dan proses keluarga yang telah dilakukan sejak pertengahan abad ke 20, yang kemudian membagi kategori bentuk pola asuh berkaitan dengan perilaku remaja. Secara garis besar terdapat tiga pola yang berbeda diantaranya yakni authoritarian atau otoriter, permissive (permisif) dan authoritative atau demokratis. Berikut ini merupakan penjelasan dari ketiga bentuk pola asuh dan pengaruhnya terhadap anak.
Menurut Nashori (2008), sejauh ini di Indonesia khususnya, belum banyak penelitian tentang profil orangtua yang sukses dalam mendidik anak. Beberapa penelitian korelasional telah dilakukan untuk mengungkapkan pola asuh sebagai variabel bebas (Dayakisni, 1977; Krisnawaty, 1986; Winarto, 1990; Wismantono, 1995; Wulan, 2000; Setiawan, 1997; Roswita, 2000; Dalimunthe, 2000; Cahyaningrum, 2000; Hapsari, 2000; Mustaqim, 2000; Kurnia, 2000; Endahwati, 2001; Saptasari, 2001; Wibowo, 2002; Furqon, 2002; Mayaningrum, 2002). Dari penelitian-penelitian itu diketahui bahwa pola asuh demokratis/autoritatif menjadikan anak memiliki intensi prososial (1977), kompetensi sosial (Dalimunthe, 2000), prestasi belajar (Roswita, 2000; Mustaqim, 2000; Furqon, 2002), sikap asertif (2001), penyesuaian diri (Mayaningrum, 2002), ketaatan pada peraturan lalu lintas (wismantono, 1995), kepribadian wirasawasta (Winarto, 1990), yang lebih tinggi dibanding anak-anak yang memperoleh pola asuh otoriter maupun permisif dari orangtua. Di samping itu, penelitian juga menunjukkan bahwa bola asuh demokratis menjadikan anak memiliki prokrastinasi (Wulan, 2000) dan depresi (Saptasari, 2001) yang lebih rendah dibanding anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter dan permisif.
Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Bloom (Psikologika, 1999) menunjukkan bahwa bintang-bintang olahraga, seni, matematika, musik, yang sukses dididik oleh orangtuanya dengan penuh perhatian, dan untuk selanjutnya didampingi oleh pelatih-pelatih yang profesional. Sebagai contoh, bintang cilik yang sedang meroket namanya Sherina awalnya dilatih oleh orangtuanya untuk bernyanyi. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas cara bernyanyinya ia dididik oleh seorang profesional yang bernama Elfa Secioria (Kedaulatan Rakyat, 12 Oktober 2001).
2.2 Prestasi Siswa
Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.” Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S Nasution (1996) prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemampuan siswa yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar adalah dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.
2.3 Pengaruh Pola Asuh terhadap Prestasi Siswa
Dari 10 responden yaitu siswa dengan ranking 5 besar di sekolah usia antara 14 sampai dengan 17 tahun, yang kami beri questionnaire maka diperoleh kesimpulan bahwa 100 % mereka memahami peranan orang tua ideal dan 90 % menyatakan bahwa orang tua mereka merupakan sosok orang tua yang ideal buat mereka karena bagi mereka orang tua adalah yang memberikan kasih sayang, mendidik, mengarahkan dan membimbing mereka menjadi anak yang lebih baik dan bermanfaat.
Penanaman sikap disiplin, menerima apa adanya, memberikan motivasi berprestasi serta aspek spiritual kepada anak diakui merupakan dasar pembentukan karakter anak berprestasi. Aspek psikis dan spiritual pada anak yang dihasilkan oleh orang tua dengan pola asuh otoritatif sangat menunjang secara signifikan prestasi anak. Responden menyatakan 100 % orang tua mereka menanamkan sikap – sikap seperti tersebut diatas dan mereka juga memahami alasan sikap orang tua menanamkan perilaku tersebut kepada mereka.
Kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di luar sekolah yang mereka ikuti dan mendapatkan prestasi selain kegiatan akademik mereka, dari 10 responden menyatakan 50 % mereka mengikuti dan berprestasi dan 50 % mereka tidak mengikuti dengan alasan di sekolah tidak terdapat ekstrakurikuler. Penghargaan terhadap prestasi anak juga dilakukan oleh orang tua dengan pola asuh otoritatif walaupun hanya dengan ucapan selamat atas prestasi yang mereka peroleh. Sikap orang tua tersebut akan memberikan efek psikologis bahwa mereka merasa dihargai eksistensinya dan menjadikan mereka lebih termotivasi untuk berprestasi lebih baik lagi.
Ketika anak mempunyai masalah dengan sekolah, hubungan dengan seseorang dan lingkungannya, responden menyatakan 40 % mereka lebih suka/nyaman membicarakannya dengan orang tua karena orang tua lebih bisa menyimpan rahasia pribadi dan memberikan solusi, nasehat untuk membantu menyelesaikan masalah. Sedangkan 60 % mereka lebih suka curhat dengan temannya dengan alasan karena teman atau sahabat mereka menjadi tempat berbagi cerita dan menjadi kepercayaan mereka.
Orang tua dengan pola asuh otoritatif bersikap responsif terhadap kebutuhan anak dan mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan. Dari 10 responden 100 % mereka menyatakan bahwa orang tua mereka mau mendengarkan pendapat, solusi dan berdiskusi terhadap suatu hal atau masalah. Sikap orang tua tersebut akan memberikan efek rasa percaya diri anak terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Dengan berdiskusi memberikan ruang bagi orang tua untuk memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan buruk bagi anak dan anak pun memahami sikap dan alasan orang tua terhadap mereka. Sehingga hal ini akan memberikan kepercayaan anak terhadap orang tua bahwa mereka mendukung sepenuhnya aktivitas mereka dan harapan akan menjadi orang yang berhasil dan bermanfaat.

BAB III KESIMPULAN
Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah pola asuh otoritatif yang dilakukan di rumah dan di sekolah merupakan lahan subur bagi munculnya individu berprestasi.
Orangtua dari anak-anak yang berprestasi memiliki pandangan bahwa ada beberapa prinsip yang perlu dimiliki anak untuk mengantarkan anak menjadi individu yang berprestasi, yaitu (a) perilaku keagamaan dan moral etik, (b) kedisiplinan (d) prestasi dan motif berprestasi, serta (d) keprihatinan, kesabaran, dan menunda kenikmatan.
Orang tua dari anak-anak yang berprestasi melakukan hal-hal berikut ini, yaitu (a) menemani atau mendampingi anak saat belajar, (b) memberi pengarahan, peringatan, dan melakukan kontrol atas aktivitas anak, (c) memberi dukungan kepada anak, (d) memberi penghargaan terhadap anak (e) menjadi teladan bagi anak-anak.
Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua dalam mengasuh anak :
• Harus disertai kasih sayang
• Tanamkan disiplin yang membangun
• Luangkan waktu kebersamaan dengan keluarga
• Ajarkan salah benar
• Kembangkan sikap saling menghargai
• Perhatikan dan dengarkan pendapat anak
• Membantu mengatasi masalah
• Melatih anak mengenal diri sendiri dan lingkungnan
• Mengembangkan kemandirian
• Memahami keterbatasan pada anak
• Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Tips Menghadapi Anak Gagal & Tidak Berprestasi

Segera bergabung di www.indi-smart.com


Menghadapi Anak Gagal & Tidak Berprestasi

By: Julianto & Roswitha

Betapa banyak orangtua kecewa pada hasil studi anaknya! Orangtua merasa sudah berusaha semaksimal mungkin. Mereka bekerja keras agar anak mendapat sekolah yang baik, tempat les, dan fasilitas terbaik. Ayah dan ibu berpendapat sebenarnya sang anak mampu berprestasi lebih. Maka tidaklah heran jika akhirnya harapannya tidak tercapai, orangtua akan sangat kecewa dan marah pada anak-anaknya.

Menularkan Kekecewaan
Seorang bapak, sebutlah namanya Pak Iman, punya trauma terhadap raport. Semua berawal ketika Iman duduk di Sekolah Dasar kelas 2. Di hari penerimaan raport, Iman mampir ke rumah teman sekelasnya, Hadi. Iman menyaksikan bagaimana orangtua Hadi menyambut dia dengan hangat. Hadi dipeluk oleh ayah-ibu dan kakak-kakaknya. Semua antusias melihat hasil pelajarannya selama satu kwartal yang sudah lewat. Ayahnya memujinya, sedangkan ibunya mengucapkan selamat untuk beberapa nilai yang meningkat dibandingkan term sebelumnya.

Iman tertegun. Dia berharap kalau sampai di rumah dia juga akan mendapat perlakuan yang sama, karena nilai raportnya juga bagus seperti temannya. Tapi apa yang terjadi? Di rumah, ayah Iman hanya memelototi nilai yang kurang baik. Ibunya hanya melirik sebentar tanpa ekspresi pujian. Kakak-kakaknya tidak tertarik melihat raportnya. Hatinya sangat kecewa. Sejak saat itu dia trauma setiap kali menerima raport, termasuk ketika menerima raport anak-anaknya.

Apa sikap Anda saat menerima raport anak-anak Anda? Waspadalah, karena orangtua yang mudah kecewa dapat menghasilkan anak mudah kecewa juga.

Mengapa Anak Gagal
Anak yang bermasalah kita namakan identified patient (IP). Jika anak kita gagal, lakukanlah introspeksi diri dalam beberapa hal. Pertama, relasi suami dan istri. Bagaimana komunikasi Anda dan pasangan selama ini? Berikut ini beberapa contoh relasi suami istri yang dapat menimbulkan masalah dalam diri anak.

Misalnya Anda seorang istri penuh waktu yang bekerja di rumah. Suami Anda menyerahkan urusan sekolah anak pada Anda. Kalau anak gagal, suami cenderung menyalahkan istri. Ibu dianggap yang paling bertanggung jawab pada pendidikan anak. Tetapi tekanan dari suami bisa menyebabkan istri melampiaskan kekesalannya pada anak. Komunikasi dalam keluarga dapat menjadi seperti “lingkaran setan”, penuh kekecewaan dan saling menyalahkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ayah dalam seluruh aspek hidup anak akan membuat anak berprestasi, percaya diri, dan mampu menghidupi nilai moral dan spiritual yang benar. Kalau si ayah menyerahkan urusan anak kepada istri, ini tentu tidak benar. Secara psikologis, ayah yang absen membuat ibu cenderung dominan. Akibatnya, anak kehilangan figur ayah, yang akhirnya berdampak besar pada pendidikan dan perkembangan kepribadiannya. Jadi, sebenarnya andil orangtua dalam kegagalan anak sangat besar. Maka tidaklah fair jika orangtua mempersalahkan anak semata-mata. Atmosfer relasi orangtua yang tidak harmonis akan menghambat kemajuan anak. Kalau ini dibiarkan, anak kita bisa menjadi korban.

Kedua, jika secara tidak sadar orangtua menjadikan uang sebagai orientasinya. Contohnya adalah orangtua yang mendorong anak untuk sekolah agar bisa dapat pekerjaan yang menghasilkan banyak uang. Orangtua demikian terus menuntut agar anaknya menunjukkan hasil belajar yang tinggi. Jika tidak, sekolah disalahkan, anak menjadi “kambing hitam”, dan sebagainya.

Uang memang penting dalam pendidikan anak. Kita juga perlu mendorong anak, terutama jika mereka sudah bisa berpikir abstrak (di atas usia 12), untuk menyadari bahwa orangtua sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit guna menyekolahkan mereka di sekolah yang baik. Yang perlu dibangun di sini adalah sikap menghargai orangtua dan guru lewat semua upaya ini, bukannya menjadikan uang sebagai tanda kasih orangtua kepada anak. Sejalan dengan penjelasan itu, orangtua perlu memahami bagian kecerdasan anaknya. Jika sang anak suka matematika misalnya, perkuatlah keterampilannya di sana. Demikian juga kalau dia suka melukis, musik atau bahasa. Tidak ada orang yang mampu menguasai semua hal. Orang dewasa tidak, apalagi anak-anak.

Terakhir, ada kemungkinan anak kita gagal karena dia tidak punya teladan, khususnya dalam hal belajar dan membaca. Nampaknya karena sudah sibuk bekerja, orangtua tidak perlu belajar lagi. Sebenarnya yang dimaksud bukan hanya belajar formal. Siapa tahu kita menghadapi beberapa kesulitan. Anak melihat bahwa papa-mamanya belajar mengatasi persoalan lewat membaca atau belajar yang lain. Kalau anak cukup besar, kita bisa mengajak mereka diskusi. Tidak mustahil, anak-anak dipakai Tuhan untuk memberi jalan keluar atas pergumulan kita. Yang jelas, mereka akan belajar dari iman orangtuanya.

Anak Suka, Anak Belajar
Kalau kita sudah menemukan akar kegagalan anak-anak, kita perlu mencari jalan keluar. Di antaranya Anda dapat melakukan hal-hal berikut. Pertama, carilah pertolongan untuk memperkuat relasi Anda dengan pasangan, agar anak tidak menjadi “sasaran antara”. Orangtua juga perlu membangun harga dirinya secara pribadi. Dengan demikian dia tidak menggantungkan kebanggaannya pada prestasi anak-anaknya.

Berikutnya, Anda perlu mengubah cara-pandang terhadap anak. Janganlah kita menyekolahkan mereka supaya nantinya anak-anak membalas kepada kita. Berikan kepada mereka pendidikan sebaik mungkin karena itu adalah tugas Anda sebagai orangtua. Anak-anak tidak berhutang pada orangtuanya. Andalah yang harus membayar jasa orangtua dengan mendidik cucu mereka dengan baik.

Cobalah memahami kecerdasan anak Anda. Dewasa ini ada banyak tes psikologi untuk itu. Lewat tes demikian anak-anak mengerti kapasitas diri mereka. Anak-anak akan berkembang menjadi diri mereka sendiri.

Moze dan Kami
Moze adalah anak bungsu kami. Usianya sekarang 12 tahun. Dia duduk di kelas 7. Moze bukanlah anak terpandai di kelas. Tetapi dia suka belajar mandiri. Maksud saya, ada saja idenya untuk mempelajari sesuatu di sekitarnya. Misalnya waktu kelas 5, Moze tertarik mempelajari lagu-lagu kebangsaan negara-negara lain. Maka dia membuka Encyclopedia Encarta. Berhari-hari dia mempelajari lagu-lagu itu, termasuk karakteristik penduduk, pemerintahannya, letak geografi, dan sebagainya. Sebenarnya pada saat yang sama Moze sedang mempelajari Ilmu Bumi.

Di kelas 7 ini sekolah Moze mengadakan tes psikologi untuk mengenal kecerdasan majemuk anak. Selain mengerti bahwa Moze punya berbagai keistimewaan, kami juga memahami kelemahannya. Kami jelaskan kepada Moze hal-hal yang sekiranya akan menghambat kemajuannya kalau tidak diperbaiki. Kami menolong Moze untuk sabar terhadap dirinya sendiri, serta memperkuat area lain dalam dirinya.

Belakangan ini Moze makin suka bahasa. Dia menciptakan sajak yang indah dan mempelajari berbagai konsep kata berdasarkan bahasa aslinya. Prestasi Moze tidak dalam bentuk ranking kelas. Tetapi kami puas karena dia sangat suka belajar apa saja.

Sumber: Majalah Bahana, November 2009

Indismart di Mata Pak Agus, SMP Saradan 2


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Selamat kenal. Kami smpn2 saradan kab madiun , telah menerima aktivasi program indismart-creative and fun kerja sama dengan telkom schoolnet. Ternyata program ini sangat membantu bagi kita para pelajar yang dulunya menganggap pelajaran ipa, matematika sulit dipelajari, menjadi semakin menarik dengan cara mempelajarinya melalui konten-konten yang disajikan dalam program indismart-creative and fun. Hal-hal yang bersifat abstrak dapat di visualisasikan dengan menarik, sehingga para pelajar dapat lebih mudah untuk memahami cara kerja paru-paru, memahami bangun-ruang matematika, hukum Archimedes, dll.
Kami berharap konten yang semakin ditambah, sehingga pelajaran di sekolah akan lebih menarik dan lebih dimintai para pelajar , tentunya dengan adanya bantuan indismart-creative and fun. indismart-creative and fun memang sangat diperlukan. Akhir kata, teman-teman kalau mau belajar belajar ipa dan mat dengan lebih mudah pakailah indismart-creative and fun. Trima kasih dan hormat kami, smpn2_saradan@yahoo.co.id

Augustinus Bambang, Pengajar di SMPN 2 Saradan

Kamis, 19 November 2009

TELKOM Rayakan Hari Jadi dengan Identitas dan Portofolio Bisnis Baru

Segera bergabung di www.indi-smart.com



TELKOM Rayakan Hari Jadi dengan Identitas dan Portofolio Bisnis Baru

Jakarta, 23 Oktober 2009 Perayaan Hari Jadi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada 23 Oktober 2009 memiliki arti khusus, karena bersamaan dengan hari jadi tersebut Telkom mendeklarasikan identitas baru sebagai simbol transformasi bisnis Telkom dari InfoCom menjadi T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Perayaan hari jadi dan Grand Launch New Telkom dikemas dalam sebuah event menarik yang antara lain memperkenalkan teknologi Augmented Reality [1] yang pertama kali disiarkan secara live di Indonesia.

Perayaan Hari Jadi Telkom kali ini memang berbeda, hari ini merupakan pengukuhan transformasi bisnis Telkom dari yang semula hanya InfoCom menjadi T.I.M.E,? jelas Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah saat menghadiri acara Grand Launch New Telkom Indonesia, di Jakarta hari ini (23/10).

Dijelaskan Rinaldi Firmansyah, sebagai satu-satunya perusahaan T.I.M.E di Indonesia, Telkom akan berusaha keras menghadirkan layanan T.I.M.E ke seluruh rumah tangga maupun korporasi di Indonesia. ?Ini sejalan dengan positioning baru Telkom ?Life Confident? dan tag line ?the World in Your Hand? yang bermakna keahlian dan dedikasi kami pada kemajuan akan memberikan keyakinan bagi semua pelanggan kami untuk mendukung kehidupan mereka di mana pun mereka berada,? terangnya.

Dengan identitas dan portofolio bisnis yang baru, Telkom juga memiliki nilai-nilai yang baru. Untuk menjawab tantangan masa depan tersebut Telkom melakukan transformasi secara menyeluruh dan mendasar. Transformasi kali ini adalah yang paling besar sepanjang sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi yang menyentuh empat aspek dasar perusahaan, yakni: Transformasi Bisnis, Transformasi Infrastruktur, Transformasi Sistem dan Model Operasi dan Transformasi Human Resources.

T ransformasi bisnis di tubuh Telkom merupakan sesuatu yang tak terelakkan. Di mana pun di dunia layanan wireline yang berbasis PSTN ( Public Switch Telephone Network ) sedang menghadapi fase menurun ( decline ) seiring berubahnya gaya hidup ( lifestyle ) masyarakat, dan karenanya perlu direvitalisasi.

Itu sebabnya, Telkom lalu melakukan transformasi bisnisnya dengan merujuk konsep T.I.M.E ( T elecommunication, I nformation, M edia, and Edutainment based services) demi menjaga pertumbuhan kompetitifnya secara berkesinambungan. Untuk mengantisipasi gaya hidup masa depan, Telkom beralih dari ?Separate Providers? menuju ? Single Provider? sehingga ditetapkanlah T.I.M.E sebagai portofolio bisnis yang baru.


Upaya Telkom dalam mempertahankan bisnis tradisionalnya dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan legacy saluran kabel tetap ( fixed wireline ), melakukan penyelarasan terhadap layanan seluler dan fixed wireless access (FWA) dan memisahkan FWA sebagai unit bisnis tersendiri, serta merampingkan portofolio anak perusahaan ( streamline subsidiary portfolio ).


Nilai-nilai Baru Telkom
Seiring peluncuran corporate identity baru, Telkom menerapkan budaya baru yang lebih selaras dengan tren dan kebutuhan pelanggan saat ini. Kami berharap identitas baru yang disimbolkan melalui logo baru dapat menjadi acuan seluruh pegawai dalam melaksanakan bisnis perusahaan.

Budaya ataupun nilai-nilai baru yang kini tengah diinternalisasikan kepada seluruh pegawai meliputi: Expertise (mencerminkan tradisi pengetahuan dan pengalaman Telkom yang dalam dan luas dalam industrinya), Empowering (memberdayakan pelanggan untuk mearih cita-cita mereka), Assured (memberikan keyakinan pada pelanggan untuk bisa mengandalkan Telkom dalam industri telekomunikasi yang senantiasa berubah), Progressive (menyiratkan pergerakan menuju teknologi yang lebih canggih dan menjauhi budaya yang terkait kepemerintahan) dan Heart (mewakili sikap kepedulian Telkom dalam bekerja sama dengan para pelanggan).

Hari Jadi Telkom
Telkom telah menetapkan hari jadinya yaitu tanggal 23 Oktober . Penetapan hari jadi ini mengacu pada pengoperasian layanan jasa telegrap elektromagnetik pertama yang menghubungkan Batavia (Jakarta kini) dengan Buitenzorg (Bogor) pada 23 Oktober 1856. Berdasarkan pertimbangan historis tersebut Telkom memutuskan memeringati hari jadi untuk pertama kalinya tahun ini sebagai hari jadi ke- 153 Telkom.

Sementara itu, dalam kesempatan hari jadi ke-153 Telkom tersebut, Pemerintah melalui Departemen Kominfo juga menyampaikan penghargaan kepada Ericsson sebagai mitra perusahaan telekomunikasi yang telah bersama-sama membangun Indonesia sejak 104 tahun lalu. Penghargaan kepada Ericsson, menurut Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia merujuk pada kepeloporan dan kemitraannya yang telah berlangsung begitu lama di Indonesia.

Indigo Award
Bersamaan Hari Jadi dan Grand Launch New Telkom Indonesia pada 23 Oktober 2009, Telkom menganugerahkan Indigo Award kepada insan industri kreatif digital Indonesia. Indigo Award merupakan event tahunan sebagai ajang apresiasi dari seluruh kategori industri kreatif yang dinilai berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan dapat mendorong serta menciptakan peluang bisnis baru. Para penerima Indigo Awards adalah mereka yang telah diseleksi melalui program-program Indigo Fellow, Indigo Fellowship, TeSCA (Telkom Smart Campus), Indigo Music Awards dan Lomba Cipta Lagu dan Lirik Muslim.


Untuk Keterangan Lebih Lanjut, Hubungi :

Eddy Kurnia
Vice President Public and Marketing Communication
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Tel. 62-22-4527455. Fax. 62-22-4521411
Email : eddy_k@telkom.co.id
Website : www.telkom.co.id

Penambahan Quota Speedy Schoolnet untuk Sumbar


Segera bergabung di www.indi-smart.com

Informasi dari PT. Telkom (Telkomunikasi Indonesia Tbk) sbb:

Sehubungan dengan adanya penambahan quota sekolah penerima paket Speedy Schoolnet, berikut ini kami sampaikan tawaran pemasangan bagi 150 sekolah lagi di Sumatera Barat dengan ketentuan sbb:
a.. Free aktivasi
b.. Free modem
c.. Free instalasi
d.. Free abonemen paket unlimmited selama 1 tahun.
Diutamakan bagi sekolah yang belum mempunyai fasilitas speedy schoolnet. Kesempatan dibuka bagi seluruh tingkatan SD, SMP, SMA, SMK, Madrasah, Tsanawiyah dan Aliyah baik Negeri maupun Swasta.

Mohon info bagi bapak/ibu guru untuk dapat menginfokan kepada maing-masing sekolahnya.

Jika berminat, bisa menginfokan balik kepada kami dengan menyebutkan Nama Sekolah, No. Telepon dan Nama Penanggung Jawab (PIC sekolah).

Salam ++

| s | u | w | i | t | o |
PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk
UNIT ENTERPRISE REGIONAL I SUMATERA AREA 2 RIDAR-SUMBAR
Jl. Hasanuddin No. 2 Padang, Telp. +62-751-891111 (hunting) Fax . +62-751-891001
Flexi. +62-751-7872007

Rabu, 18 November 2009

Info Baru dari Indismart

Segera bergabung di www.indi-smart.com



Info Baru dari Indismart

Indismart adalah konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar Indonesia…

1.       Jumlah konten saat ini sudah mencapai 167 dengan mata pelajaran Matematika, IPA, Fisika, Geografi, & Biologi. Mata pelajaran lain akan segera ditambahkan.

2.       Indismart menggelar Lomba Foto Pelajar, Lomba Foto Indismart, & Lomba Opini Indismart hingga akhir November 2009.

3.       Indismart memberikan hak akses gratis bagi juara umum sekolah semester terakhir (bukan juara kelas) dan bagi siswa yang berprestasi internasional.

4.       Indismart sudah meluncurkan blog resmi yaitu di http://www.myindismart.blogspot.com Blog ini diluncurkan untuk menampilkan informasi yang tidak tampil di website resminya yang memiliki kapasitas terbatas. Di blog ini dapat juga ditemui beberapa pengalaman pengguna serta foto-foto pengguna Indismart dan banyak infomasi lain. Jika Anda ingin menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan Indismart atau pendidikan, blog ini juga dapat meangakomodasinya. Kirimkan opini atau artikel Anda ke alamat Indismart.

5.       Bagi yang ingin menerima informasi Indismart melalui email secara rutin, silakan bergabung dengan mailing list indismart. Caranya kirimkan email kosong dari email yahoo Anda ke indismart-subscribe@yahoogroups.com.

6.       Bagi yang ingin terhubung dengan Indismart di facebook, silakan klik: http://www.facebook.com/#/profile.php?ref=name&id=100000180438735 atau search Indismart di facebook.

7.       Bagi yang ingin menyampaikan info tentang Indismart di mading sekolah Anda, silakan klik di menu download yang terdapat di web kami. File nya dapat Anda print dan tingal ditempelkan di tempat yang Anda pilih.

8.       Bagi yang ingin berbicara (chatting) langsung dengan staf Indismart, silakan klik menu bantuan yang terdapat di web pada jam kerja hari Senin hingga Jumat. Anda juga dapat menambahkan email helpdesk1_indismart@yahoo.com di kontak Yahoo Messenger Anda.

9.       Bagi pihak-pihak yang ingin bermitra dengan Indismart, silakan kontak kami. Kami membuka kemitraan dengan pihak Sekolah, Organisasi Siswa, Event Organizer, Kelompok Pengajian, LSM Pendidikan, Dinas Pemerintah, Pesantren, Pengusaha Warnet, Koperasi, Pengusaha Kios Pulsa, Penerbit Buku Pelajaran, Pengelola Perpustakaan, Penyedia Produk Pendidikan, Pengusaha, dan lain sebagainya.

10.   Bagi sekolah-sekolah yang telah terhubung dengan Schoolnet Jardiknas namun belum menerima informasi PIN Indismart melalui kiriman surat, dapat menghubungi kami dengan menyebutkan ID Schoolnet dan data sekolahnya. Kami akan membantu menemukan PIN nya.

11.   Dalam beberapa waktu ke depan, PIN Indismart akan dijual dalam bentuk voucher sehingga lebih memudahkan pembelian dan pembayarannya.

12.   Informasi lebih lengkap dapat ditemukan di www.indi-smart.com atau klik www.google.com dan search: Indismart

Sudahkah Putra-Putri Anda Bergabung dengan Indismart? Selamat Berjuang dan Terima kasih, Firman Juliansyah

Senin, 16 November 2009

Sekilas tentang Schoolnet


Segera bergabung di www.indi-smart.com

SchoolNet

Layanan Schoolnet adalah layanan koneksi ke Jardiknas khusus bagi zona sekolah saja. Hingga saat ini Depdiknas telah bekerjasama dengan PT. Telkom dalam penyediaan infrastruktur koneksi ke sekolah-sekolah menggunakan teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line) yang lebih dikenal dengan produk Speedy Telkom. Namun demikian bagi sekolah-sekolah di wilayah Indonesia yang belum terjangkau infrastruktur Speedy Telkom dapat menggunakan jalur wireless 2.4 Ghz yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing.

Secara umum, keuntungan bagi sekolah bergabung dengan program SchoolNet, antara lain:

• Mendapatkan hak akses Intranet dan Internet melalui jalur Jardiknas serta layanan lain yang tersedia sesuai aturan yang berlaku.
• Akses jalur koneksi bersifat tidak terbatas.
• Berbiaya relatif murah.
• Kapasitas basis Speedy 384 kbps dan basis wireless 128 kbps s.d 1 Mbps.

Syarat umum bagi sekolah yang berhak mendapatkan fasilitas koneksi SchoolNet antara lain:
• Memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional).
• Memiliki Laboratorium Komputer dengan jaringan komputer (LAN) minimal 5 PC.
• Mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku.

Prosedur SchoolNet basis Speedy
• Memiliki jalur kabel telepon dari Telkom.
• Mendaftar secara mandiri koneksi speedy ke Telkom setempat (disarankan paket home Rp. 200.000 per bulan – belum termasuk pajak).
• Menyediakan modem speedy (ADSL).
• Mendaftarkan akses Jardiknas ke Depdiknas Pusat melalui Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten setempat.

Prosedur SchoolNet basis Wireless
• Mendaftar ke Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
• Biaya akses lokal dan perawatan wireless tergantung kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota/Kab setempat.
• Menyediakan perangkat wireless, antena dan tower serta kelengkapannya lainnya secara mandiri.

Selasa, 10 November 2009

10 Tips Menghadapi Ujian


segera bergabung di www.indi-smart.com

10 Tips Menghadapi Ujian

Tidak terasa waktu begitu cepat bergulir, dan sebentar lagi ujian sudah di depan mata. Yach...Ujian Akhir Nasional memang sebuah pertarungan yang menentukan masa depan pendidikan kita semua. Bukan rahasia umum lagi ujian yang satu ini sangat menyita waktu kita dalam mempersiapkan seluruh materi yang nantinya diujikan.
Persiapan untuk menghadapi ujian itu hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada. Tetapi bagaimana kelanjutannya, maksudnya proses pengerjaan pada saat ujian . Nah,... berikut ini ada 10 tips yang sangat membantu kamu dalam mengerjakan ujian tersebut.

• Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

• Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

• Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

• Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

• Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
o soal paling sulit
o yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
o memiliki nilai terkecil

• Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

• Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

• Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

• Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

• Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Sumber dari www.studygs.net/indon/tsttak1.htm

Gaya Hidup Remaja Kini Sudah Menggelegar


(Faishal Abyan Murtadho, pemenang ICT Module Gold Award dari DreamTeam British Council)

Nama saya Faishal Abyan Murtadho. Saya masih duduk di bangku SMA
tepatnya kelas XII IPA 4. Indismart? apa sih indismart… tegas jawabnya bahwa Indismart merupakan website yang diperuntukkan sebagai media belajar online. Bertujuan untuk menciptakan nuansa belajar yang menarik dan interaktif, melalui konten-konten pembelajaran yang bersifat animasi dan terbentuknya komunitas online untuk berbagi informasi. yiah itu penjelasan yang sangat rinci.

Opini saya bahwa web indismart ini sangatlah hebat dan sangat menakjubkan, mantap sekali dengan program dan isinya yang sangat unik juga tak kalah menarik. Indismart ini bisa membuat para penerus bangsa Indonesia (pelajar) menjadi lebih semangat dalam menggali ilmu,termasuk saya yang sangat cerewet dan gak mau diem dgn komputer. Apalagi dengan majunya zaman yang sudah berada dalam zaman modernisasi teknologi canggih dan menjadi keseharian remaja. Sekarang, komputer, laptop, bahkan handphone pun bisa untuk online. Gaya hidup remaja kini sudah menggelegar yaitu online.

Nah mengapa indismart bisa saya katakan "dapat membuat pera pelajar menjadi semangat dan gigih tuk mencari ilmu?” tegas saya jawab Indismart bisa menjadi amplitudo bagi pelajar untuk mengakses atau mencari informasi (media belajar) di internet. Tak hanya untuk chatingan atau facebookan saja, pelajar bisa berkunjung tuk belajar di web ini. Saya ingin indismart ini tak akan mati, harus tetap kekal nan abadi, karena jujur saja saya menyukai dengan content-content yang ada di indismart itu, apalagi animasi-animasinya yang bikin betah tuk belajar.
(Faishal Abyan Murtadho, pelajar kelas XII IPA 4, SMAN 13 Bandung).

Lomba Indismart... Mudah dan Berhadiah..


Lomba Foto & Opini Indsimart

1. Lomba Foto Pelajar

Lomba ini hanya dapat diikuti oleh pelajar SD hingga SMA diseluruh Indonesia. Caranya, peserta mengirimkan foto diri berwarna seluruh badan dan close up berukuran 3R (masing-masing 1 lembar) dengan menggunakan seragam sekolah. Foto dikirimkan melalui email firmanjul@yahoo.com atau ke alamat JL. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung 40131 paling lambat 30 November 2009 (cap pos).

Kriteria penilaian meliputi: kejelasan gambar, daya tarik gambar, sikap positif/optimis, dan pancaran kecerdasan. Sepuluh foto terbaik akan mendapatkan hadiah menarik berupa CD pelajaran dan username Indismart selama 1 tahun penuh. Peserta yang mendapatkan juara pertama akan mendapatkan tambahan hadiah berupa beasiswa sebesar 500.000.- Foto yang telah masuk menjadi hak milik Indismart.

2. Lomba Opini Indismart

Lomba ini hanya dapat diikuti oleh pelajar dan umum di seluruh Indonesia. Caranya, peserta mengirimkan opini pribadi mengenai Indismart. Opini tersebut dapat berupa pengalaman, komentar, saran,atau kesaksian mengenai Indismart. Opini terdiri dari 500 kata dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Kriteria penilaian meliputi kejelasan opini, bahasa yang positif, serta gagasan yang menarik. Opini dikirimkan melalui email firmanjul@yahoo.com atau ke alamat JL. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung 40131 paling lambat 30 November 2009 (cap pos). Sepuluh opini terbaik akan mendapatkan hadiah menarik berupa CD pelajaran dan username Indismart selama 1 tahun penuh. Peserta yang mendapatkan juara pertama akan mendapatkan tambahan hadiah berupa beasiswa sebesar 500.000.- Opini yang telah masuk menjadi hak milik Indismart.

3. Lomba Foto Indismart

Lomba ini dapat diikuti oleh pelajar dan umum diseluruh Indonesia. Caranya, peserta mengirimkan 1 lembar foto diri berwarna close up berukuran 3R dengan memasukkan gambar monitor komputer berisikan materi Indismart. Peserta dapat menghadap kamera atau memeragakan penggunaan Indismart (sedang menggunakan komputer).

Kriteria penilaian meliputi: kejelasan gambar, daya tarik gambar, sikap positif/optimis, dan pancaran kecerdasan. Foto dikirimkan melalui email firmanjul@yahoo.com atau ke alamat JL. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung 40131 paling lambat 30 November 2009 (cap pos). Sepuluh foto terbaik akan mendapatkan hadiah menarik berupa CD pelajaran dan username Indismart selama 1 tahun penuh. Peserta yang mendapatkan juara pertama akan mendapatkan tambahan hadiah berupa beasiswa sebesar 500.000.- Foto yang telah masuk menjadi hak milik Indismart.

Untuk Informasi Lebih Lanjut, silakan kunjungi www.indi-smart.com atau hubungi Firman Juliansyah, PT INDISMART KREATIF IDEA, Jl. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung, Indonesia 40131, T: +62 22 2503761 F: +62 22 2508155, Mobile: +62 81 320 656 905, Email : firmanjul@yahoo.com

Jardiknas Berbasis "Schoolnet"


Jardiknas Berbasis "Schoolnet"

SISWA mencoba "live demo" mengenai Indismart dan Speedy Schoolnet disaksikan Arif Yahya selaku Direktur Enterprise & Wholesale PT Telkom (berdasi) dan Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat Ketua Panitia se-Indonesia Inisiatif Forum 2009 dari ITB (ketiga kiri), menyaksikan uji coba program tersebut di Aula Timur ITB, Jln. Ganeca, Kota Bandung, Rabu (24/6).* DUDI SUGANDI/"PR"

BANDUNG, (PR).-
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) menghadirkan Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) dengan memanfaatkan program Speedy Schoolnet Indonesia. Jardiknas zona sekolah merupakan program pemerintah menyediakan jaringan informasi dan komunikasi antarsekolah di seluruh Indonesia.

Saat ini, sekitar 17.500 sekolah telah memiliki schoolnet serta 6.000 schoolnet lainnya sedang ongoing. "Untuk mengisi Schoolnet Indonesia dengan sesuatu yang bermanfaat bagi sekolah, kami bekerja sama dengan Inkubator Industri dan Bisnis ITB untuk menyediakan konten pembelajaran di lingkungan sekolah yang diberi nama Indismart," ujar Arief Yahya, Director Enterprise and Whole Sales PT Telkom ketika ditemui dalam peluncuran Schoolnet Indonesia di Aula Barat ITB, Rabu (24/6).

Konten edukasi ini disesuaikan dengan kurikulum belajar sekolah yang akan terus di-update setiap bulannya. Indismart ini telah dapat diakses melalui jaringan Telkom yang merupakan backbone Schoolnet Indonesia,"

Dikatakan, target Schoolnet Indonesia hingga akhr tahun ini bisa mencapai 30.000 sekolah se-Indonesia dimana 65%-nya berada di Pulau Jawa. Meski begitu, penyediaan Schoolnet Indonesia masih ditujukan untuk kota-kota besar atau daerah lain yang sudah memiliki jaringan Telkom.

Sementara itu, staf khusus Menkominfo, Suhono Harso Supangkat mengatakan, program Schoolnet Indonesia baik untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap teknologi informatika dan komunikasi (TIK). "Saat ini peran TIK dalam masyarakat masih berupa alat pelengkap. Tidak pernah diikutkan dalam proses aksi sedari awal. Padahal, TIK memiliki posisi penting dalam kemajuan pembangunan," katanya seraya mengatakan saat ini masih sekitar 30-40% penduduk Indonesia yang melek TIK. (A-176)***

Indismart Bagi-Bagi Hadiah untuk Siswa Berprestasi Internasional


Indismart Bagi-Bagi Hadiah untuk Siswa Berprestasi Internasional

Indismart juga akan membagikan hak akses gratis setahun penuh kepada 10 siswa yang berprestasi di kancah internasional sebagai finalis atau juara. Bidang prestasi tidak dibatasi. Siswa yang berminat dapat mengajukan permohonan dengan melampirkan/mengirimkan salinan sertifikat juara dan foto saat penerimaan piala/penghargaan.

Permohonan dapat dikirimkan melaui email, faksimili, maupun kiriman pos. Permohonan paling lambat diterima Indismart pada akhir November 2009. Jika terdapat lebih dari 10 pemohon, maka 10 pemohon pertama akan dipilih dan selebihnya dicalonkan untuk semester berikutnya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut, silakan kunjungi www.indi-smart.com atau hubungi Firman Juliansyah, PT INDISMART KREATIF IDEA, Jl. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung, Indonesia 40131, T: +62 22 2503761 F: +62 22 2508155, Mobile: +62 81 320 656 905, Email : firmanjul@yahoo.com

Indismart Bagi-Bagi Hadiah untuk Siswa Berprestasi


Indismart Bagi-Bagi Hadiah untuk Siswa Berprestasi

Untuk meningkatkan semangat belajar dan berprestasi, Indismart akan membagikan hadiah berupa hak akses gratis setahun penuh kepada 30 siswa yang menjadi juara umum di sekolahnya pada periode Ujian Akhir Semester UAS) 2009. Program ini berlaku untuk tingkat SD, SMP, maupun SMA di seluruh Indonesia. Untuk masing-masing tingkat, disediakan 10 hadiah.

Siswa yang berminat dapat mengajukan permohonan dengan melampirkan/mengirimkan surat keterangan dari sekolah yang menyatakan peserta sebagai juara umum sekolah dan nilai rata-rata raport/ujian yang diraihnya.

Permohonan dapat dikirimkan melaui email, faksimili, maupun kiriman pos. Permohonan paling lambat diterima Indismart pada akhir November 2009. Jika terdapat lebih dari 10 pemohon, maka 10 pemohon dengan rata-rata nilai raport/ujian tertinggi akan dipilih dan selebihnya dicalonkan untuk semester berikutnya.

Untuk Informasi Lebih Lanjut, silakan kunjungi www.indi-smart.com atau hubungi Firman Juliansyah, PT INDISMART KREATIF IDEA, Jl. Tubagus Ismail XVI No. 7, Bandung, Indonesia 40131, T: +62 22 2503761 F: +62 22 2508155, Mobile: +62 81 320 656 905, Email : firmanjul@yahoo.com

Node Zona Sekolah Jardiknas


Node Zona Sekolah
Pemilihan Sekolah/Madrasah Penerima Bantuan Sewa Internet

a. Landasan SchoolNet 2008
Jardiknas Zona Sekolah atau SchoolNet adalah salah sub-program Jardiknas 2008 yang mendapat dukungan langsung dari Inpres No.5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi Thn 2008-2009 dimana Depdiknas mendapat amanat untuk:
1) meluaskan Jardiknas sehingga menghubungkan 24.015 nodes kantor dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, sekolah, dan perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia pada bulan November 2008,
2) meluaskan Jardiknas sehingga menghubungkan 39.715 nodes kantor dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, sekolah, dan perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia pada bulan Desember 2009,
3) memberikan layanan internet gratis pada 7.000 SMA dan sederajat (pada tahun 2008) dan berlanjut hingga mencapai 17.000 SMA dan sederajat (pada tahun 2009).

Berdasarkan Inpres No.5/2008 diatas maka Depdiknas cq Pustekkom menyelenggarakan program SchoolNet 2008 dan akan berlanjut ke program SchoolNet 2009. SchoolNet adalah bantuan sewa internet unlimited dari Pustekkom kepada 15.000 sekolah dan madrasah di 33 provinsi mulai bulan Oktober 2008 (4000 sekolah/madrasah), November 2008 (7000 sekolah/madrasah) dan Desember 2008 (4000 sekolah/madrasah).

Node Zona Sekolah
b. Infrastruktur SchoolNet 2008
Perangkat koneksi internet yang terpasang di tiap sekolah dan madrasah (CE) adalah Modem ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang memerlukan kabel telepon sebagai medium koneksi ke internet. Modem ADSL dapat mencapai kecepatan 768 Kbps hingga 3,5 Mbps, sedangkan yang modem yang dipergunakan di semua nodes SchoolNet 2008 adalah modem yang menggunakan teknologi ADSL 2/2+ dengan kecepatan downstream/upstream sebesar 1024/256 kbps (setara dengan 100 KB/detik untuk download dan 25 KB/detik untuk upload ) dengan fitur:
• Available Syslog Monitoring: Sistem Pemantau Ketersediaan Bandwidth
• Dynamic Domain Name System (DDNS): Sistem Nama Domain Dinamis
• Express Internet Access: Akses Internet Cepat
• Parental Control: Kendali Orang Tua terhadap Akses Internet Anak-anaknya
• SOHO Firewall Security with IP/Bridge Filtering: Sistem Pengamanan Akses Internet di rumah atau kantor (sekolah).

Node Zona Sekolah
Mengingat media yang dipergunakan untuk SchoolNet 2008 ini adalah Modem ADSL 2/2+, maka sekolah/madrasah yang dapat menerima bantuan sewa internet adalah sekolah/madrasah telah yang memiliki:
1) Catuan Listrik
2) Saluran Telepon
3) Komputer Desktop/Laptop: minimal 1 unit
4) Pengguna: kepala sekolah, guru, staf tata usaha, atau siswa

c. Proses Seleksi Sekolah/Madrasah untuk SchoolNet 2008
Berdasarkan hasil evaluasi implementasi program SchoolNet 2007 yang berpola Block Grant - dimana pemilihan sekolah/madrasah penerima bantuan sewa internet dan pembayarannya dilakukan sepenuhnya oleh pihak dinas pendidikan kabupaten/kota dan berkoordinasi dengan provider TelkomSpeedy, namun pada akhirnya terkendala di proses pendataan nama, alamat dan identitas sekolah. Maka Pustekkom merekomendasikan dan memutuskan untuk menggunakan pola Top Down dimana data 15000 (lima belas ribu) sekolah/madrasah yang akan penerima bantuan sewa internet dipilah, dipilih, didata, dan disajikan sepenuhnya oleh Pustekkom kepada provider yang akan mengimplementasi-kannya pada tahun anggaran 2008.
Data sekolah/madrasah seluruh Indonesia di-breakdown dari queries Pangkalan Data Guru Indonesia yang dirilis oleh Ditjen PMPTK Depdiknas tahun 2007.

Node Zona Sekolah
Proses Pemilihan 15000 sekolah/madrasah dilakukan selama 10 hari melalui tahapan:

1) Penyalinan (copying) data sekolah/madrasah dari queries Pangkalan Data Guru Indonesia tahun 2007 ke Pangkalan Data Sekolah/Madrasah 2008. Pada tahap ini terkumpul data sekitar 258.000 sekolah/madrasah.
2) Pemisahan (splitting) data Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) yang berjumlah sekitar 50.000 TK/RA dari Pangkalan Data Sekolah/ Madrasah 2008.
3) Pemilahan (classifying) data 208.119 sekolah menjadi 8 kelompok jenjang dengan hasil sebagai berikut:
a. SD = 134.620
b. SMP = 21.253
c. SMA = 8.017
d. SMK = 5.339
e. MI = 22.275
f. MTs = 10.870
g. MA = 4.669
h. SLB = 1.076
4) Penyaringan (filtering) data 208.119 berdasarkan data kepemilikan nomor telepon. Pada tahap ini terdata 42.614 sekolah telah memiliki saluran telepon dengan komposisi per-jenjang pendidikan sebagai berikut:
a. SD = 12.815 (9,5%)
b. SMP = 9.012 (42,4%)
c. SMA = 4.315 (53,8%)
d. SMK = 3.464 (64,9%)
e. MI = 4.911 (22,0%)
f. MTs = 4.888 (45,0%)
g. MA = 2.681 (57,4%)
h. SLB = 528 (49,1%)
5) Berdasarkan potensi 42.614 sekolah bersaluran telepon, Pustekkom kemudian menetapkan ( quotation) sebaran 15.000 sekolah/madrasah penerima bantuan sewa internet berdasarkan jenjang pendidikan dengan komposisi sebagai berikut:
a. SMA, SMK, MA = 10.433 (69,55%)
b. SMP, MTs = 4.061 (27,07%)
c. SD, MI, = 462 (3,08%)
d. SLB = 44 (0,29%)
6) Penyebaran (spreading) kuota 15.000 sekolah/madrasah ke 33 provinsi berdasarkan densitas sekolah bersaluran telepon di masing-masing provinsi dengan komposisi kuota per-provinsi sebagai berikut:

PROVINSI TOTAL
Bali 240
Banten 660
Bengkulu 120
DI Yogyakarta 320
DKI Jakarta 1.600
Gorontalo 80
Jambi 120
Jawa Barat 1.800
Jawa Tengah 2.000
Jawa Timur 3.800
Kalimantan Barat 200
Kalimantan Selatan 240
Kalimantan Tengah 100
Kalimantan Timur 160
Kep. Bangka Belitung 120
Kep. Riau 60
Lampung 280
Maluku 100
Maluku Utara 80
NAD 200
Nusa Tenggara Barat 240
Nusa Tenggara Timur 120
Papua 100
Papua Barat 100
Riau 160
Sulawesi Barat 60
Sulawesi Selatan 480
Sulawesi Tengah 160
Sulawesi Tenggara 100
Sulawesi Utara 100
Sumatera Barat 280
Sumatera Selatan 120
Sumatera Utara 700

Total
SMA 4.323
SMK 3.438
MA 2.672
SMP 3.121
MTS 940
SD 342
MI 120
SLB 44
Total 15.000

7) Pemilihan (selecting) nama dan alamat sekolah/madrasah yang akan menerima bantuan sewa internet perprovinsi berdasarkan data sekolah bersaluran telepon dan kuota di masing-masing provinsi dengan ketentuan:
i. Sekolah Negeri: diprioritaskan bagi sekolah yang tertua usia berdirinya, bertaraf internasional (SBI), rintisan bertaraf internasional (RSBI), atau standar nasional (SSN).
j. Sekolah Swasta: diprioritaskan bagi sekolah yang memiliki jumlah siswa terbanyak, bertaraf internasional (SBI), rintisan bertaraf internasional (RSBI), atau standar nasional (SSN).
8) Pemeriksaan (verifying) 33 kelompok data nama dan alamat sekolah/ madrasah yang akan menerima bantuan sewa internet per-provinsi.
9) Pengumpulan (compiling) data sekolah/madrasah dari 33 provinsi menjadi 1 daftar 15.000 lokasi sekolah/madrasah yang akan menerima bantuan sewa internet melalui skema SchoolNet 2008. Kemudian data ini diserahkan kepada Tim Pengadaan Pustekkom untuk dilampirkan didalam dokumen teknis lelang Jasa Sewa Bandwidth Internet dan Kelengkapannya untuk Jardiknas Zona Sekolah. Demikianlah proses pemilihan sekolah/madrasah yang akan mendapatkan bantuan sewa internet melalui skema Jardiknas Zona Sekolah (SchoolNet) tahun anggaran 2008.

Sewa Bandwidth Internet untuk Jardiknas Zona Sekolah (SchoolNet)
Pengadaan Sewa Bandwidth Internet untuk Jardiknas Zona Sekolah adalah bantuan biaya sewa internet untuk 17.500 sekolah yang diharapkan dapat membuka akses warga sekolah ke pusat-pusat sumber belajar melalui intranet Jardiknas maupun internet. Sewa Bandwidth Internet untuk Jardiknas Zona Sekolah adalah untuk 17.500 sekolah di 33 provinsi yang 15.000 diantaranya telah terkoneksi (existing) sejak Oktober, November atau Desember 2008 dengan peta distribusi sebagai berikut:
Provinsi Jumlah
Bali 315 sekolah
Banten 770 sekolah
Bengkulu 140 sekolah
DI Yogyakarta 373 sekolah
DKI Jakarta 1.867 sekolah
Gorontalo 70 sekolah
Jambi 129 sekolah
Jawa Barat 2.122 sekolah
Jawa Tengah 2.356 sekolah
Jawa Timur 4.432 sekolah
Kalimantan Barat 233 sekolah
Kalimantan Selatan 280 sekolah
Kalimantan Tengah 117 sekolah
Kalimantan Timur 187 sekolah
Kep. Bangka Belitung 140 sekolah
Kep. Riau 129 sekolah
Lampung 327 sekolah
Maluku 94 sekolah
Maluku Utara 70 sekolah
NAD 232 sekolah
Nusa Tenggara Barat 280 sekolah
Nusa Tenggara Timur 140 sekolah
Papua 94 sekolah
Papua Barat 94 sekolah
Riau 187 sekolah
Sulawesi Barat 46 sekolah
Sulawesi Selatan 560 sekolah
Sulawesi Tengah 187 sekolah
Sulawesi Tenggara 94 sekolah
Sulawesi Utara 129 sekolah
Sumatera Barat 327 sekolah
Sumatera Selatan 140 sekolah
Sumatera Utara 839 sekolah
Total 17.500 sekolah

Sedangkan menurut jenjang pendidikannya, maka jumlah nodes-nya teralokasi sebagai berikut:
Node Zona Sekolah
No. Jenjang Sekolah / Madrasah Negeri Swasta Jumlah
SMA 1.209 1.663 2.872
SMK 511 1.605 2.116
SMP 3.000 2.368 5.368
SD 3.458 647 4.105
MA 321 835 1.156
MTs 293 991 1.284
MI 89 420 509
SLB 11 79 90
Total 8.892 8.608 17.500

Pengadaan Sewa Bandwidth Internet untuk Jardiknas Zona Sekolah dimaksudkan untuk mendukung
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan sekaligus sistem e-Pembelajaran melalui Jardiknas Zona Sekolah (SchoolNet).

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)