Selasa, 12 Juli 2011

Lelang Proyek DAK Pendidikan Rp 22M di Mojokerto Kisruh Lagi

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




MAJA mojokerto | Meski kisruh, Aawijzing proyek DAK pendidikan di Kabupaten Mojokerto tetap dilanjutkan, Panitia sudah membagi Aawijzing per paket, tapi hampir semua paket selalu diprotes rekanan.

Boga September, salah satu kontraktor mengatakan, para kontraktor sudah membuat pernyataan akan memperkarakan masalah ini khususnya soal dugaan tim teknis fiktif, "Semua sudah membuat pernyataan akan protes lagi saat masa sanggah, dan akan lapor polisi " katanya.

Kata Boga, ada kejanggalan dalam SK Tim Teknis " SKnya baru ditandatangani 15 Juni, padahal RKSnya diteken per 1 juni, seharusnya SK sudah ditanda tangani sebelum 1 Juni" tegasnya.

Sekedar informasi, Aawijzing proyek DAK pendidikan ini sudah dilaksanakan seminggu lalu tapi diprotes dan dibubarkan kontraktor local, Mereka menilai RKSnya ada yang salah, Senin (20/06) Aawijzing dibagi per paket selama tiga hari, hari pertama proyek pengadaan Lab IPA
senilai Rp 750 Juta, Lab Bahasa senilai Rp 750 juta dan Proyek Pengadaan Buku senilai Rp 5,1 M tapi semua kisruh dan diprotes rekanan.(zacky)
sumber: http://www.majamojokerto.com/headline/322/Lelang-proyek-DAK-Pendidikan-R\
p-22M-di-Mojokerto-KISRUH-Lagi

Kiat Meningkatkan Kecerdasan Anak

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.






Anak balita memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyerap kepandaian dan informasi baru dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Penelitian menunjukkan, mengenalkan pada kegiatan membaca, bahasa, dan matematika sejak usia balita, akan membuat mereka lebih mudah menangkap pelajaran tersebut nantinya.

Berikut sejumlah cara yang bisa mendorong serta melatih mereka agar memiliki otak cerdas.

1. Mengajak bicara.
Ceritakan tentang apa saja padanya. Yang jelas, anak jadi tahu, dia merupakan pusat perhatian Anda. Hal ini akan mendukungnya di dalam perkembangan pengetahuan bahasa dan pemikirannya.

2. Pilih buku anak-anak dengan huruf yang besar dan gambar yang jelas.
Hal ini akan menolong anak mengerti apa yang mereka lihat dan juga pelan-pelan belajar membaca kata.

3. Beli kaset/VCD/DVD berbahasa asing.
Akan lebih mudah untuk anak balita menangkap bahasa asing daripada di kemudian hari.

4. Beli software komputer untuk anak balita.
Banyak software yang melatih kemahiran menggunakan keyboard karena sebelum berusia 2,5 tahun anak cenderung sulit menggunakan mouse.

5. Beli huruf abjad yang terbuat dari plastik dan simpan di kamar mandi.
Setiap kali mandi, perkenalkan huruf baru dan lakukan berulang-ulang hingga anak hafal. Dengan cara itu, pelan-pelan anak akan mulai belajar adanya hubungan antara berbicara dan menulis di dalam bahasa.

6. Selalu lakukan pengulangan.
Banyak orang tua merasa frustrasi jika anaknya berulang-ulang membaca satu halaman di buku yang sama atau menonton film/VCD yang itu-itu saja. Jangan sebal dan panik! Ini merupakan suatu bagian penting di mana anak mengenal proses informasi.



7. Beli huruf-huruf dan angka-angka yang terbuat dari magnit.
Hal ini memungkinkan anak bermain sambil belajar di depan lemari es. Kenalkan kata-kata yang baru setiap minggu.

8. Bacakan suatu cerita setiap hari.
Baca dengan intonasi dan ekspresi.

9. Ingat, pendidikan jasmani berhubungan langsung dengan pendidikan akademis.
Penelitian menunjukkan, perkembangan otak juga berhubungan erat dengan pendidikan jasmani, seperti merangkak sebelum usia 1 tahun. Jika Anda dan si balita sering melakukan aneka kegiatan olahraga bersama, hal ini dapat membantu menambah perkembangan fisik serta otak anak. Entah itu berlari-lari, naik kuda, berenang, dan lainnya.

10. Beli satu set pelajaran dan pendidikan untuk anak balita.
Termasuk di dalamnya buku-buku, video, kaset, dan bagaimana caranya mengajarkannya. Baca dan belajarlah berdua anak. Membeli ensiklopedia bergambar khusus untuk anak pun, tak ada salahnya.

Sumber : My Opera

Sentralisasi Guru Jangan Asal-asalan

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




JAKARTA - Rencana Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk menarik wewenang guru dan kepala sekolah dari dareah ke pusat, mendapatkan respon positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Mereka mengingatkan, supaya Kemendiknas tidak asal-asalan menjalankan kebijakan sentraliasi tenaga pendidik tersebut.

Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI Sulistyo menuturkan, kebijakan sentraliasi tenaga pendidik ini beresiko jika tidak dilakukan dengan kajian yang mendalam. "Jangan sampai nanti nasib guru ibarat keluar dari lubang ular,
masuk lubang buaya," kata dia saat dihubungi berada di Tuban, Sabtu (25/6).

Sulistyo menuturkan, isu sentraliasi tenaga pendidikan sudah dibahas di internal PGRI sejak tahun lalu. Bahkan, juga sudah disampaikan di depan presiden SBY. Menurut kajian PGRI, muncul tiga alasan untuk segera dijalankan sentralisasi guru.

Ketiga alasan tadi adalah, jika distribusi guru lintas kabupaten, kota, serta provinsi tidak berjalan baik. Selanjutnya, jika guru masih terus menjadi korban kebijakan politik lokal. Dan terakhir jika guru masih belum
mendapatkan pembinaan pengembangan profesi yang mumpuni.

Terkait kasus distribusi guru, PGRI menanggapi dingin pernyataan dari Kemendiknas jika di negeri ini kelebihan guru hingga 500 ribu orang. Menurut laporan PGRI dari beberapa daerah, rata-rata kota dan kabupaten mengalami kekurangan guru kelas di jenjang SD.

Menurut Sulistyo, persoalan distribusi guru di negeri ini cukup pelik sejak Indonesia merdeka. "Setelah penerapan otonomi pendidikan, persoalan distribusi guru tambah kacai," tandas anggota Komite III DPD itu.

Sementara itu terkait kondisi guru yang sering menjadi korban kebijakan politik daerah, Sulistyo berharap bisa benar-benar dipecahkan setelah muncul kebijakan sentralisasi guru.

Senator dari Provinsi Jawa Tengah itu mengaku miris karena masih sering mendengar ada mutasi guru asal-asal karena dilandasi muatan politik. Sebaliknya, politik daerah kerap memunculkan pengangakatan pejabat-pejabat pendidikan, seperti kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah yang tidak prosedural. "Kasus seperti ini muncul di seluruh provinsi," katanya.

Selanjutnya, Sulistyo juga menuturkan pembinaan pengembangan profinsi pascaotonomi daerah masih lambah. Dia mengakui, ada guru negeri yang hingga menjelang pensiun sama sekali tidak pernah mengikuti penataran. Baik itu penataran yang digelar oleh pemerintah daerah maupun pusat. Dengan kondisi
ini, Sulistyo mengatakan para guru berada dalam posisi sulit untuk mengambangkan profesinya.

Dia berharap, upaya Kemendiknas untuk mensentralisasikan tenaga pendidik benar-benar matang. "Harus ada kajian empirisnya," ucap Sulistyo. Sehingga, setelah kebijakan ini dijalankan nasib guru bisa semakin bagus. Baik itu terkait karirnya sebagai guru, maupun pada tataran kesejahteraannya.

Sulistyo khawatir kesejahteraan guru di beberapa daerah yang memiliki pendapatan daerah kaya, seperti di Jakarta dan Batam bakal menurun setelah muncul kebijakan sentralisasi. "Karena guru menjadi wewenang pusat, pemerintah daerah bisa jadi tidak merasa bertanggung jawab," tandasnya.

Sedangkan untuk distribusi guru, pasca sentralisasi nanti pemerintah pusat tidak bisa seenaknya memindah guru. Guru harus diberi kompensasi secara adil jika akan dipindah ke daerah-daerah terpencil atau perbatasan. Sulistyo berharap, kebijakan sentralisasi tenaga pendidik harus diikuti dengan perangkat hukum yang melindungi guru. (wan)

Mendiknas Berbelit-belit tentang Kasus Nyontek Masal

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




JAKARTA -Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh berbelit-belit dalam merampungkan kasus sontekan massal di SDN Gadel II Surabaya. Kemarin (17/6) dia masih berusaha meyakinkan banyak pihak bahwa kasus tersebut tidak pernah terjadi. Walaupun pada kenyataannya pelaku dan beberapa tim investigasi menemukan kecurangan itu.Kali ini, M. Nuh menunjukkan bukti nilai Ujian Nasional (UN) di SDN Gadel II. Dalam pemaparannya di kantor Kemendiknas, mantan rektor ITS itu menunjukkan nilai
60 siswa di SDN tersebut terlalu beragam. "Jika sontek massal, nilainya tidak seperti ini," ujarnya.

Dia menunjukkan data keragaman nilai siswa salah satunya nilai Bahasa Indonesia. Disitu terlihat dua nilai terendah adalah 7,6 dan 8,2. Dua nilai itu diperoleh oleh 2 dan 4 siswa. Sedangkan untuk nilai tertinggi, yaitu 9,6 didapat 3 orang dan nilai 9,8 diraih dua 2 siswa.Ucapan tersebut tentu saja menafikkan fakta yang ada. Yaitu, ditemukannya bukti berupa kertas yang digunakan untuk melakukan sontekan, juga pengakuan pengawas ujian di sekolah itu. Aam juga sudah berkali-kali mengatakan bahwa bahwa dirinya sengaja
menulis jawaban berbeda untuk teman-temannya.

Anehnya, M. Nuh tetap ngeyel temuannya sudah tepat. Sebab, dia mengatakan berdasarkan apa yang ada. Dia mengatakan, opini publik yang telah membentuk kesan seolah-olah aksi sontek massal itu benar-benar terjadi. "Saya bicara berdasarkan data yang ada," imbuh warga Rungkut, Surabaya itu, Meski demikian, Mendiknas bakal melakukan langkah kemajuan. Yakni, bakal terbang ke Surabaya untuk melakukan mediasi antara sekolah, warga, serta keluarga Siami dan Aam. "Rencananya besok (hari ini, red) saya ke Surabaya. Yang penting mereka bisa rukun kembali," tandasnya.

Menurutnya, upaya damai itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi benturan sosial.. Pasalnya, dia menilai opini publik yang berkembang saat cenderung tidak sehat. Yakni, terlalu mengangkat tinggi pelapor dan merendahkan masyarakat yang mengusir keluarga Siami. "Perlu dilakukan untuk menengahi
konflik," tuturnya.

Menurut Sekjen KPAI Arist Merdeka Sirait, ucapan Mendiknas terkesan menyalahkan Aam. Dia mengaku sangat menyayangkan pernyataan M. Nuh yang mengatakan tidak ada sontek massal di SDN Gadel. "Pengingkaran itu sama dengan menyalahkan pelapor," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia ngotot untuk bisa bertemu dengan Mendiknas. Dia khawatir ucapan M. Nuh bisa menjadi tameng bagi anak-anak lain yang ingin berbuat curang. "Saya khawatir anak-anak bisa menjadi plagiator kalau dibiarkan seperti itu. Bisa jadi, koruptor yang ada saat ini kerjaannya dahulu nyontek," tambahnya.

Tidak hanya itu, menurutnya data yang disampaikan M. Nuh yakni perbedaan hasil UN tidak menghilangkan fakta terjadinya sontek massal. Bagi Arist, satu persen saja ada jawaban yang sama sudah membuktikan adanya sontek massal. "Aakui saja ada kesalahan pada UN dan harus diperbaiki," tuturnya.

Ucapan serupa juga disampaikan Pengamat Pendidikan Satria Dharma. Dia meminta kepada M. Nuh bisa gentle mengakui fakta tersebut meski tidak mempengaruhi hasil ujian. Dia juga berharap Mendiknas tidak berjalan mundur dalam menyelesaikan kasus itu. "Buat apa menunjukkan data seperti itu," katanya.

Dia beralasan, pelakunya sudah mengakui ada sontek massal. Begitu juga dengan kepala sekolah yang akhirnya mengakui adanya kecurangan itu termasuk temuan tim inspektorat pemkot Surabaya. "Yang tidak terbukti cuma satu. Bahwa sontekan tersebut tidak berhasil," tandasnya.Dia menyarankan agar ada
evaluasi menyeluruh soal UN. Sebab, system ujian tersebut sudah terbukti terus dicurangi. Jika tidak di evaluasi, hal itu bisa memalukan Indonesia karena kasus yang mencuat juga diakses beberapa warga internasional. (dim)

Tujuh PT Harus Mengubah Status

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




BANDUNG, (PRLM).- Tujuh Perguruan Tinggi yakni, UPI; Institut Teknologi Bandung (ITB); Institut Pertanian Bogor (IPB); Universitas Indonesia (UI); Universitas Gadjah Mada (UGM); Universitas Airlangga (Unair); dan Universitas Sumatera Utara (USU) harus kembali mengubah status.

Ke-7 PT tersebut melakukan pertemuan di Isola Resort dan JICA Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jln. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jumat dan Sabtu (24-25/6/2011) . Perguruan Tinggi ini diberi batas waktu hingga tahun 2013 untuk mengubah
status.

Seperti diketahui, peraturan pemerintah (PP) terkait Perguruan Tinggi BHMN yang dibuat dengan mengacu pada beberapa pasal dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski demikian, melalui Putusan MK Nomor 11-14-21-126 dan 136/PUU-VII/ 2009, Perguruan Tinggi berstatus BHMN ini masih bisa terus berjalan sejauh tidak keluar dari prinsip yang tercantum dalam putusan MK tersebut.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D. saat memberikan penjelasan kepada tujuh rektor berstatus BHMN mengatakan, MK menekankan prinsip untuk tidak menimbulkan kontroversi dalam setiap vonisnya. Meski demikian, prinsip sesuai dengan konstitusi.

Yang ditekankan MK dalam pembatalan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) adalah, tidak boleh ada penyeragaman dan mengedepankan prinsip tanggung jawab negara.

Perubahan Perguruan Tinggi berbadan hukum milik negara (BHMN) menjadi badan layanan umum (BLU) ini dimaksudkan agar pengelolaan keuangan dapat dilakukan sendiri, tetapi manajemennya tetap sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Perubahan PT BHMN menjadi PT BLU untuk menaati prosedur dalam rambu-rambu pengelolaan keuangan. Maka, manajemen tetap mengacu sebagai PTN seperti sebelumnya, tapi Perguruan Tinggi tersebut bebas mengelola keuangan sendiri dan ke pusat hanya bersifat pelaporan. (A_79/A-26). ***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/149945

Charger ponsel dari air mendidih

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




Sebuah perusahaan Jepang telah mengembangkan charger ponsel dengan menggunakan air mendidih dalam panci. Alat tersebut mampu mengubah panas dari air yang mendidih menjadi energi listrik yang berguna untuk menambah daya baterai telepon selular atau perangkat kecil lainnya.


Ini merupakan gadget terbaru yang dikeluarkan oleh TES NewEnergy. Pada awalnya panci yang merupakan alat untuk memasak air dipasangkan songket USB yang berguna sebagai alat yang dapat merefleksi panas menjadi aliran listrik.

Hal tersebut memang di tujukan untuk negara berkembang, yang terinspirasi oleh tsunami Jepang baru-baru ini. Sebuah panci dirancang untuk digunakan di atas api dari kayu bakar yang normal.

Para pengembang mencatat bahwa suhu api unggun bisa mencapai lebih dari 900 derajat, jauh lebih tinggi daripada yang dibutuhkan untuk mendidihkan air. Sehingga banyak energi yang terbuang di atmosfer atau hilang dalam pemanasan panci. Demikian yang dilansir Cellular News, Selasa (21/6/2011).

Gadget tersebut mereka buat untuk mengkonversi sebagian dari energi panas yang terbuang menjadi arus listrik langsung. "Perangkat ini dapat mengisi ulang ponsel rata-rata 3 sampai 5 jam," tandasnya.

5 Kualitas Pensil






Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"



Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."



"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.



Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."



"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi



"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih



"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".



"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".



"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".



"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".



"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".



"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"



"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Sebarkan cerita inspiratif ini dan Semoga memberikan manfaat



Bahasa Indonesia Masuk Kurikulum di Australia

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




Dunia pendidikan di Australia kian serius menjadikan bahasa Indonesia sebagai bagian dari kurikulum mereka. Buktinya, Bahasa Indonesia termasuk salah satu mata pelajaran bahasa asing yang ditawarkan di
sekolah-sekolah Negeri Kanguru itu.

Fakta ini diungkapkan Peter Mackey, pejabat pendidikan dari Kedutaan Besar
Australia di Jakarta. "Di sekolah-sekolah Australia, selain mengajarkan
bahasa Eropa, kami juga mengajarkan bahasa Asia. Bahasa Indonesia, sebagai
salah satu bahasa Asia, turut diajarkan secara signifikan," kata Mackey.

"Kemampuan belajar bahasa dan budaya Indonesia diharapkan dapat menunjang
pengetahuan para siswa dalam bidang geografi, juga sebagai persiapan
kalau-kalau ada yang berniat melanjutkan studi ke Indonesia," lanjut Mackey
dalam "Simposium Pendidikan Internasional Australia-Indonesia " di Jakarta
hari ini.

Mackey mengungkapkan bahwa makin populernya Bahasa Indonesia di Australia
tak lepas dari makin banyak pelajar nusantara yang menimba ilmu di negaranya
sejak 1950an. Pada 2010, tercatat 18.000 pelajar Indonesia yang menuntut
ilmu di berbagai lembaga pendidikan Australia.

"Angka ini semakin meningkat setiap tahunnya, dan hal ini semakin mempererat
hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan," ujar Mackey.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia menjalin kemitraan yang
sangat baik dalam bidang pendidikan. Australia bahkan menyediakan anggaran
kurang lebih Rp4,5 milyar untuk kerjasama pendidikan bilateral.

Beberapa figur lain yang menjadi pembicara dalam simposium di Jakarta itu
antara lain Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Fasli Jalal;
perwakilan Bank Dunia, Chris Smith; Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan
Indonesia (PERHAPI), Irwandi Arif; dan Ketua Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI), Dewi Irawaty.

sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/226497-bahasa-indonesia-masuk-kurikulum-di-australia

Teka-Teki Logika & Matematika (Bajak Laut)

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.






Ini adalah sebuah teka-teki logika yang menarik dan jawabannya sangat brilian dan tidak terduga. Teka-teki ini sebenarnya bisa dipecahkan dengan mudah jika saja kuncinya diketahui. Sekarang saya akan membagikan teka-teki ini di sini.

Adalah 10 orang bajak laut yang baru saja pulang berlayar. Mereka membawa satu peti harta karun yang berisi 100 keping emas.
Mereka akan membagi 100 keping emas tersebut. Namun, mereka menggunakan sebuah cara yang unik untuk membagi keseratus keping emas tersebut. Berikut adalah cara yang mereka gunakan.

Pertama, kesepuluh bajak laut tersebut akan berbaris dari bajak laut nomor satu (bajak laut yang mempunyai pangkat tertinggi) sampai bajak laut nomor sepuluh (bajak laut yang mempunyai pangkat terendah) secara berurutan.

Kemudian, satu persatu dari kesepuluh bajak laut tersebut, akan mengajukan proposal tentang bagaimana harta karun tersebut dibagi. Jika proposal tersebut disetujui oleh minimal 50% dari jumlah bajak laut yang masih hidup, maka proposal itu yang akan digunakan untuk membagi harta karun itu. Tapi, jika kurang dari 50% dari jumlah bajak laut yang masih hidup yang menyetujui proposal itu, maka bajak laut yang mengajukan proposal itu akan dibunuh dengan dipenggal lehernya.

Bajak laut yang pertama kali akan mengajukan proposal adalah bajak laut nomor sepuluh. Jika proposalnya ditolak, maka dia akan dibunuh, dan bajak laut nomor sembilan akan mengajukan proposalnya. Proses ini akan terus diulangi sampai ada proposal yang disetujui oleh minimal 50% bajak laut yang masih hidup.

Asumsinya, setiap bajak laut ini mempunyai logika yang sempurna, mereka semua sangat cerdas dan akan mengambil langkah terbaik untuk keselamatan nyawa mereka. Lalu, setiap bajak laut ini serakah, sehingga mereka akan menolak sebuah proposal jika mereka merasa mereka bisa mendapatkan lebih. Selain itu, setiap bajak laut ini juga haus darah. Jika mereka tahu, mereka mungkin mendapatkan sejumlah emas yang sama nantinya jika mereka menolak sebuah proposal, mereka akan memilih menolak proposal itu, dengan harapan si pembuat proposal dibunuh.

Andaikan Anda adalah bajak laut nomor sepuluh. Proposal seperti apa yang akan Anda berikan? (Proposal itu berisi berapa jumlah emas yang diterima masing-masing bajak laut dari bajak laut #1 sampai bajak laut #10). Berapa jumlah emas maksimum yang dapat Anda dapatkan tanpa kehilangan nyawa Anda? 

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)