Rabu, 13 Juli 2011

Karakter Guru dalam Perspektif Alquran

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.





Oleh: Muhammad Kosim

Dalam pelaksaan pendidikan sejatinya umat Islam menerapkan pendidikan karakter berbasis al-Qur’an, seperti yang dikemukakan pada tulisan sebelumnya pada kolom opini, jumat (17/6) lalu di Koran ini. Namun peran seorang guru sangat menentukan dalam pendidikan karakter tersebut. Jika Alquran dijadikan sebagai basis, maka seorang guru pun mesti memiliki karakter sebagaimana yang diajarkan Alquran.

Untuk mengetahui karakter guru dalam perspektif Alquran,  dapat dilihat dari istilah-istilah yang semakna dengan guru. Paling tidak, menurut Abuddin Nata, ada delapan Isitilah yang menunjukkan makna guru, yaitu: ulama, ar-rasikhuna fi al-ilm, ahl dzikr, murabbi, muzakky, ulul albab, mawa’idz, dan mudarris. Selain itu ada pula istilah mu’allim, mursyd dan sebagainya.

Pertama, ulama. Dalam Fathir/35: 28, mengisyaratkan bahwa ulama adalah orang yang memiliki ilmu, dengan ilmunya ia “takut” kepada Allah. Ilmu yang dimiliki ulama bisa berupa ilmu agama (tafaqqahu fi al-din) atau ilmu alam (seperti sains). Sedangkan hakikat ilmu itu sendiri sama-sama berasal dari Allah. Jadi tugas utama seorang ulama adalah mengajarkan ilmu yang menjadikan seseorang takut dan dekat kepada Allah.

Jadi, guru sebagai ulama sejatinya menguasai ilmu agama dan ilmu secara mendalam, mau mengajarkan ilmunya itu atas panggilan agama; memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan bagi masyarakat; serta mengembangkan ilmunya secara terus-menerus,melakukan peran sebagai pelindung dan pembimbing masyarakat, sebagai motivator dalam pembangunan, melakukan peran sebagai tokoh masyarakat; dsb.

Tegasnya,bukan guru agama saja yang patut disebut ulama, tetapi guru umum yang mengajarkan ilmunya atas panggilan agama dan menanamkan nilai-nilai tauhid melalui ilmu itu, ia pun patut disebut ulama.

Kedua, ar-rasikhuna fi al-ilm. Istilah ini ditemukan dalam surat Ali Imran/3: 7 yaitu orang yang mendalam imunya sehingga ia tidak hanya dapat memahami ayat-ayat yang jelas dan terang maksudnya (ayat-ayat muhkamat), juga memahami ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian (interpretable) . Mereka adalah orang yang memperoleh hidayah dari Allah. Iman mereka kokoh, taat menjalankan ibadah, memiliki kepedulian sosial, serta berakhlakul karimah.

Guru seyogyanya memiliki karakter sebagai ar-rasikhuna fi al-’ilm, hampir sama dengan karakter ulama. Bedanya, ulama tidak saja di bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam kehidupan sosial. Sementara ar-rasikhuna fi al-’alm lebih terkonsentrasi pada ilmu pengetahuan.

Ketiga, Ahl dzikr. Istilah ini terdapat dalam surat An-Nahl/16: 43), yaitu orang yang memiliki pengetahuan, menguasai masalah, atau ahli di bidangnya. Sebagai ahl dzikr, karakter guru hendaklah sebagai orang yang mengingatkan pada siswa dari perbuatan yang melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya. Guru adalah seseorang yang mendalami ajaran-ajaran yang berasal dari Allah SWT, terutama yang terkait dengan bidang keilmuannya.



Keempat, murabbi. Istilah ini seakar dengan kata rabb atau tarbiyah, artinya pemelihara, pendidik, atau menumbuhkembangkan. Allah juga murabbi bagi makhluk-Nya (al-Fatihah/ 1:2). Adapun pendidikan Allah terhadap manusia terbagi dua, yaitu: pendidikan kejadian fisiknya serta pendidikan keagamaan dan akhlak.

Al-Muraghi menyebutkan bahwa al-Murabbi adalah orang yang memelihara, mengajar yang dibimbingnya dan diatur tingkah lakunya. Guru sebagai al-Murabbi adalah seseorang yang berusaha menumbuhkan, membina, membimbing, mengarahkan segenap potensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan.

Mereka membina aspek jasmani dan rohani manusia sehingga berkembang secara sempurna. Karena itu seorang guru harus memiliki kesanggupan dan kecakapan baik jasmani maupuan rohani, sehingga tugasnya yang berat itu dapat ia laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kelima, Muzakki, yaitu orang yang menyucikan. Di antara ayat yang mengandung istilah ini adalah surat al-Baqarah/2: 151. Sesungguhnya, yang melakukan tugas membersihkan dan menyucikan adalah Allah dan Nabi Muhammad SAW. Jadi Allah dan Rasul adalah al-Muzakki.

Dalam konteks pendidikan, guru juga berperan sebagai al-muzakki, yaitu orang yang mampu membentuk manusia yang terhindar dari perbuatan yang keji dan munkar serta menjadi manusia yang berakhlak mulia. Karakter muzakki mengajarkan agar seorang guru senantiasa berupaya untuk menyucikan dirinya sehingga ia mudah menyucikan jiwa peserta didiknya.

Keenam, ulul albab. Di antara ayat yang memuat istilah ini adalah surat Ali Imran/3: 190-191. Ulul albab adalah orang yang berzikir dan berpikir. Mereka memiliki pemikiran (mind) luas dan dalam, perasaan (heart) halus dan peka, daya pikir (intellect) tajam dan kuat, pandangan (insight) luas dan dalam, pengertian (understanding) akurat, tepat, dan luas, serta memiliki kebijaksanaan (wisdom) yaitu mampu mendekati kebenaran dengan pertimbangan adil dan terbuka.

Ulul Albab adalah orang yang berakal atau orang yang dapat berfikir dengan menggunakan akalnya. Hal-hal yang mereka pikirkan itu amat banyak dan beragam, di antaranya ayat-ayat qauliyah (Alquran) dan ayat-ayat kauniyah (alam semesta).

Mereka juga mampu menganalisa secara mendalam terhadap berbagai masalah tersebut, kemudian ia dapat menarik hikmah atau pelajaran yang mendalam dari berbagai peristiwa tersebut.

Karakter ulul albab mengajarkan agar guru senantiasa menggunakan akalnya untuk memikirkan dan menganalisa berbagai ajaran yang berasal dari Tuhan, peristiwa yang terjadi di sekitarnya untuk diambil makna mengajarkan kepada anak didiknya.



Ketujuh, mawa’izh atau orang yang memberi nasehat (Qs. Asy-Syu’ara/26: 136). Guru sebagai mawa’izh adalah orang yang senantiasa mengingatkan, menasehatkandan menjaga anak-anak didiknya dari pengaruh yang berbahaya. Nasehat ituberdasarkan kepada ajaran al-Qur’an dan Hadis untuk melunakkan hati anak-anak muridnya sehingga mereka menjadi manusia yang terpelihara dari dosa-dosa serta mereka menjadi generasi yang shaleh dan berprestasi.

Kedelapan, mudarris. Di antara ayat yang mengandung akar kata ini adalah surat al-An’am/6: 105. Guru sebagai mudarris adalah orang yang senantiasa melakukan kegiatan ilmiah seperti membaca, memahami, mempelajari dan mendalami berbagai ajaran yang terdapat di dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ia juga berupaya mengajarkan dan membimbing para siswanya agar memiliki tradisi ilmiah
yang kuat.

Kesembilan, mu’allim, yaitu orang yang berilmu. Istilah ini tersirat dalam surat al-Baqarah/2: 151. Makna ilmu dalam perspektif Alquran lebih luas dan mendalam dari istilah knowledge, sains, atau logos. Kata ilmu memiliki kaitan dengan alam, amal, dan al-‘alim. Ilmu berkembang dengan mengkaji alam. Ilmu itu harus diamalkan, dan ilmu tersebut mesti mendekatkan diri kepada al-’Alim, yaitu Allah Yang Maha Memiliki Ilmu.

Guru mesti mengajarkan ilmu yang terkait dengan kognisi, psikomotor, dan apeksi. Jadi guru bertanggung jawab untuk mengajarkan ilmu untuk diamalkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kesepuluh, mursyd yang berasal dari kata rasyada, artinya cerdas. Istilah ini terkandung dalam surat an-Nisa’/4: 6. Cerdas dimaksud tidak saja pada intelektualitasnya, tetapi berhubungan erat dengan spiritualnya.

Suatu ketika, Imam Syafi’i berkata: “saya mengadu kepada Waqi’ tentang buruknya hafalanku, maka dia mengajarkanku (fa arsyadani) agar meninggalkan maksiat. Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya (nur), dan cahaya Allah SWT tidak diberikan kepada pelaku maksiat”.

Nasehat Waqi’ tersebut mengajarkan agar Syafi’i cerdas (irsyad) dengan meninggalkan kemaksiatan. Karakter guru sebagai mursyid, mesti menjadi orang yang cerdas baik dalam penguasaan materi, penerapan teknik dan metode, serta menjadi model, teladan atau tokoh identifikasi bagi anak didiknya yang jauh dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Masih banyak istilah lain yang patut dikaji dan dikembangkan dari ayat-ayat Alquran. Jelasnya, kesepuluh istilah di atas menunjukkan bahwa karakter seorang guru tidak sekedar penyampai materi (transfer of knowledge), tetapi yang terpenting adalah melakukan internalisasi nilai (internalitation of values) yang berbasis Alquran.

Tegasnya, guru dituntut untuk membaca, mengkaji, mengamalkan dan mengajarkan ayat-ayat Alquran sesuai dengan bidang keilmuan yang dimilikinya. Dengan begitu tidak boleh berhenti belajar, meskipun telah mengajar. Guru harus tetap belajar membina dan mendidik dirinya sendiri sehingga berhasil mendidik orang lain. Dengan begitu generasi Qurani mudah terwujud. Wallahu a’lam.

Info Beasiswa Unggulan

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.




Beasiswa Unggulan – Kementerian Pendidikan Nasional merupakan pemberian bantuan biaya pendidikan oleh pemerintah Indonesia atau pihak lain berdasarkan atas kesepakatan kersjasama kepada putera – puteri terbaik bangsa Indonesa dan mahasiswa asing terpilih. (Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2009)

SASARAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
Beasiswa Unggulan diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai berikut:
1. Peraih medali Olimpiade Sains / Teknologi tingkat Nasional/ Internasional;
2. Pemenang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional;
3. Pemenang Lomba tingkat Nasional / Internasional, bidang Sains, Teknologi, Seni Budaya, Olahraga, dll;
4. Lulusan terbaik SMA / MA / SMK / Ponpes / Perguruan Tinggi yang diusulkan oleh Pemda (Propinsi/ Kabupaten/ Kota), Masyarakat (LSM), dan Insdustri;
5. Lulusan Cumlaude dari Perguruan Tinggi/ Sekolah Tinggi/ Akademi;
6. Penulis, Pencipta, Peneliti, Seniman, Olahragawan, dan Tokoh (P3SWOT) berprestasi;
7. Staf Pemda dan Staf Diknas dari unit- unit utama serta jajarannya;
8. Bukan Dosen (untuk reguler S1, S2, dan S3).

Jenis Beasiswa Unggulan
Berdasarkan Permendiknas tentang Beasiswa Unggulan, jenis beasiswa yang diberikan terdiri dari :
a. Beasiswa Unggulan Program Sarjana, yaitu beasiswa diperuntukkan untuk lulusan berprestasi dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) guna mengikuti proses pendidikan program sarjana atau yang sederajat di perguruan tinggi bidang sains dan humaniora serta vokasi.
b. Beasiswa Unggulan Program Magister diperuntukkan untuk lulusan Sarjana (S1) atau sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat magister pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS. Bagi aktifis mahasiswa bila memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dapat menggunakan jalur ini untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
c. Beasiswa Unggulan Program Doktor diperuntukkan untuk lulusan Magister (S2) atau yang sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat doktor pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS.
d. Beasiswa Tunjangan Kreatifitas diperuntukkan untuk peserta didik pemenang kejuaraan tingkat internasional dalam berbagai bidang (vokasi, olahraga, seni dan sains).
e. Beasiswa mahasiswa asing (Palestina, dll) merupakan program khusus untuk mahasiswa asing dan diutamakan untuk negara Palestina, dll. Program ini digunakan untuk menstimulus program studi yang menyelengarakan gelar ganda dan kembaran.
f. Beasiswa untuk studi lanjut bagi olah ragawan berprestasi tingkat nasional dan internasional serta pemenang olimpiade sains, seni dan iptek.
g. Beasiswa Ulung merupakan program khusus untuk akselerasi penyelenggaran Fasttrack Program di dalam dan luar negeri dalam jenjang S1 hingga S3.
h. Beasiswa kemitraan dengan pihak industri terkait yang peduli di dunia pendidikan seperti BU-
CIMB Niaga, BU-BRI (Beasiswa Nusantara), dll.
i. Beasiswa Unggulan untuk Peneliti, Penulis, Pencipta, Seniman, Wartawan, Olah Ragawan dan Tokoh (P3SWOT) diberikan berdasarkan profesi pelamar dan tidak memperhatikan jenjang pendidikan.
j. Beasiswa kemitraan alumni digunakan untuk pembinaan alumni program Beasiswa Unggulan jenjang pendidikan Sarjana (S1) atau sederajat, magister (S2) dan doktor (S3).
k. Beasiswa bidang kajian khusus seperti Akuntasi Pemerintahan merupakan program khusus untuk bidang kajian akuntasi pemerintah. Hal ini diperlukan untuk mendukung terciptanya pemerintah yang akuntabel (
Good Governance). Bidang Energi terbarukan diperuntukan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang memahami energy terbarukan di Indonesia, dan bidang kajian Gametech diperuntukan untuk penyediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi khususnya mengarah ke edutaiment.

Bentuk Beasiswa Unggulan
Peserta program Beasiswa Unggulan yang lolos seleksi baik di perguruan tinggi penyelenggara maupun dari Sekretariat Beasiswa Unggulan akan menerima beasiswa dalam bentuk salah satu dan/atau kombinasi dari sebagai berikut :
a. Biaya hidup adalah beasiswa yang diterima untuk menbantuan biaya hidup pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat,S2 dan S3.
b. Biaya pendidikan adalah beasiswa yang diterima untuk membantu sebagian atau membiayai seluruh biaya pendidikan pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
c. Biaya buku adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
d. Biaya penelitian adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau sederajat, S2 dan S3.
e. Biaya publikasi ilmiah adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1atau yang sederajat, S2 dan S3.
f. Tunjangan prestasi adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan prestasi yang diraih.
g. Tunjangan kreatifitas adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan kreatifitas yang di capai.
h. Bantuan beasiswa bagi peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan dan tokoh yang disalurkan melalui P3SWOT.
i. Biaya transportasi/tiket pesawat adalah bantuan tiket bagi peserta untuk melakukan kegiatan ke atau dari luar negeri.
j. Biaya asuransi kesehatan adalah bantuan kesehatan untuk mendukung kegiatan pendidikan selama di dalam dan luar negeri.
k. Biaya kedatangan dan kepulangan adalah bantuan pendidikan untuk mengikuti program orientasi dan pembekalan bagi peserta beasiswa.
l. Biaya tunjangan awal/akhir program adalah bantuan yang diberikan pada saat awal dan berakhirnya kegiatan pendidikan peserta beasiswa.
m. Biaya matrikulasi adalah bantuan yang diberikan apabila peserta beasiswa diwajibkan mengikuti kuliah matrikulasi pada program pendidikan yang diikuti
n. Biaya operasional dan biaya-biaya lainnya (untuk berlangganan internet, sewa komputer, dll).
Setiap peserta program Beasiswa Unggulan berhak menerima seluruh bentuk beasiswa yang di tawarkan tersebut di atas, namun syarat utama pelamar adalah sangat kompetitif sekali, walaupun hal itu sangat jarang terjadi dan hak tersebut juga sesuai program beasiswa yang diikuti

PERSYARATAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
1. Sudah diterima di Perguruan Tinggi dengan melampirkan Letter of Acceptance
2. Surat Pernyataan sanggup mengikuti peraturan pada Program Beasiswa Unggulan
3. Mengisi data diri secara lengkap pada website Program Beasiswa Unggulan: http://www.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id
4. Melampirkan proposal rencana usulan, tugas akhir/ Skripsi/ Tesis/ Disertasi
5. Syarat IPK & TOEFL untuk mengikuti seleksi:
S1: UAN > 7.25, IPK > 3.00, TOEFL 450
S2: IPK > 3.25, TOEFL 500
S3: IPK > 3.25, TOEFL 550
Isi pada form online dengan melampirkan scan Ijazah & Transkrip Nilai (untuk IPK & UAN) serta scan sertifikat TOEFL yang sudah dilegalisir.
*) Apabila calon pelamar tidak memiliki sertifikat TOEFL, dapat melampirkan sertifikat TOEIC, TOEFL IBT, IELTS, dll
6. Melampirkan Sertifikat penghargaan/ prestasi
7. Usia Pendaftar diprioritaskan:
a. DIV/ S1 tidak lebih dari 21 tahun
b. S2 tidak lebih dari 35 tahun
c. S3 tidak lebih dari 45 tahun
8. Melampirkan surat rekomendasi dari Instansi asal untuk mengikuti program Beasiswa Unggulan.
9. Membuat publikasi pada
 
media masa nasional / Internasional (ISR).

Periode Beasiswa
Peserta program Beasiswa Unggulan selama menuntut ilmu baik di dalam negeri maupun luar negeri akan dibatasi waktu penerimaan beasiswanya. Hal ini dilakukan untuk memicu peserta program Beasiswa Unggulan dalam menyelesaikan studinya. Sebagai informasi awal, periode beasiswa yang diberikan terdiri dari:

1. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program sarjana (S1) atau yang sederajat, peserta akan mendapatkan beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 6-8 semester untuk biaya pendidikan. Sedangkan bagi yang mendapatkan biaya hidup akan diterima maksimal 36-48 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
2. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program Magister (S2), peserta akan menerima beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 4 semester yang meliputi biaya pendidikan. Sedangkan biaya hidup maksimal akan diberikan selama 18 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
3. Dari aspek pola pembelajaran untuk program Doktor (S3) selama maksimal 6 semester yang meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.

Sedangkan untuk melakukan proses pengajuan Beasiswa Unggulan dapat dilakukan mulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember pada tahun yang berjalan. Sedangkan proses pencairan dana beasiswanya mengikuti proses pencairan anggaran tahun berjalan. Adapun tutup tahun anggaran dilakukan pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.

For more information, please visit official website: www.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id

Nuh: Guru Wajib Miliki Kompetensi Sosial



oleh: Arif Pitoyo


JAKARTA: Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh meminta kepada Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk meneguhkan kode etik profesi guru sebagai bagian dari profesionalitas yang dicerminkan dalam karakter kompetensi guru yaitu kompetensi sosial.

"Kami ingin menitipkan kepada bapak dan ibu guru mengembangkan kompetensi sosial itu menjadi bagian dari pendidikan karakter, kereta karakter," katanya pada penutupan Kongres IGI Ke-1 di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis, hari ini.

Kongres yang berlangsung sejak 21 Juni 2011 mengambil tema "Menjadi Guru Profesional, Membangun Bangsa" dengan subtema "Gerakan Guru Melek Internet".

Mendiknas menyatakan siap bekerjasama dengan IGI dalam memajukan dunia pendidikan. Pihaknya menempatkan IGI sebagai mitra bukan subordinat dan menghargai dan menghormati IGI sebagai organisasi independen, katanya.


“Kemuliaan seseorang terletak pada ilmu, cita-cita, dan kepribadiannya karena itu jika IGI ingin menjadi organisasi bermartabat maka jadikan IGI sebagai sumber ilmu," katanya.

Mendiknas berharap, mulai tahun ajaran baru nanti ada perubahan nuansa pendidikan berbasis karakter, yang dimotori oleh keluarga besar IGI. "Ciptakan di sekolah-sekolah di mana bapak ibu sekalian ada. Stop
ketidakjujuran, stop kekerasan," ujarnya.

Terkait dengan profesi guru, Mendiknas menyampaikan, saat ini jumlah guru yang telah disertifikasi sebanyak 746 ribu dari 2,7 juta guru di Indonesia. Adapun anggaran yang telah dikeluarkan untuk memberikan tunjangan profesi hampir Rp 25 triliun.(api)

Ajari Anak-anak Cinta Kuliner Nusantara

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.







oleh: Diana Yuliastuti

TEMPO Interaktif, Jakarta - Aneka kuliner Indonesia tak kalah lezatnya dibandingkan kuliner luar. Agar lebih dikenal dan menarik, pembuat kuliner harus mengubah kemasan dan tampilan penyajiannya. "Warna, kemasan, penyajian ini sering tidak diperhatikan. Kita hanya perhatikan rasa dan aroma saja," ujar Bondan Winarno, Pendiri Komunitas Jalan sutera, disela-sela acara Sahid Festival di Hotel Grand Sahid Jaya, Ahad, 26 Juni 2011.

Bondan mengatakan dengan rasa yang lezat ditunjang penampilan atau penyajian yang menarik, tentu akan menggugah selera. Jika penyajian tak mengundang selera, maka orang yang belum mengetahui tak akan ikut tertarik.

Selain bisa menggugah selera, juga menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dari calon penikmatnya. "Anak-anak juga akan makin berselera untuk makan sehingga mereka makin doyan dan kenal makanan tradisional kita," ujar pembawa acara kuliner di sebuah stasiun swasta ini.

Bondan juga merasa prihatin karena makin banyak anak-anak tidak mengenal makanan dan minuman atau masakan tradisional. Apalagi saat ini keberadaan kuliner Nusantara makin jarang ditemui. Dia menyayangkan karena para orang tua tidak berusaha mengenalkan kuliner Nusantara kepada anaknya sehingga anak-anak merasa asing dan lebih banyak mengenal makanan cepat saji dari luar negeri.

Dia juga merasa prihatin kepada pemerintah, terutama pemerintah daerah, yang tidak punya visi mengembangkan kuliner Nusantara. Menurutnya, pemerintah tidak menghargai kuliner sebagai budaya. "Padahal, kalau digali, dikembangkan, dikemas, untuk turisme sangat banyak," ujarnya.

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)