Selasa, 16 November 2010

Tips Anak Belajar Online

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.




Disusun oleh: Sumardiono
Email: aar@rumahinspirasi.com

Salah satu tools yang dapat dipergunakan untuk melatih anak menjadi pembelajar mandiri adalah materi-materi online. Berikut ini beberapa tips untuk belajar secara online:

1. Membangun ketertarikan
Untuk membuat anak menjadi pembelajar mandiri, anak tak bisa dilepaskan begitu dengan materi belajarnya dan kemudian kita mengharapkan mereka menjadi seorang pembelajar mandiri. Hal pertama yang harus dibangun adalah merangsang ketertarikan anak. Ketertarikan anak itu bisa dibangun dengan membuat kita (orangtua) tertarik terlebih dahulu. Kalau orangtua sendiri suka dan tertarik dengan materi yang ada, orangtua lebih mudah menarik perhatian anak. Tetapi kalau kita sendiri tak suka, tentunya akan menjadi sulit untuk meyakinkan dan menarik perhatian anak.

2. Keterlibatan
Setelah orangtua tertarik, orangtua harus terjun dan mencoba sendiri sehingga dapat merasakan (feels) materi online yang dipelajari. Mencoba dan merasakan sendiri berbeda dengan sekedar melihat dan mengetahui. Setelah itu, orangtua dapat memberi contoh kepada anak. Jika materi yang dipelajari memang menarik, tak sulit buat anak-anak generasi digital (digital natives) untuk mempelajari dan beradapatsi. Bahkan, mereka bisa dengan cepat berjalan sendiri dan melampaui orangtua.



3. Pendampingan
Ketika anak sudah tertarik dan mencoba sendiri materi belajar online, proses selanjutnya yang diperlukan adalah pendampingan. Pendampingan bukan berarti selalu menemani anak saat online. Unsur pokok dalam pendampingan adalah membangun kenyamanan pada anak bahwa orangtua selalu siap sedia untuk membantu jika diperlukan. Proses pendampingan ini juga dengan sesekali menengok dan menemani serta membahaskan materi yang sedang dimainkan/dipelajar i. Pembahasan dan pembicaraan itu dapat dilakukan pada saat makan bersama atau melalui cerita kepada orang lain (yang diketahui anak) untuk menunjukkan bahwa hal yang dilakukan anak itu cool, keren, asyik, dan penting.

4. Feedback
Ketika anak sudah merasa nyaman dan berkembang dengan materi yang dipelajarinya, orangtua dapat memberikan feedback untuk meningkatkan kualitas belajar anak. Proses yang terjadi bisa dua-arah: saling tanya-jawab, berkomentar, dan berdiskusi. Anak diberdayakan untuk menjadi guru dan orangtua membuka diri untuk diajari anak. Jika dilakukan dengan genuine (bukan pura-pura), proses ini akan sangat positif dan membangun kepercayaan diri pada anak.

Sumber: http://rumahinspirasi.com

Benarkah Berenang Tingkatkan Kecerdasan Anak?

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.




Sumber: VIVAnews

Mengajarkan anak berenang sejak dini ternyata memiliki banyak manfaat. Selain menyehatkan, aktivitas olahraga air itu juga bermanfaat merangsang perkembangan otak anak. Tim peneliti di Queensland percaya bahwa berenang bisa meningkatkan kecerdasan anak.

Sebuah proyek penelitian Universitas Griffith menganalisa lebih 10 ribu anak lima tahun ke bawah untuk mengetahui pengaruh berenang terhadap perkembangan fisik, sosial, intelektual, dan kemampuan bahasa.



Seperti dilansir dari Times of India, Profesor Robyn Jorgensen mengatakan bahwa anak yang memiliki rutinitas berenang cenderung lebih percaya diri dibandingkan dengan anak seusianya yang tak memiliki rutinitas tersebut.

Penelitian ini sudah berjalan setidaknya dua tahun untuk merekam perkembangan anak-anak selama belajar berenang. "Data awal yang kami dapat memberikan kabar perkembangan cukup positif," katanya. "Bahkan anak-anak yang ikut sekolah berenang terlihat berkembang lebih bagus dalam kehidupannya. "



Jorgensen mengatakan penelitian juga memantau 60 perenang muda yang diambil secara acak dari sejumlah sekolah di Australia untuk mendukung penelitian. Berdasarkan penelitian, anak yang sejak kecil diajarkan berenang memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak diajari berenang sejak kecil.
http://kosmo.vivanews.com/news/read/186565-benarkah-berenang-tingkatkan-kecerdasan-anak

Sekolah Belum Tanamkan Sadar Bencana

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.



Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan di sekolah-sekolah Indonesia seharusnya mengajarkan anak-anak didik untuk hidup harmonis bersama alam. Dengan pengetahuan lingkungan yang kuat, anak-anak Indonesia akan mampu memanfaatkan potensi alam untuk kesejahteraan serta menjaga alam sebaik-baiknya guna mencegah terjadinya bencana atau kerugian yang lebih besar dari fenomena alam. Kunci utama dari persoalan ini sebenarnya bagaimana kurikulum dalam pendidikan kita itu memiliki roh utama tentang lingkungan.

"Di tengah banyaknya bencana alam yang terjadi, memang, pendidikan kebencanaan mutlak diperkuat di sekolah-sekolah sejak dini. Tetapi, kunci utama dari persoalan ini sebenarnya bagaimana kurikulum dalam pendidikan kita itu memiliki roh utama tentang lingkungan," kata Lendo Novo, pemerhati pendidikan lingkungan yang juga penggagas Sekolah Alam, di Jakarta, Rabu (3/11/2010).



Menurut Lendo, bencana alam yang terutama karena ulah manusia serta ketidaksiagaan masyarakat mengantisipasi bencana, tidak lepas dari kontribusi kesalahan pada sistem pendidikan nasional. Hal itu terjadi karena pemahaman masyarakat soal prinsip-prinsip lingkungan sekitar dan dampak baik-buruknya dalam kehidupan sehari-hari sangat terbatas.

Sekolah sendiri tidak menjadi contoh atau representasi dari peduli lingkungan dan siaga bencana. Bangunan sekolah yang tahan gempa, misalnya, masih minim. Pendidikan bagi siswa untuk mengantisipasi adanya bencana alam juga belum secara sadar dilakukan pihak sekolah.

Lendo menambahkan, sudah semestinya pemerintah mewajibkan sekolah untuk memperkenalkan kepada siswa tentang peta gempa atau bencana nasional yang sebenarnya sudah ada. Siswa akan tahu dan sadar bagaimana lingkungan yang dihadapinya dan dibekali dengan keterampilan untuk mengantisipasi datangnya bencana alam tersebut.



Salah satunya, dengan membuat buku soal daerah rawan bencana dan cara mengantisipasinya. Buku-buku tersebut mesti disebarkan ke sekolah, sambil tetap
membiasakan siswa dengan latihan-latihan siaga bencana.

"Coba kita contoh pendidikan di Jepang. Anak-anak sejak usia TK sudah tahu bahwa mereka hidup di daerah rawan gempa dan tahu bagaimana mengantisipasinya. Ketika besar, kesadaran itu ada dengan ketaatan mengikuti aturan membangun rumah tahan gempa, misalnya," ujar Lendo.

Lima Makanan Pantangan Anak

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.



Sayang anak bukan berarti memberinya segala jenis makanan dan minuman yang disukainya. Seperti gorengan, burger, camilan kemasan atau kentang goreng. Sebagai orang tua yang cerdas memilih makanan dan minuman yang sehat serta aman untuk anak tercinta sangat penting. Kami yakin Anda yang memiliki anak sudah mengetahui makanan mana saja yang tidak sehat, memiliki pengawet atau pewarna. Tapi tahukah Anda kalau makanan dan minuman ini sebenarnya tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan anak-anak? Meski kita rutin menyantapnya. Berikut beberapa santapan yang kurang sehat untuk anak Anda, seperti yang dilansir situs Shine:

1. Roti putih, meses dan selai botol
Makanan yang dibuat dari terpung terigu ini menjadi favorit banyak orang yang tinggal di perkotaan sebagai asupan sarapan saat pagi hari. Menyiapkannya mudah, mengenyangkan dan harganya relatif murah. Tapi roti putih berpotensi membuat anak Anda gemuk karena kandungan karbohidratnya tinggi. Selain itu roti putih juga minim kandungan gizi. Makin berpotensi membahayakan kesehatan jika ditambah olesan selai botol dan meses. Selai botol dan meses buatan pabrik terdapat kandungan bahan pengawet, pewarna dan gula dalam konsentrasi tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi dalam jangka waktu panjang bisa merusak gigi, mulut dan ginjal anak Anda. Gantilah roti putih dengan roti gandum. Roti gandum dikenal memiliki serat tinggi dan karbohidrat rendah. Jika tak suka rasanya yang tawar, bisa ditambahkan dengan kismis.

2. Kentang panggang dan Roti goreng (pretzel)
Jajanan yang satu ini bukan hanya anak-anak yang doyan, orang dewasa pun demikian. Rasanya gurih dan mengenyangkan. Tapi kentang panggang dan roti goreng punya kandungan lemak dan garam yang tinggi. Nutrisinya juga rendah sehingga kurang bermanfaat untuk daya tahan anak Anda. Jika ingin kentang panggang yang sehat, tambahkan keju dan daging cincang agar kadar proteinnya tinggi. Jangan lupa brokoli yang direbus tidak terlalu lama sangat baik menangkal sejumlah penyakit.



3. Susu
Susu baik bagi anak. Susu memiliki kandungan vitamin D dan kalsium yang baik bagi pertumbuhan tulang anak. Tapi jangan terlalu lama memberikan susu kepada anak karena kandungan lemaknya tinggi. Lemak yang berlebih pada anak bisa mengakibatkan obesitas atau berat badan yang tidak seimbang. Jika anak mengalami obesitas, ia akan mengalami kesulitan dalam bernafas, beraktivitas, bergaul dan bisa menyebabkan gangguan jantung atau diabetes. American Academy of Pediatric menganjurkan agar anak yang berusia di atas dua tahun lebih baik meminum susu rendah lemak (low fat milk). Susu rendah lemak tetap mengandung vitamin D dan kalsium, tapi kadar lemaknya rendah. Tapi akan lebih baik jika anak mendapat air susu ibu (ASI), minimal untuk enam bulan pertama setelah dilahirkan.

4. Pasta apel
Pasta apel, terutama di masyarakat Amerika Serikat, sangat digemari. Harganya murah, praktis dan lezat. Tapi pasta apel tidak sehat karena banyak mengandung bahan pengawet dan gula. Bahan pengawet jika dikonsumsi berlebih bisa berakibat kanker. Gula yang terlalu banyak membuat gigi keropos dan berpotensi kegemukan serta diabetes. Apel atau buah segar tetap yang paling baik. Biasakan anak-anak menyantap buah segar agar gigi mereka kuat, tidak sariawan, pencernaannya lancar dan jarang sakit flu. Jika anak enggan mengunyah buah, Anda bisa mengirisnya lalu mencampurnya dengan susu rendah lemak dan sereal gandum.
Tapi ingat, buah yang sehat dan segar adalah yang disantap tidak lebih dari lima jam setelah dikupas/dipotong.



5. Makanan kemasan dan minuman soda
Ini salah satu produk yang paling menggoda. Kemasannya menarik mata dan rasanya disukai anak-anak. Sebagian besar makanan kemasan mengandung bahan pengawet. Selain itu kandungan penyedap rasanya (MSG) tinggi. Penyedap rasa tidak baik untuk kecerdasan anak. Selain itu penyedap rasa bisa membuat sariawan bahkan iritasi mulut. Soda pun demikian. Kandungan gulanya tinggi. Bisa menyebabkan keropos pada gigi anak-anak. Juga berpotensi mengakibatkan keropos tulang dini.
Biasakan anak Anda minum air putih, jus buah segar atau susu rendah lemak. Untuk makanan kemasan, ganti yang terbuat dari rumput laut atau makanan laut. Kedua snack jenis ini tinggi protein, rendah garam dan MSG.
Nah, sebagai orang tua, biasakan Anda memberi contoh makanan dan minuman apa saja yang baik untuk dilahap. Meminta atau mengomeli anak bukan contoh yang baik. Jika asupan anak bergizi dan berimbang, sang buah hati pun akan memiliki daya tahan tubuh dan kecerdasan yang baik.

Disusun oleh:
Fajar AP; redaksi@yahoo-inc.com

Pilih Ketua OSIS, Siswa SMP Pakai E-Voting

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.



Euphoria penggunaan teknologi e-voting dalam memilih seorang pemimpin rupanya menular juga ke kalangan siswa di Jembrana. Seolah tidak mau kalah dengan pemilihan kepala dusun/kepala lingkungan, ratusan siswa SMPN 1 Negara mengadopsi sistem pemilihan yang kini sedang hangat dibicarakan untuk memilih Ketua OSIS periode 2010-2011.

Sabtu (13/2), sejak pukul 07.30, 817 siswa SMPN 1 Negara telah memenuhi lapangan sekolah yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Jembrana menunggu digelarnya pemilihan ketua OSIS dengan e-voting. Ratusan siswa tersebut akan memilih satu diantara enam kandidat calon ketua OSIS yang kesemuanya masih duduk di kelas VIII untuk menggantikan Tri Utami Handayani, yang saat ini bersiap-siap lengser dari jabatannya sebagai ketua OSIS periode 2009-2010.

“Saya ingin mengajarkan anak-anak berdemokrasi melalui pemilihan ketua OSIS dengan e-voting”, ujar Kepala SMPN 1 Negara, I Ketut Budiarsa di sela-sela memantau persiapan pemilihan.

Menurut Budiarsa, pihaknya sengaja mengadopsi e-voting dalam pemilihan ini karena selain akurat juga tidak membutuhkan waktu lama. “Selama saya jadi kepala sekolah sudah empat kali dilakukan pemilihan ketua OSIS namun baru kali ini kami melakuannya dengan e-voting”, katanya.

Ketika jarum jam menunjukkan tepat pukul 08.00, pemilihanpun dimulai. Satu persatu siswa tampak tertib berbaris menuju tempat verifikasi.

Setelah lolos verifikasi, siswa-siswa tersebut langsung menuju dua bilik suara yang telah dipersiapkan. Di masing-masing bilik suara tersebut, telah tersedia satu unit komputer lengkap dengan card reader dan satu unit printer.

Ketika kartu Jembrana Smart School (JSS) diletakkan di card reader tersebut, terpampanglah enam foto kandidat calon yang siap untuk disentuh.

Seusai pemilih menyentuh kandidat calon yang dijagokannya, maka secara otomatis printer akan mencetak nomor calon pilihannya. Para pemilih langsung memasukkan cetakan nomor tersebut ke dalam kotak.

“Ini untuk antisipasi saja, siapa tahu ada calon yang tidak puas, kita bisa hitung manual melalui kertas ini”, ujar I Putu Agus Swastika, M.Kom, koordinator Tim IT Pemkab Jembrana yang ikut mengawasi jalannya pemilihan.

Setelah dilakukan pemilihan yang hanya memakan waktu dua jam saja, Nanda Pebri Prasetia calon nomor urut 1 berhasil mengumpulkan suara terbanyak dengan 395 suara. Dengan demikian, siswa berkaca mata ini berhak duduk menjadi Ketua OSIS SMPN 1 Negara periode setahun mendatang yang didampingi oleh Grace Vitaloka sebagai wakilnya setelah dalam pemilihan menduduki posisi kedua dengan meraih 159 suara.

“Ternyata dengan sistem ini cepat sekali diketahui hasilnya. Kayaknya, baru kami saja di Indonesia yang melakukan pemilihan ketua OSIS dengan e-voting”, ujar Erna, salah seorang siswa kelas VII. Sedangkan, Tri Utami mengaku kini bisa bernafas lega lantaran penggantinya sebagai ketua OSIS sudah bisa dipastikan.

“Sekarang saya sudah lega karena dengan waktu dua jam, saya sudah tahu siapa yang menggantikan saya. Kalau dulu pemilihan dengan manual, harus menunggu hingga sore”, ujar Tri Utami ketua OSIS yang bakal digantikan Nanda.

Bupati Jembrana, I Gede Winasa yang sempat meninjau jalannya pemilihan mengatakan SMPN 1 Negara memang sengaja dipersiapkan menjadi salah satu sekolah sampel dalam penerapan teknologi di Jembrana, termasuk pemilihan ketua OSIS dengan e-voting. “Dengan sistem ini, sekaligus juga kita mengajarkan siswa kalau demokrasi itu bisa berjalan dengan baik tapi dengan biaya murah”, tandasnya. (dey)

Sumber: http://www.beritaba li.com

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)