Kamis, 25 November 2010

Lebah Memecahkan Masalah Matematika untuk Cari Makanan

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.





Studi mengatakan lebah adalah serangga pertama yang diketahui mampu memecahkan masalah matematika yang kompleks untuk menemukan rute terpendek ke sumber makanan. Para ilmuwan di Universitas London menemukan bahwa lebah dengan mudah dapat memecahkan apa yang disebut "Traveling Salesman Problem 'untuk menemukan jalan pintas makanan.

"Lebah pencari makan memecahkan Traveling Salesman Problem setiap hari," kata Dr. Nigel Raine yang dikutip oleh Presstv, Senin 25 Oktober. "Mereka mengunjungi bunga di beberapa lokasi dan, karena lebah menggunakan banyak energi untuk terbang, mereka menemukan rute dengan jarak terbang minimum."
Komputer memecahkan masalah yang sama dengan membandingkan panjang dari semua rute yang mungkin dan memilih rute terpendek, peneliti mengatakan dalam sebuah pernyataan. Meskipun memiliki otak seukuran benih rumput, lebah mampu terbang dengan rute terpendek dalam percobaan dengan bunga buatan yang dikendalikan komputer.



Para ilmuwan mencoba untuk melihat apakah serangga mengikuti rute yang ditentukan oleh urutan di mana mereka menemukan bunga atau mereka menghitung rute terpendek. Lebah dengan cepat menemukan jalan pintas setelah menjelajahi lokasi bunga, MSNBC melaporkan. Para peneliti mengatakan temuan mereka dapat membantu manusia dalam memecahkan masalah lalu lintas dan digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana lebah menyerbuki tanaman dan bunga-bunga liar.

"Gaya hidup kita bergantung pada jaringan seperti lalu lintas di jalan-jalan, arus informasi di Web dan rantai pasokan bisnis," kata pernyataan itu. "Dengan memahami bagaimana lebah dapat memecahkan masalah mereka dengan otak sekecil itu, kita dapat meningkatkan manajemen jaringan sehari-hari tanpa perlu banyak waktu di komputer."

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempulah jalan Tuhan-mu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnannya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan (QS. An Nahl: 69)

[muslimdaily. net/ptv]

Penggunaan Bahasa Inggris di Sekolah Melanggar UU

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.





JAKARTA (Suara Karya): Internasionalisasi standar pendidikan Indonesia saat ini telah disalahartikan sebatas mengganti bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Padahal, dalam Undang-Undang (UU) No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan secara tegas dinyatakan bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.

"Sekarang ini ada semacam euforia berbahasa asing di sekolah dan perguruan tinggi. Hal itu bisa dilihat pada program rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Penggunaan bahasa asing dalam kegiatan belajar di sekolah telah melanggar UU," kata Agus Dharma, Wakil Kepala Sementara Pusat Bahasa, dalam seminar Pengujian Bahasa di Jakarta, Selasa (20/7).



Agus Dharma menambahkan, proses belajar-mengajar di negara mana pun di dunia selalu menggunakan bahasa nasionalnya sebagai bahasa pengantar di sekolah. Bahasa asing , seperti bahasa Inggris, hanya digunakan saat mata pelajaran tersebut diajarkan.

"Internasionalisasi pendidikan telah ditanggapi salah oleh dunia pendidikan kita dengan penggunaan bahasa Inggris, kelas ber-AC, dan laboratorium bahasa. Yang perlu diinternasionalisas i adalah keilmuan para siswa, bukan bahasanya. Karena di Jerman, para siswa tetap menggunakan bahasa nasionalnya di dalam kelas," ucap Agus Dharma menegaskan.



Hal senada dikemukakan peneliti bahasa, Dendy Sugono. Internasionalisasi standar pendidikan di Indonesia baru sebatas kulit, bukan substansi. Internasionalisasi standar pendidikan seharusnya menyentuh mutu pendidikan dan wawasan para siswanya, tak sebatas pada penggunaan bahasa asing di sekolah.

"Kemampuan berbahasa asing memang penting bagi siswa agar mereka bisa masuk dunia internasional. Tetapi, semua ada aturan mainnya. Dalam UU No 24/2009, secara tegas dinyatakan bahwa bahasa pengantar dalam pendidikan adalah bahasa Indonesia. Jika tidak, mana rasa kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia," ungkap Dendy.



Menurut Dendy, pengabaian bahasa Indonesia terjawab pada hasil nilai ujian nasional (UN) bahasa Indonesia yang tidak memuaskan. Hampir sebagian besar siswa yang tak lolos UN terganjal pada ujian bahasa Indonesia. "Kondisi ini merupakan salah satu contoh bagaimana bahasa Indonesia mulai terabaikan," kata mantan Kepala Pusat Bahasa itu.

Dendy mengharapkan, agenda internasionalisasi pendidikan Indonesia diikuti agenda internasional bahasa Indonesia. Salah satunya menggalakkan sertifikasi pendidikan dengan bahasa sendiri bagi para guru dan dosen. Sebab, banyak guru dan dosen belum memiliki sertifikat UKBI (Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia).

"Para guru dan dosen perlu digalakkan untuk meningkatkan mutu penguasaan bahasa Indonesia. Sekarang yang terjadi para guru atau dosen berlomba-lomba menguasai bahasa asing. Bagi mereka, sertifikasi bahasa asing lebih bergengsi daripada sertifikasi bahasa Indonesia," ujarnya. Di dunia kerja pun, menurut Dendy, situasinya hampir sama. (Tri Wahyuni)

Digelar, Festival Film Sains untuk Anak

Segera bergabung di www.indi-smart.com, dan dapatkan ratusan konten pembelajaran online interaktif untuk pelajar.




Sumber: Kompas.com


Pembelajaran sains yang menyenangkan bagi anak-anak akan hadir di Indonesia. Belajar seraya dapat hiburan lewat film-film sains bisa disaksikan siswa, guru, dan masyarakat umum secara gratis dalam program Festival Film Sains yang digelar di Jakarta pada 16-30 November.

FX Augustin, Direktur Goethe-Institut Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/11/2010) , menjelaskan, awalnya festival film sains digelar di Thailand sejak lima tahun lalu. dan sudah lebih dari 100.000 pengunjung yang belajar sains lewat film. Menurut dia, perlu untuk membawa anak-anak dan kaum muda sejak dini berhubungan dengan berbagai pertanyaan ilmiah.

"Perlu kita buktikan ke anak-anak bahwa untuk menyingkap berbagai rahasia dan harta karun ilmu pengetahuan dunia ini bukanlah hal yang sulit, namun ringan dan menyenangkan. Film sains ini bisa memberikan inspirasi dan menghibur dalam waktu yang bersamaan," kata Augustin.

Untuk itulah, Festival Film Sains Indonesia 2010 digelar pertama kalinya. Ada 28 film sains menarik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang bisa dinikmati anak-anak dan masyarakat umum secara gratis mulai 16-30 November 2010.

Festival ini memberikan keceriaan dalam mengkomunikasikan ilmu pengetahuan bagi semua lapisan umur. Festival ini sekaligus hendak menggambarkan bahwa dunia hiburan juga peduli pada pendidikan. Festival film sains Indonesia digelar di Blitz Megaplex (Pasific Place), Universitas Paramadina , PP-IPTEK Taman Mini Indonesia Indah, dan Goethe-Institute. Pemesanan tiket hanya dapat dilakukan lewat email sff@jakarta.goethe.org dan nomor telepon 08589057010 atau 021-23550208 ext 131. Setiap pemutaran film diikuti berbagai aktivitas, kuis, dan percobaan yang dikembangkan tim majalah komik sains Kuark.
Kategori film yang diputar adalah pendidikan keluarga, ekologi dan lingkungan, ilmu pengetahuan alam, fisika, dan teknologi, budaya dan sejarah. Semua film disulihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia. Informasi lebih lanjut tentang Festival Film Sains Indonesia 2010 bisa dilihat di laman www.goethe.de/ sciencefilmfestival.

Penulis: Ahmad Rizali
http://ahmadrizali.com

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)