Senin, 27 Mei 2013

Potret Buram Tempat-tempat Wisata Indonesia

Segera bergabung di www.goesmart.com, dan dapatkan ratusan konten pendidikan online interaktif untuk pelajar.

Subekti.Com - Untuk menghilangkan beban pikiran akibat rutinitas sehari-hari, melakukan perjalan wisata bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun sayangnya, seringkali tujuan wisata tidak menjadikan badan dan pikiran semakin segar, justru menambah stress dan capek. Misalnya, kemacetan yang panjang menuju daerah wisata merupakan pemandangan umum di saat musim liburan. Jika hal ini terjadi maka tujuan wisata menjadi sia-sia.
Dari berbagai tempat wisata di Indonesia yang pernah saya kunjungi, bahkan propinsi – propinsi yang terkenal sebagai tujuan wisata, saya merasakan ada banyak sekali kekurangan sehingga membuat tujuan wisata menjadi rusak. Ada 5 hal yang seringkali merusak tujuan wisata:
1. Kesan kotor dan jorok
Tidak sedikit tempat wisata di Indonesia terkesan kotor. Sampah terdapat di mana-mana bahkan terkadang bau menyengat yang sangat mengganggu. Terus terang sampah yang berserakan membuat pemandangan tidak nyaman. Ironisnya tidak sedikit tempat-tempat wisata yang jauh dari kesan bersih dan indah.
Hal sangat buruk seringkali saya lihat di tempat parkiran pengunjung. Ironisnya kendaraan-kendaraan yang membawa pengunjung yang notabene juga kalangan terdidik seperti siswa berserta guru, dan mahasiswa berserta dosennya meninggalkan sampah berserakan. Jujur, sampah-sampah tersebut membuat pandangan mata tidak nyaman. Bau yang menyengat seringkali membuat kepala pusing, termasuk lalat-lalat yang berseliweran membuat kehidupan tidak sehat.
Fasilitas umum di tempat wisata seringkali kelihatan kotor dan jorok. Tidak jarang bau toilet yang sangat menyengat membuat mual ketika menggunakan fasilitas umum tersebut.
2. Minimnya fasilitas publik
Minimnya fasilitas publik seperti lahan parkir, toilet, fasilitas restauran yang bersih dan sehat, dan tempat ibadah termasuk salah satu faktor yang merusak indahnya wisata. Tujuan wisata yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi kekecewaan karena minimnya fasilitas publik.
3. Minimnya rasa aman
Tempat wisata yang merupakan tempat umum juga didatangi tidak hanya oleh mereka yang ingin berwisata, tetapi juga mereka-mereka yang ingin berbuat buruk dengan memanfaatkan kelengahan orang lain. Badan yang lelah dan nikmatnya suasana tempat wisata seringkali membuat pengunjung terlalu santai sehingga kurang begitu penduli dengan barang-barang yang dibawanya. Kondisi seperti ini seringkali dimanfaat oleh mereka-mereka yang ingin berbuat kriminal. Dari beberapa tempat wisata yang pernah saya kunjungi, saya melihat minim sekali fasilitas petugas keamanan yang disediakan oleh pengelola.
4. Minimnya jaminan kenyamanan pengunjung
Beberapa kali saya mengunjungi tempat wisata saya dibuat pusing oleh ulah beberapa oknum pedagang, pengamen dan peminta-minta. Baru saja datang dari kendaraan dan membeli tiket masuk sudah dikejar-kejar oknum pedagang. Ketika sedang bersantai menikmati makanan, seringkali para pengamen dan pengemis menghampiri kita. Hal yang membuat kecewa adalah banyaknya jumlah pedagang, pengamen, dan pengemis yang mengganggu saat-saat santai tersebut. Liburan akhirnya diisi dengan kegiatan melayani pada pedangan, pengamen, dan pengemis.
5. Banyaknya biaya dikeluarkan ketika berwisata
Di beberapa tempat wisata, setiap pengunjung pasti dikenai restribusi termasuk kendaraan yang dipakai. Di tempat wisata, masih ada  biaya parkir yang dikelola oleh warga, biaya toilet yang dikelola oleh warga dll. Sungguh kondisi seperti ini membuat pengunjung tidak akan nyaman.
Secara pribadi akhirnya saya memutuskan untuk tidak sering-sering berwisata. Perjalanan wisata seringkali tidak mengobati penatnya pikiran dan letihnya badan akibat rutinitas harian. Hal lebih buruk justru terjadi ketika berwisata ditempat-tempat yang miskin fasilitas dan kenyamanan. Bagi saya, jalan-jalan di mall dan toko buku merupakan wisata tersendiri. Mall tempatnya lebih  bersih, ber-AC, bebas pengamen, bebas pengemis dll. Satu cangkir kopi kental sudah bisa mengurangi penatnya pikiran. Bahkan mengelola kebun sendiri juga termasuk wisata yang murah meriah. Bagaimana dengan Anda?
 Regards,Yudi Ry, www.goesmart.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Permainan untuk Balita Anda (klik play, pilih lagu di kiri, lalu tekan sembarang tuts)